<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008</id><updated>2012-03-07T04:04:56.599-08:00</updated><category term='Hadits'/><category term='Kesehatan'/><category term='Muslimah'/><category term='Tafsir'/><category term='Bid&apos;ah'/><category term='Jihad'/><category term='Fatawa'/><category term='Ulama'/><category term='Tazkiyatun Nafs'/><category term='Adat'/><category term='Kisah'/><category term='Nasihat'/><category term='Tauhid'/><category term='Akhlaq'/><category term='Murotal'/><category term='Syirik'/><category term='Ibadah'/><category term='Aqidah'/><category term='Fiqih'/><category term='Khazanah'/><category term='Keluarga'/><category term='Syubhat'/><category term='Manhaj'/><category term='Adab'/><category term='Firqoh'/><category term='Syiah'/><category term='Menjawab Syubhat'/><title type='text'>Penjelasan Aqidah dan Hukum Islam dgn Dalil  Al Quran dan Hadits</title><subtitle type='html'>Media Belajar dan Berbagi Ilmu Syar'i</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://elhijrah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>298</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-2769091917183000427</id><published>2012-03-07T04:04:00.000-08:00</published><updated>2012-03-07T04:04:56.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa'/><title type='text'>Hukum Mengujungi Tempat Rekreasi Anak Yang Di dalamnya Terdapat Patung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FKWV4qPNS0o/T1dObBYcr2I/AAAAAAAAAvY/8_eOgo1qLl4/s1600/taman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-FKWV4qPNS0o/T1dObBYcr2I/AAAAAAAAAvY/8_eOgo1qLl4/s1600/taman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="question"&gt;Apa &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hukum&lt;/a&gt; mengunjungi tempat rekreasi anak-anak.  Karena banyak di dalamnya alat permainan berbentuk hewan seperti kuda  atau kera. Apakah hal ini termasuk dalam patung yang diharamkan secara  &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;syariat&lt;/a&gt; dan apakah karenanya tidak boleh mengunjungi tempat-tempat  rekreasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawab:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          Pembicaraan tentang mengunjungi tempat rekreasi anak dilihat dari dua sisi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;          &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apabila di dalamnya terdapat berbagai kemunkaran, seperti ikhtilath (campur      baur), wanita-wanita yang danda bersolek, musik. Jika di sana terdapat      kemungkaran-kemungkaran tersebut atau yang lainnya, maka tidak boleh pergi      ke sana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Syekh Muhammad bin      Saleh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          Banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya mengunjungi apa yang disebut      tempat rekreasi anak-anak. Padahal di dalamnya terdapat berbagai pelanggaran      syar'i, seperti para wanita yang tabarruj (terbuka aurat dan berdandan      bersolek) Sedangkan anak-anak sangat ingin sekali mengunjungi tempat-tempat      tersebut. Apa hukum syari mengunjungi tempat seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Maka      beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          &lt;br /&gt;"Tempat rekreasi tersebut, sebagaimana disebutkan saudara penanya, di      dalamnya terdapat berbagai kemungkaran. Jika di sebuah tempat terdapat      berbagai kemungkaran, jika seseorang dapat menghilangkan kemungkaran      tersebut, maka dia wajib mendatanginya untuk menghilangkannya. Jika tidak      mampu, maka dia diharamkan mengunjunginya. Karena itu, kami katakan,      "Ajaklah anak-anakmu ke padang pasir, itu sudah cukup. Adapun mengajak      anak-anak ke tempat rekreasi yang di dalamnya terdapat kemungkaran, di sana      ada ikhtilath, di sana ada orang bodoh yang suka menggoda wanita, di sana      ada pakaian yang tidak halal bagi wanita untuk memakainya, maka tidak      dihalalkan mengunjungi tempat tersebut kecuali jika dia mampu menghilangkan      kemungkaran."      (Al-Liqa Asy-Syahri, 75/soal no. 8)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Syekh Abdullah bin      Jibrin, rahimahullah, ditanya; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Sebagian orang      tua, semoga kita semua diberi hidayah-Nya, mengajak keluarganya yang terdiri      dari anak-anak di antaranya anak perempuan yang sudah besar juga isterinya      untuk mengunjungi tempat yang disebut sebagai taman rekreasi. Yaitu tempat      yang di dalamnya terdapat berbagai permainan, untuk anak kecil dan orang      dewasa. Para perempuan dewasa melakukan permainan satu sama lain dalam      keadaan tabarruj dan mengenaka perhiasan serta membuka aurat. Banyak pula      para wanita dan anak-anak perempuan&amp;nbsp; yang mengenakan pakaian pendek,      transparan, celana panjang, sebagiannya nyaris tidak menutup aurat. Kemudian      mereka satu sama lain saling memotret dengan kamera. Bahkan para wanita yang      kami anggap saleh juga pergi ke tempat-tempat tersebut dan tidak mengingkari      kemungkaran yang ada. Jika kami nasehati agar jangan pergi ke tempat-tempat      tersebut mereka berdalil bahwa tidak ada apa-apa di sana, karena Cuma      hiburan saja, bahkan mereka menganggapnya sebagai bagian dari pendidikan      yang baik dan menganggap orang yang menasehatinya sebagai orang keras.          Mohon dari guru yang mulia menyampaikan nasehat dalam masalah      ini dan menjelaskan dampak kerusakan dari perkara ini. Terima kasih, semoga      Allah melindungi dan menjaga anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;          &lt;br /&gt;Beliau      menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     "Saya berpendapat      bahwa tidak dibolehkan pergi ke tempat rekreasi tersebut apabila di dalamnya      terdapat kemungkaran sebagaimana disebutkan dalam pertanyaan. Karena hal      tersbut merupakan sebab kerusakan, dan kecendrungan pada maksiat serta      mendidik anak sejak kecil untuk menyukai tabarruj, membuka aurat serta      bercampur baur dengan orang non mahram. Tidak diragukan lagi, bahwa anak      kecil yang tumbuh dengan kebiasaan seperti itu serta bercampur dengan      orang-orang fasik akan menyebabkannya terbiasa dengan perkara haram dan      menyepelekannya serta meyakini kebolehannya, juga membuatnya tidak      mengingkari keberadaan tempat seperti itu.      Yang      lainnya, sang anak jadi menyukai pakaian (haram) seperti itu, atau suka      mengikuti orang-orang fasik. Semua itu tidak dapat dibenarkan walau dengan      alasan rekreasi atau hiburan, karena ada cara lain yang dapat dilakukan,      seperti pergi ke padang pasir yang jauh dari orang-orang non mahram, atau      duduk-duduk di taman yang jauh dari ikhtilath, atau menyibukkan diri dengan      pekerjaan rumah tangga yang bermanfaat, atau ilmu yang manfaat, atau membaca      buku ilmia, sejarah Islam. Semua itu memberikan hiburan yang selamat dari      perkara yang diharamkan serta kerugian agama dan dunia. Wallahul musta'an."     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &amp;nbsp;(Situs      Syekh Jibrin, soal no. 11036)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;          &lt;span style="font-size: small;"&gt;     http://ibn-jebreen.com/ftawa.php?view=vmasal&amp;amp;subid=11036&amp;amp;parent=3156&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sisi      kedua:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          &lt;br /&gt;Tempat-tempat tersebut mengandung patung-patung yang tidak diragukan      kemungkarannya. Bentuk-bentuk seperti kuda, kera, atau lainnya yang      ditunggang anak-anak tidak membuatnya keluar dari &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;pemahaman&lt;/a&gt; patung. Yang      dibolehkan adalah apabila jadi mainan anak-anak dan dianggap hina. Bukan      sesuatu yang dipahat secara khusus menjadi bentuk makhluk bernyawa,      dihormati dijaga dan diperhatikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          &lt;br /&gt;Syekh Khalid Al-Musyaiqih hafizahullah berkata, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     "Permainan yang      berupa patung (makhluk bernyawa) yang tampak adalah bahwa hal itu tidak      diboleh. Tidak boleh mengajak anak-anak untuk bermain di sana, karena      terdapat ancaman keras&amp;nbsp; dalam masalah patung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Rasulullah      shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu      anhu; &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;     (      أَلاَّ تَدَعَ صُورَةً إِلاَّ طَمَسْتَهَا وَلاَ قَبْراً مُشْرِفاً إِلاَّ      سَوَّيْتَهُ ) أخرجه مسلم &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;"Jangan engkau      biarkan patung kecuali engkau runtuhkan dan kuburan yang tinggi kecuali      engkau ratakan." (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Amr bin      Abasah ketika dia bertanya kepadanya, dengan apa Allah mengutusmu? Dia      berkata, &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          بِصِلَةِ الأَرْحَامِ ، وَكَسْرِ الأَوْثَانِ ، وَأَنْ يُوَحَّدَ اللهُ لاَ      يُشْرَك بِهِ شَيْئًا (أخرجه مسلم)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Dengan      silaturrahim, menghancurkan berhala dan agar Allah diesakan, tidak      disekutukan dengan sesuatu apapun." (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Demikian pula      dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;      &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;     &amp;nbsp;إِنَّ الله بَعَثَنِي رَحْمَةً لِلْعَالَمِين ، وَأَمَرَنِي      رَبِّي عزَّ وَجَلَّ بِمَحْقِ الأَوْثَانِ (أخرجه أحمد في مسنده)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;"Sesungguhnya      Allah mengutusku sebagai rahmat untuk seluruh alam, dan aku diperintahkan      Tuhanku Azza wa Jalla untuk membinasakan berhala-berhala." (HR. Ahmad dalam      musnadnya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Maka hendaknya      sang penanya tidak larut dalam permintaan anak-anak. Adapun alternatifnya      dalam dilakukan dengan permainan di rumah, atau di tempat peristirahatan      sebagai ganti dari mengunjungi tempat-tempat rekreasi tersebut yang di      dalamnya terdapat permainan dalam bentuk patung." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="ltr" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;          &lt;span style="font-size: small;"&gt;     http://www.islamlight.net/index.php?option=com_ftawa&amp;amp;task=view&amp;amp;Itemid=31&amp;amp;catid=591&amp;amp;id=30494&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;          Wallahua'lam . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: islamqa.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-2769091917183000427?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2769091917183000427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2769091917183000427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/hukum-mengujungi-tempat-rekreasi-anak.html' title='Hukum Mengujungi Tempat Rekreasi Anak Yang Di dalamnya Terdapat Patung'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FKWV4qPNS0o/T1dObBYcr2I/AAAAAAAAAvY/8_eOgo1qLl4/s72-c/taman.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-5088105381827398463</id><published>2012-03-06T05:44:00.000-08:00</published><updated>2012-03-06T05:44:08.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Sikap Seorang Muslim Terhadap Dukun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4hLFPhQXb9g/T1YUCLzPuJI/AAAAAAAAAvQ/fpsJp4AsW_M/s1600/dukunsantet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-4hLFPhQXb9g/T1YUCLzPuJI/AAAAAAAAAvQ/fpsJp4AsW_M/s1600/dukunsantet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Profesi dukun banyak bertebaran di  sekitar kita. Mereka mengklaim bisa membantu urusan manusia dalam banyak  hal, mulai dari mencari kesembuhan sampai meluluskan berbagai hajat.  Bolehkah kita meminta tolong pada dukun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Hukum&lt;/a&gt; mendatangi dukun secara umum adalah haram sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dalam beberapa sabdanya:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ:  سَأَلَ أُنَاسٌ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ  الْكُهَّانِ، فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ: إِنَّهُمْ لَيْسُوا بِشَيْءٍ. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ،  إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا بِالشَّيْءِ فَيَكُونُ حَقًّا. فَقَالَ  رَسُولُ اللهِ: تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنَ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ  فَيُقَرْقِرُهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ كَقَرْقَرَةِ الدَّجَاجَةِ  فَيَخْلِطُونَ فِيْهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/i&gt; ia berkata: &lt;i&gt;Beberapa  orang bertanya kepada Rasulullah tentang dukun-dukun. Rasulullah  berkata kepada mereka: "Mereka tidak (memiliki) kebenaran sedikitpun."  Mereka (para shahabat) berkata: "Terkadang para dukun itu menyampaikan  sesuai dan benar terjadi." Rasulullah menjawab: "Kalimat yang mereka  sampaikan itu datang dari Allah yang telah disambar (dicuri, red) oleh  para jin, lalu para jin itu membisikkan ke telinga wali-walinya  sebagaimana berkoteknya ayam dan mereka mencampurnya dengan seratus  kedustaan."&lt;/i&gt; (HR. Al-Bukhari no. 5429, 5859, 7122 dan Muslim no. 2228)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِي  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي حَدِيْثُ  عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ وَقَدْ جَاءَ اللهُ بِاْلإِسْلاَمِ، وَإِنَّ مِنَّا  رِجَالاً يَأْتُونَ الْكُهَّانَ. قَالَ: فَلاَ تَأْتُوا الْكُهَّانَ.  قَالَ: قُلْتُ: وَمِنَّا رِجَالٌ يَتَطَيَّرُونَ. قَالَ: ذَلِكَ شَيْءٌ  يَجِدُونَهُ فِي صُدُورِهِمْ فَلاَ يَصُدَّنَّهُمْ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mu'awiyah ibnul Hakam As-Sulami &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata: &lt;i&gt;Aku  berkata: "Wahai Rasulullah, saya baru masuk Islam yang datang dari sisi  Allah, dan sesungguhnya di antara kami ada yang suka mendatangi para  dukun." Beliau bersabda, "Jangan kalian mendatangi para dukun." Dia  (Mu'awiyah ibnul Hakam) berkata: Aku berkata: "Di antara kami ada yang  gemar melakukan tathayyur (percaya bahwa gerak-gerik burung memiliki  pengaruh pada nasib seseorang." Beliau berkata: "Demikian itu adalah  sesuatu yang terlintas dalam dada mereka, maka janganlah menghalangi  mereka dari aktivitas mereka (untuk berangkat -pen/yakni gerakan burung  itu jangan menghalangi orang-orang tersebut untuk berbuat sesuatu -ed)."&lt;/i&gt; (HR. Muslim, no. 735)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: مَنْ أَتَى عَرَّافًا  فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sebagian istri Rasulullah, dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bahwa beliau bersabda, yang artinya: &lt;i&gt;"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam."&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ  اللهُ عَنْهُ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  ثَمَنَ الْكَلْبِ وَمَهْرَ الْبَغْيِ وَحُلْوَانَ الْكَاهِنِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas'ud Al-Badri &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, ia berkata: &lt;i&gt;"Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang memakan harga anjing  (keuntungan dari menjual anjing -ed), hasil pelacuran dan hasil  perdukunan."&lt;/i&gt; (HR. Al-Bukhari no. 5428, dan Muslim no. 1567)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَتَى  عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا  أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata: Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;i&gt;"Barangsiapa  mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang  dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah  diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 2006, dinukil dari Al-Qaulul Mufid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin mengatakan: "Dari &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hadits&lt;/a&gt; ini  diambil hukum haramnya mendatangi dan bertanya kepada mereka (dukun)  kecuali apa-apa yang dikecualikan dalam masalah ketiga dan keempat  (sebagaimana pada paragraf selanjutnya -red). Sebab dalam mendatangi dan  bertanya kepada mereka terdapat kerusakan yang amat besar, yang  berakibat mendorong mereka untuk berani (mengerjakan hal-hal perdukunan  -red) dan mengakibatkan manusia tertipu dengan mereka, padahal mayoritas  mereka datang dengan segala bentuk kebatilan." (Al-Qaulul Mufid, 2/64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jawaban secara rinci tentang hukum mendatangi para dukun dan bertanya kepada mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendatangi mereka semata-mata untuk bertanya. Ini adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata: Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda: &lt;i&gt;"Barangsiapa  mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang  dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah  diturunkan kepada Muhammad."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan adanya ancaman dan siksaan karena bertanya kepada mereka,  menunjukkan haramnya perbuatan itu, sebab tidak datang sebuah ancaman  melainkan bila perbuatan itu diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendatangi mereka lalu bertanya kepada mereka dan membenarkan apa  yang diucapkan. Ini adalah bentuk kekufuran karena membenarkan dukun  dalam perkara ghaib termasuk mendustakan Al-Qur`an. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Katakan  bahwa tidak ada seorangpun yang ada di langit dan di bumi mengetahui  perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan  dibangkitkan."&lt;/i&gt; (An-Naml: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendatangi mereka dan bertanya dalam rangka ingin mengujinya, apakah  dia benar atau dusta. Hal ini tidak mengapa dan tidak termasuk ke dalam  hadits di atas. Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; di mana beliau bertanya kepada Ibnu Shayyad:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَاذَا خَبَأْتُ لَكَ؟ قَالَ: الدُّخُّ. فَقَالَ: اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang aku sembunyikan buatmu?" Ibnu Shayyad berkata: "Ad-dukh (asap)." Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkata: "Diam kamu! Kamu tidak lebih dari seorang dukun."&lt;/i&gt; (HR. Al-Bukhari no. 1289 dan Muslim no. 2930)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendatangi mereka lalu bertanya dengan maksud membongkar kedustaan  dan kelemahannya, menguji mereka dalam perkara yang memang jelas  kedustaan dan kelemahannya. Hal ini dianjurkan bahkan wajib hukumnya.  (Al-Qaulul Mufid, Ibnu 'Utsaimin, 2/60-61, Al-Qaulul Mufid Muhammad bin  Abdul Wahhab Al-Wushshabi, hal. 140-143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dukun, Penciduk Agama dan Harta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keraguan bagi orang yang telah menikmati ilmu As &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Sunnah&lt;/a&gt; dan  tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi mereka tentang kejahatan para  dukun dan tukang ramal. Mereka adalah para penciduk agama dan juga  harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciduk agama artinya mereka telah merusak keyakinan kaum muslimin  khususnya dalam masalah ilmu ghaib. Bahkan dengan sebab mereka,  seseorang bisa menjadi kafir keluar dari agama. Mereka adalah perusak  salah satu prinsip agama bahkan pondasi keimanan yaitu beriman dengan  perkara yang ghaib, karena perkara ghaib ilmunya hanya milik Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt;. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ. الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Itulah  Al-Kitab yang tidak ada keraguan padanya menjadi petunjuk bagi  orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang yang beriman dengan perkara  yang ghaib."&lt;/i&gt; (Al-Baqarah: 2-3)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Katakan:  Tidak ada siapapun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara  ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan  dibangkitkan."&lt;/i&gt; (An-Naml: 65)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak memperlihatkan kepada kalian hal-hal yang ghaib."&lt;/i&gt; (Ali 'Imran: 179)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Di sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri."&lt;/i&gt; (Al-An'am: 59)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَقُلْ إِنَّمَا الْغَيْبُ لِلَّهِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Maka katakanlah: Sesungguhnya yang ghaib itu hanya kepunyaan Allah."&lt;/i&gt; (Yunus: 20)&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ  ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ  لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا  إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: Aku  tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak  kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui  yang ghaib, tentunya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku  tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi  peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."&lt;/i&gt; (Al-A'raf: 188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Umar &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhuma&lt;/i&gt;, ia berkata: Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَفَاتِحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ  إِلاَّ اللهُ: لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا فِي غَدٍ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ  يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِي اْلأَرْحَامِ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ  تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَلاَ تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ  أَرْضٍ تَمُوتُ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي الْمَطَرُ  إِلاَّ اللهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ اللهُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Kunci-kunci  perkara ghaib itu ada lima dan tidak ada yang mengetahuinya melainkan  Allah: Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi besok kecuali Allah;  tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali  Allah; tidak ada satu jiwapun mengetahui apa yang akan diperbuatnya  besok; tidak mengetahui di negeri mana (seseorang) meninggal kecuali  Allah; tidak ada yang mengetahui kapan turunnya hujan melainkan Allah;  dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat  kecuali Allah."&lt;/i&gt; (HR. Al-Bukhari no. 992, 4351, 4420, 4500, 6944 dan Ahmad, 2/52)&lt;br /&gt;Adapun sebagai gerombolan penciduk harta artinya mereka melakukan  penipuan terhadap umat sehingga betapa banyak harta hilang dengan  sia-sia dan termakan penipuan mereka. Betapa banyak harta terkorbankan  karena kedustaan para dukun, sementara persoalan setiap orang yang  datang kepada mereka tidak juga tuntas dan tidak terjawab. Persyaratan  demi persyaratan datang silih berganti mulai dari tingkat yang paling  kecil sampai tingkat yang paling besar, dari yang paling murah sampai  yang paling mahal. Persyaratan itu harus terpenuhi sehingga umat pun  berusaha untuk memenuhinya. Mereka masuk dalam peringkat pertama sabda  Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menipu kami maka dia tidak termasuk (golongan) kami."&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sikap Ahlus Sunnah terhadap Dukun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ja'far Ahmad bin Muhammad Ath-Thahawi menyebutkan akidah Ahlus  Sunnah terhadap dukun dalam kitab beliau Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah:  "Kita tidak boleh membenarkan dukun dan tukang ramal, dan tidak boleh  membenarkan orang yang mengakui sesuatu yang menyelisihi Al-Qur`an,  As-Sunnah dan ijma'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi 'Izzi mengatakan: "Wajib bagi pemerintah dan orang yang  memiliki kesanggupan untuk melenyapkan para dukun dan tukang ramal serta  permainan-permainan sihir sejenisnya seperti menggunakan garis di tanah  atau dengan kerikil atau undian. Dan mencegah mereka untuk duduk-duduk  di jalan dan memperingatkan mereka supaya jangan masuk ke rumah-rumah  orang. Cukuplah bagi orang yang mengetahui keharamannya lalu dia tidak  berusaha melenyapkannya padahal dia memiliki kesanggupan, (cukup  baginya) firman Allah:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Mereka tidak saling mengingkari perbuatan mungkar yang telah mereka kerjakan, amat buruklah apa yang telah mereka perbuat."&lt;/i&gt; (Al-Maidah: 79) (Syarah Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah hal. 342)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Da`imah (Lembaga Fatwa Kerajaan Arab Saudi) berkata: "Kaum  muslimin tidak boleh shalat di belakang mereka (para dukun) dan tidak  sah shalat di belakang mereka. Bila seseorang kemudian mengetahui hal  itu hendaklah dia meminta ampun kepada Allah dan mengulangi shalatnya."  (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah, 1/394). Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;Majalah Asy-Syari'ah&lt;/b&gt; Vol. II/ No. 16/1426 H/2005, halaman 34 - 37.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fsawj.atspace.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-5088105381827398463?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/5088105381827398463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/5088105381827398463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/sikap-seorang-muslim-terhadap-dukun.html' title='Sikap Seorang Muslim Terhadap Dukun'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4hLFPhQXb9g/T1YUCLzPuJI/AAAAAAAAAvQ/fpsJp4AsW_M/s72-c/dukunsantet.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-1875261011742274579</id><published>2012-03-05T04:11:00.000-08:00</published><updated>2012-03-05T04:11:31.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatawa'/><title type='text'>Kitab Yang Semestinya  Dipelajari Lebih Dulu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0lXJ1vnPJgY/T1Ss-d30l_I/AAAAAAAAAvA/yPWyMj5Mz6g/s1600/perpustakaan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-0lXJ1vnPJgY/T1Ss-d30l_I/AAAAAAAAAvA/yPWyMj5Mz6g/s1600/perpustakaan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Tanya      :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kitab      apakah yang anda anjurkan untuk dibaca oleh &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;pemuda&lt;/a&gt; yang sedang belajar?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jawab      :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya      anjurkan padanya apabila masih awal hendaklah membaca kitab &lt;strong&gt;Fiqhus Sunnah&lt;/strong&gt;      oleh Sayid Sabiq, sambil dibantu dengan sebagian kitab yang dijadikan rujukan,      seperti &lt;strong&gt;Subulus Salam&lt;/strong&gt;. Disamping itu jika dia memperhatikan kitab &lt;strong&gt;Tamamul      Minah&lt;/strong&gt; (berisi koreksi dan komentar terhdap kitab Fiqhus &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Sunnah&lt;/a&gt;) maka cara      ini lebih kuat dan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Saya      anjurkan juga kepadanya hendaklah membaca kitab &lt;strong&gt;Ar Raudhatun Nadiyah&lt;/strong&gt;      oleh Sidiq Hasan Khan. Adapun tafsir, maka wajib baginya untuk membiasakan      membaca kitab &lt;strong&gt;Tafsir Al Qur’an al Adhim&lt;/strong&gt;  oleh Ibnu katsir, walaupun      sebagian tafsir tersebut panjang  uraiannya. Sebab kitab tersebut paling sah,      benar pada zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian      untuk nasehat dan pelembut hati maka wajib baginya membaca kitab &lt;strong&gt;Riyadhus      Shalihin&lt;/strong&gt; oleh Imam nawani. Sedangkan untuk aqidah membaca &lt;strong&gt;Syarh Aqidah      Thohawiyah&lt;/strong&gt; oleh Ibnu Abil Izzi Al Hanafi, dalam memahami kitab tersebut      dibantu dengan komentar dan penjelasanku pada kitab tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab       secara umum untuk dibiasakan membacanya antara lain kitab-kitab  Syaikhul Islam      Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim al Jauziyah.  Saya meyakini bahwa keduanya      merupakan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;ulama&lt;/a&gt; langka di kalangan  kaum muslimin. Mereka berada dalam manhaj      salafus shalih baik dalam  pemahaman, takwa dan kebaikkannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Syaikh al Albani &lt;/span&gt;rahimahullah di majalah As      Shalah 5/15 Dzulhijjah 1413 hal 59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: salafyoon.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-1875261011742274579?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1875261011742274579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1875261011742274579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/kitab-yang-semestinya-dipelajari-lebih.html' title='Kitab Yang Semestinya  Dipelajari Lebih Dulu'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0lXJ1vnPJgY/T1Ss-d30l_I/AAAAAAAAAvA/yPWyMj5Mz6g/s72-c/perpustakaan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-7294394759348813546</id><published>2012-03-03T05:02:00.000-08:00</published><updated>2012-03-03T05:02:53.249-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Galau Yang Syar'i</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="hasCaption"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9MFIq98khIo/T1IV0yf4xtI/AAAAAAAAAu4/lIipDTlYmns/s1600/galau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-9MFIq98khIo/T1IV0yf4xtI/AAAAAAAAAu4/lIipDTlYmns/s1600/galau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_4f52133d54cc53456506165"&gt;&lt;b&gt;Lima Sebab Kegalauan Hidup yang Syar'i &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Bismillah,&lt;br /&gt;Sebab kegalauan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hidup&lt;/a&gt; itu ada lima macam dan seyogyanya seseorang merasakan kegalauan karena kelima macam tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;b&gt;PERTAMA :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan  sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut  diampuni atau tidak? Dalam keadaan tersebut dia harus selalu merasakan  kegalauan dan sibuk karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEDUA :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KETIGA :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi  kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada  masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEEMPAT :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia mengetahui bahwa Allah  menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari Kiamat, tetapi dia tidak  mengetahui ke manakah dia akan kembali (apakah ke Surga atau ke Neraka) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KELIMA :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang merasa galau dengan lima hal ini dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[(Tanbiihul Ghaafiliin (I/213), al Faqih as Samarqandy. Tahqiq 'Abdul  'Aziz al Wakil, Darus Syuruuq, 1410H) "Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il",  Penulis 'Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DOA SHAHIH PENGUSIR GALAU :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ،وَابْنُ عَبْدِكَ،وَابْنُ أَمَتِكَ،  نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ،  أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ  أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ،  أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ  الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ،  وَذَهَابَ هَمِّيْ.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika,  wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya  qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwalaka, sammayta bihi nafsaka, aw  anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awis ta’  tsar ta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robbii’a  qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan  anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu  berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan  setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau  turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu  atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt; ilmu&lt;/a&gt; ghaib di sisiMu,  hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di  dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [HR. Ahmad 1/391. Menurut  pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fbPhotoTagList" id="fbPhotoSnowliftTagList" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Catatan Fb teman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-7294394759348813546?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/7294394759348813546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/7294394759348813546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/galau-yang-syari.html' title='Galau Yang Syar&apos;i'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9MFIq98khIo/T1IV0yf4xtI/AAAAAAAAAu4/lIipDTlYmns/s72-c/galau.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-902336741475856926</id><published>2012-03-03T00:45:00.000-08:00</published><updated>2012-03-03T00:45:09.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>4 Keadaan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aq65VOeXq_o/T1HZs1iVcAI/AAAAAAAAAuw/O7gQc6F9MrU/s1600/safar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-aq65VOeXq_o/T1HZs1iVcAI/AAAAAAAAAuw/O7gQc6F9MrU/s1600/safar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kapan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Hukum&lt;/a&gt; asal bagi seorang wanita adalah tidak boleh bersafar atau  tinggal di suatu tempat yang jaraknya jarak safar, kecuali harus bersama  mahramnya. Dan mahram yang dimaksud di sini adalah lelaki dewasa yang  tidak boleh dinikahi selama-lamanya. Hanya saja, sebagaimana yang  dikatakan oleh para ulama, bahwa tidak ada satu hukum atau kaidahpun  kecuali pasti ada pengecualian padanya. Dan masalah ini di antaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, tahukah anda, kapan saja seorang wanita boleh melakukan safar  tanpa mahram? Berikut kami bawakan ucapan Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh  Al-Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Semua safar walaupun jaraknya dekat, maka seorang wanita wajib ditemani oleh mahramnya. Kecuali pada empat keadaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Jika mahramnya meninggal di tengah perjalanan, sementara dia telah jauh meninggalkan tempat asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Jika wanita itu wajib &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;berhijrah&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt; Jika dia berzina sehingga dia dihukum dengan pengasingan (pengusiran), sementara dia tidak mempunyai mahram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat:&lt;/b&gt; Jika hakim mengharuskan untuk mendatangkan dia setelah  tuduhan dijatuhkan kepadanya, sementara dia tidak berada di situ ketika  itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;[Diterjemahkan dari Al-Muntaqa Min Fara`id Al-Fawa`id hal. 44-45]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekedar sebagai tambahan penjelasan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kedua dimana ketika dia wajib berhijrah adalah semisal ada  wanita yang masuk &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Islam&lt;/a&gt; di negeri kafir, dan terpenuhi padanya kemampuan  untuk berhijrah sehingga dia wajib berhijrah dari negeri kafir menuju  negeri Islam. Hanya saja ketika itu dia tidak mempunyai mahram. Maka dia  tetap diwajibkan berhijrah walaupun tanpa disertai mahram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ketiga maksudnya jika wanita itu belum menikah. Karena jika  dia telah menikah maka hukum had baginya adalah rajam dan bukan  pengasingan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Muawiah&lt;br /&gt;www.al-atsariyyah.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-902336741475856926?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/902336741475856926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/902336741475856926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/4-keadaan-wanita-boleh-safar-tanpa.html' title='4 Keadaan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aq65VOeXq_o/T1HZs1iVcAI/AAAAAAAAAuw/O7gQc6F9MrU/s72-c/safar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-8471867308126203339</id><published>2012-03-02T14:29:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T14:29:59.963-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Perkara Perkara Yang Diridhai dan Dibenci</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mO2dqs9hzYc/T1FJaBv-DII/AAAAAAAAAuo/BvQV7-YpJEA/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-mO2dqs9hzYc/T1FJaBv-DII/AAAAAAAAAuo/BvQV7-YpJEA/s1600/pohon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Semua keyakinan, ucapan, ataupun amalan  yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya baik yang sifatnya wajib  maupun &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;sunnah&lt;/a&gt;, semuanya dicintai dan diridhai oleh Allah. Sebaliknya  semua keyakinan, ucapan ataupun amalan yang dilarang dan bertentangan  dengan syari'at, maka itu semuanya dibenci oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini akan disebutkan dan dijelaskan beberapa amalan yang diridhai dan beberapa amalan yang dibenci oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, bahwasanya Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا  وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثًا: فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلاَ  تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا  وَلاَ تَفَرَّقُوْا، وَأَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ أَمْرَكُمْ، -  وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثًا - قِيْلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ،  وَإِضَاعَةَ الْمَالِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah ridha untuk kalian tiga  perkara dan benci untuk kalian tiga perkara: (1). Allah ridha untuk  kalian agar kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya  dengan sesuatu apapun. (2). Agar kalian seluruhnya berpegang teguh  dengan agama Allah dan janganlah kalian berpecah belah. (3). Hendaklah  kalian saling memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengurusi  urusan kalian (yakni penguasa kaum muslimin). -Dan Allah benci untuk  kalian tiga perkara- : (1). Qiila wa Qaal (dikatakan dan katanya), (2).  banyak meminta dan bertanya, dan (3). menyia-nyiakan harta."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim dalam &lt;i&gt;Shahiih&lt;/i&gt;-nya &lt;i&gt;Kitaabul Aqdhiyaa` Baab An-Nahyu 'an Katsratil Masaa`il&lt;/i&gt; no.1715, Al-Imam Malik dalam &lt;i&gt;Al-Muwaththa` Kitaabul Kalaam Baab Maa Jaa`a fii Idhaa'atil Maal&lt;/i&gt; no.20, dan Al-Imam Ahmad 2/367)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Kosakata yang Ada dalam Hadits&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ridha dan benci adalah dua sifat yang layak untuk Allah sesuai dengan  keagungan-Nya, yang tidak serupa dengan sifat-sifat makhluk-Nya. Inilah  salah satu aqidah ahlus sunnah wal jama'ah. Mereka mengimani dan  menetapkan nama-nama dan sifat-sifat untuk Allah sebagaimana yang Dia  tetapkan dalam kitab-Nya dan yang Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tetapkan dalam sunnahnya. Tanpa &lt;b&gt;&lt;i&gt;tahriif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (mengganti lafazh maupun maknanya dengan makna yang bathil), &lt;b&gt;&lt;i&gt;ta'thiil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (menolak sebagian atau seluruh sifat-sifat Allah), &lt;b&gt;&lt;i&gt;takyiif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (menanyakan bagaimana hakikatnya), dan tanpa &lt;b&gt;&lt;i&gt;tamtsiil&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (menyerupakan atau menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ibadah, secara bahasa artinya ketundukan dan merendahkan diri yang  disertai dengan rasa cinta. Adapun secara istilah adalah suatu nama yang  mencakup seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah berupa  perkataan dan amalan baik yang zhahir maupun yang bathin. Maka seluruh  yang Allah perintahkan baik yang wajib maupun yang sunnah, maka itu  adalah ibadah. Sedangkan menyerahkannya kepada selain-Nya adalah  kesyirikan.&lt;br /&gt;- Kesyirikan adalah menjadikan tandingan untuk Allah pada sesuatu dari  perkara ibadah, di mana seorang hamba menyerahkan salah satu dari jenis  ibadah kepada selain Allah. Maka setiap keyakinan, ucapan atau amalan  yang telah tetap bahwasanya hal itu diperintahkan oleh syari'at maka  menyerahkannya hanya untuk Allah semata merupakan tauhid, keimanan dan  keikhlasan. Sedangkan menyerahkannya kepada selain-Nya adalah  kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berpegang teguh dengan tali Allah artinya berpegang teguh dengan  apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah berupa Al-Kitab (Al-Qur`an) dan  As-Sunnah. Tentunya dengan pemahaman salafush shalih, generasi awal  ummat Islam dari kalangan shahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in serta  orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Qiila wa Qaal artinya pembicaraan dalam perkara yang bathil dan yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;- Banyak meminta dan bertanya artinya memperbanyak pertanyaan dan  permintaan kepada manusia dan membahas pertanyaan dan permasalahan yang  belum terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyia-nyiakan harta artinya membiarkannya tanpa dipergunakan dan  menelantarkannya, menyalahgunakannya dan melalaikannya, serta  menyengajanya untuk dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makna Global &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Hadits&lt;/a&gt; Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini terdapat enam petunjuk nabawi yang agung, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; Perintah untuk Bertauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yakni anjuran dan perintah untuk bertauhid yang bersih dari kesyirikan  dan perintah agar melaksanakan hak Allah yang paling agung dan kewajiban  Islam yang paling agung yaitu mengesakan Allah semata dalam ibadah.  Yang hal ini merupakan tujuan diciptakannya jin dan manusia. Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Adz-Dzaariyaat:56)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga menjauhi kesyirikan dalam beribadah kepada-Nya. Maka janganlah  seorang hamba menyekutukan Allah dengan seorang pun dari makhluk-Nya.  Janganlah dia menjadikan tandingan untuk Allah dalam do'a, istighatsah  (meminta pertolongan untuk menghilangkan marabahaya dan kesulitan),  sembelihan, nadzar, harapan, rasa takut, tawakkal dan yang lainnya dari  jenis ibadah. Karena perkara-perkara ini adalah hak khusus untuk Allah,  yang Dia tidak ridha disekutukan dalam perkara-perkara tersebut baik  dengan seorang malaikat yang terdekat ataupun dengan seorang nabi yang  diutus. Apalagi selain mereka yang bukan malaikat ataupun nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; Berpegang Teguh dengan Tali Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berpegang teguh dengan apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  berupa Al-Kitab dan As-Sunnah. Dan juga pengajaran Rasulullah dari  masalah aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Maka tidak ada keluasan  bagi seorang muslim manapun, individu, kelompok, dan masyarakat manapun,  serta penguasa atau rakyat manapun untuk keluar dari sesuatu yang  merupakan pokok-pokok Islam ataupun cabang-cabangnya. Bahkan wajib atas  semuanya untuk beriman, berpegang teguh dan komitmen secara sempurna  terhadap seluruh yang dibawa oleh penutup para nabi dan pemimpin para  rasul serta mendahulukannya di atas seluruh ucapan dan petunjuk yang  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berhukum kepada apa-apa yang dibawa oleh beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pada seluruh aspek kehidupan. Memurnikan ketaatan dan mutaba'ah (mengikuti) kepada beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  dalam seluruh perkara agama yang kecilnya maupun yang besarnya. Serta  menjauhi seluruh bid'ah, pemikiran yang menyimpang dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini semuanya �bukan dengan lainnya- akan bersatulah perkaranya  kaum muslimin dan akan tegaklah persatuan mereka yang diidam-idamkan.  Serta akan terbuktilah atas mereka semuanya bahwasanya mereka adalah  orang-orang yang berpegang teguh dengan tali Allah. Realita inilah yang  diinginkan oleh Allah dan yang dibebankan-Nya kepada ummat Islam. Bukan  persatuan politik yang disertai dengan adanya perbedaan aqidah, hawa  nafsu dan tujuan-tujuan. Karena sesungguhnya gambaran seperti ini dengan  berkumpulnya berbagai golongan walaupun lengkap, akan tetapi pada  hakikatnya ini adalah jauh dari kebenaran, bahkan hal ini masuk dalam  firman-Nya,&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="arab" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mengira mereka bersatu padahal hati-hati mereka berpecah-belah."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al-Hasyr:14)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; Menasehati Penguasa Kaum Muslimin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan sempurna dengan adanya kerjasama dengan mereka di atas  kebenaran. Mentaati mereka, memerintahkan, memberitahu dan mengingatkan  mereka dengan lemah lembut. Menasehati mereka apabila lalai, berbuat  kezhaliman dan kemaksiatan. Semuanya ini dilakukan dengan cara yang  syar'i yakni menasehati mereka tidak dengan cara terang-terang di depan  umum ataupun di mimbar-mimbar umum. Akan tetapi menasehatinya dengan  diam-diam/tersembunyi atau dengan empat mata, dengan surat atau cara  lainnya yang disyari'atkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh memberontak kepada mereka. Demikian juga tidak boleh  demonstrasi karena cara ini merupakan cara-caranya orang kafir dan akan  menimbulkan kemudharatan yang besar yaitu kekacauan dan keributan  diakibatkan penentangan masyarakat yang terang-terangan tersebut.&lt;br /&gt;Melaksanakan shalat di belakang mereka, berjihad bersama mereka dan  menyerahkan zakat kepada mereka yakni dalam hal pengurusannya.&lt;br /&gt;Tidak memberontak dengan mengangkat pedang kepada mereka apabila muncul  dari mereka tindakan kezhaliman ataupun jeleknya akhlak mereka. Akan  tetapi kita mendo'akan kebaikan untuk mereka, menasehati mereka dengan  cara yang syar'i dan tetap taat kepada mereka dalam perkara yang ma'ruf.  Dan tidak boleh memperdayakan dan menipu mereka dengan memberikan  pujian yang dusta kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; Dilarangnya Qiila wa Qaal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pembicaraan dalam perkara yang bathil, menyebarkan kekejian,  menyebarkan berita-berita burung (berita-berita yang belum jelas  kebenarannya), dan menyebarkan berita-berita yang dusta. Cukuplah  seseorang dikatakan telah berdusta apabila menceritakan setiap apa yang  didengarnya. Demikian juga tenggelam dalam menggambarkan  permasalahan-permasalahan yang belum terjadi dan berusaha menjawabnya  sebelum terjadinya. Karena sesungguhnya hal ini akan memalingkan kaum  muslimin dari mempelajari Al-Kitab dan As-Sunnah dan akan menyibukkan  mereka dari menghafal dalil-dalil dari keduanya dan memahami keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima,&lt;/i&gt; Dilarangnya Banyak Meminta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini mencakup meminta apa-apa yang dimiliki oleh manusia berupa  harta dan lainnya, dan juga mencakup meminta agar dipenuhi kebutuhannya  melalui mereka. Hal ini tidak layak bagi seorang muslim yang  menginginkan agar Allah menjadikannya seorang yang mulia lagi terpuji.&lt;br /&gt;Maka meminta kepada manusia pada asalnya diharamkan dan tidak boleh  kecuali dalam keadaan darurat. Ada tiga kerusakan/bahaya di dalam  permasalahan meminta kepada manusia yang bukan dalam keadaan terpaksa,  yaitu:&lt;br /&gt;1. Adanya sikap membutuhkan kepada selain Allah dan ini termasuk satu jenis dari kesyirikan&lt;br /&gt;2. Menyakiti dan memberatkan orang yang diminta dan ini termasuk satu jenis dari kezhaliman terhadap makhluk&lt;br /&gt;3. Merendahkan diri kepada selain Allah dan ini termasuk kezhaliman terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;Untuk itu hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk tidak meminta  kepada manusia kecuali dalam keadaan terpaksa atau memang sangat kita  butuhkan. Sebaliknya bagi yang mampu hendaklah membantu saudaranya  ketika melihat saudaranya memang membutuhkan bantuan. Baik dengan  hartanya, tenaganya ataupun pikirannya sesuai dengan kebutuhannya.  Sehingga dengan ini akan terwujudlah ta'awun dan ukhuwwah antar sesama  muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Allah akan menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim no.2699 dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya seorang mukmin bagi mukmin lainnya ibaratnya sebuah bangunan, bagian yang satu menguatkan bagian yang lainnya."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Al-Bukhariy no.481 dari Abu Musa Al-Asy'ariy &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan dilarangnya meminta ini apabila orang yang diminta itu  hidup dan mampu untuk mengabulkan permintaan tersebut. Maka bagaimana  pendapatmu tentang meminta kepada orang yang mati dan ghaib (tidak ada  di tempat dan tidak bisa dijangkau oleh pancaindera ataupun alat  komunikasi) yang tidak mampu mengabulkannya kecuali Allah?!? Sungguh,  ini adalah benar-benar suatu kesyirikan yang nyata kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan ini juga mencakup larangan banyak bertanya yang sifatnya  ilmiyyah. Lebih khusus lagi apabila dimaksudkan dengannya untuk  memberatkan orang yang ditanya, mengujinya, menunjukkan perselisihan  dengannya atau untuk berdebat dengan kebathilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga masuk dalam larangan ini adalah tenggelam dalam pertanyaan  mengenai permasalahan-permasalahan yang belum terjadi dan hampir  mustahil terjadinya serta meminta jawaban-jawabannya. Seperti  pertanyaan, &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemanakah kita menghadap ketika shalat apabila Allah mengangkat Ka'bah ke langit?"&lt;/i&gt; Dan pertanyaan lainnya yang sejenis yang tidak bermutu dan tidak berfaedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keenam,&lt;/i&gt; Dilarangnnya Menyia-nyiakan Harta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya harta itu adalah nikmat dari Allah. Harta bisa  digunakan untuk membantu dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Untuk  jihad fi sabiilillaah dan untuk membantu orang-orang muslim yang berhak  menerimanya dari kalangan &lt;i&gt;fuqaraa`&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;masaakiin&lt;/i&gt; (orang-orang miskin), karib kerabat dan selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi seorang muslim untuk bersyukur kepada Rabbnya atas  nikmat ini dan menjaganya agar jangan sampai hilang dan tersia-siakan.  Tidak membelanjakannya kecuali di jalan yang Allah syari'atkan atau yang  dibolehkan-Nya. Dan tidak boleh baginya untuk membelanjakannya di jalan  syaithan dan kemaksiatan sebagaimana tidak boleh baginya untuk  membiarkan nikmat ini tanpa digunakan dan menyengaja untuk dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faedah-Faedah Hadits Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diantara faedah-faedah hadits ini adalah:&lt;br /&gt;1. Wajibnya melaksanakan ibadah kepada Allah sesuai dengan cara yang diinginkan-Nya&lt;br /&gt;2. Wajibnya menjauhi segala macam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;kesyirikan&lt;/a&gt;, yang kecilnya maupun yang besarnya&lt;br /&gt;3. Wajibnya berpegang teguh dengan tali Allah yaitu Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; baik Al-Kitab maupun As-Sunnah pada seluruh segi kehidupan&lt;br /&gt;4. Haramnya berpecah belah dan wajib bagi kaum muslimin bersatu di atas kebenaran&lt;br /&gt;5. Wajibnya menasehati penguasa kaum muslimin dan bekerjasama dengan mereka di atas kebenaran dan kebaikan&lt;br /&gt;6. Haramnya Qiila wa Qaal&lt;br /&gt;7. Haramnya meminta kepada makhluk kecuali dalam perkara yang disanggupi  oleh mereka dan dalam keadaan mendesak/terpaksa, sedangkan yang paling  utama adalah tawakkal dan bersabar&lt;br /&gt;8. Haramnya menyia-nyiakan dan membuang harta.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallaahu A'lam bish-Shawaab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari &lt;i&gt;Mudzakkiratul Hadiits An-Nabawiy fil 'Aqiidah wal ittibaa'&lt;/i&gt; hadits ke-11, karya Asy-Syaikh Al-'Allaamah Rabi' bin Hadi Al-Madkhaliy &lt;i&gt;Hafizhahullaahu Ta'aalaa&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://fdawj.atspace.org/awwb/th4/4.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-8471867308126203339?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8471867308126203339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8471867308126203339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/perkara-perkara-yang-diridhai-dan.html' title='Perkara Perkara Yang Diridhai dan Dibenci'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mO2dqs9hzYc/T1FJaBv-DII/AAAAAAAAAuo/BvQV7-YpJEA/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-3929729796711150755</id><published>2012-03-02T05:03:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T05:03:37.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Batasan Dalam Istilah Salaf</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PK8lBzLdY7A/T1DEfxtFt-I/AAAAAAAAAug/pslZu2ujrbw/s1600/majjid_nabawi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-PK8lBzLdY7A/T1DEfxtFt-I/AAAAAAAAAug/pslZu2ujrbw/s1600/majjid_nabawi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;A. Makna Salaf&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; sering diucapkan. Maksudnya adalah generasi pertama dari kalangan &lt;em&gt;sahabat&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;tabi’in&lt;/em&gt; (generasi pasca &lt;em&gt;sahabat&lt;/em&gt;) yang berada di atas &lt;em&gt;fitrah&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;dien&lt;/em&gt;/agama) yang selamat dan bersih dengan wahyu Allah. Mereka menyandarkan &lt;em&gt;aqidah&lt;/em&gt;  kepada Alqur’an dan Assunnah yang suci. Pemikiran mereka belum ternodai  dengan pemahaman-pemahaman filsafat asing. Mereka telah berlalu sebelum  pengaruh filsafat-filsafat tersebut merusak kaum muslimin. Untuk  mengetahui batasan &lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt;, maka kita harus mengetahui batasan jaman dan &lt;em&gt;manhaj&lt;/em&gt; mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;B. Batasan Jaman&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun batasan jaman mereka adalah 3 generasi yang pertama yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah &lt;em&gt;Sholallahu ‘Alaihi Wassallam&lt;/em&gt;. Untuk keutamaan mereka Rasulullah &lt;em&gt;Sholallahu ‘Alaihi Wassallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Sebaik-baiknya  kalian adalah generasiku (para Sahabat) kemudian orang-orang sesudah  mereka (tabi’in) kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in)"&lt;/em&gt; (Hadits Riwayat Imam Bukhary dalam Shahihnya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian  itu dikarenakan segala kebaikan yang ada pada diri mereka, dan di masa  mereka kelompok-kelompok sesat belum menampakkan permusuhan dan belum  menguasai kaum muslimin sebagaimana yang terjadi sesudah mereka tiada.  Berarti yang dimaksud &lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt; menurut tinjauan sejarah adalah para &lt;em&gt;sahabat&lt;/em&gt; Nabi, kemudian &lt;em&gt;tabi’in&lt;/em&gt;, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka secara kebaikan (&lt;em&gt;tabi’ut tabi’in&lt;/em&gt;).&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;C. Batasan Manhaji&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun batasan &lt;em&gt;manhaji&lt;/em&gt;  adalah orang-orang yang konsisten memegang prinsip-prinsip Al Qur’an dan  As Sunnah, mengutamakan prinsip tersebut di atas prinsip-prinsip akal  manusia dan mengembalikan semua permasalahan yang diperselisihkan kepada  keduanya, berdasarkan firman Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wata’ala&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Kemudian  jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada  Allah (Alqur’an) dan Rasulullah (Assunnah) jika kalian benar-benar  beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik  (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya"&lt;/em&gt;(An Nisa:59)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inilah &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;keistimewaan&lt;/a&gt; yang dimiliki oleh mereka (&lt;em&gt;Ahlus Sunnah&lt;/em&gt;). Karena kelompok-kelompok yang menyelisihi mereka dengan berbagai macam bentuknya adalah tidak konsisten di atas &lt;em&gt;manhaj&lt;/em&gt; (jalan) ini. Kelompok yang lain menolak sebagian hadits-hadits, walaupun hadits tersebut shahih dan men&lt;em&gt;takwil&lt;/em&gt;kan  ayat-ayat yang sudah jelas dengan menyangka bahwa semuanya bertentangan  dengan akal sebagaimana terjadi pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang  berkaitan dengan sifat-sifat Allah. Sebab tidak ada yang menetapkan  secara &lt;em&gt;lahiriyah&lt;/em&gt; dan menafikan &lt;em&gt;tasybih&lt;/em&gt; (penyerupaan kepada makhluknya) kecuali ulama &lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt; dan orang-orang yang mengikuti mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Orang-orang  yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang  Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,  Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah  menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di  bawahnya mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang  besar"&lt;/em&gt;(At taubah:100)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang-orang yang telah dijelaskan dalam ayat tersebut dengan sifat-sifatnya adalah &lt;em&gt;Salafus Shalih&lt;/em&gt;. Adapun orang-orang (generasi) setelahnya dan menempuh jalan yang ditempuh mereka maka dinisbahkan kepada mereka dengan huruf &lt;em&gt;"ya"&lt;/em&gt;, nisbahnya menjadi &lt;em&gt;Salafy&lt;/em&gt;. Adapun orang-orang yang datang setelahnya dan tidak mengikuti jalan mereka, mereka adalah&lt;em&gt; khalaf&lt;/em&gt; dan mereka bangga dengan keadaan yang demikian itu. Mereka memisahkan jalan mereka sendiri dari jalan &lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt;,  khususnya dalam hal menetapkan Sifat-sifat Allah. Bukti nyatanya yang  demikian itu ada dalam makalah-makalah mereka yang menyatakan jalan &lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt; adalah selamat dan jalan &lt;em&gt;khalaf&lt;/em&gt; adalah lebih berilmu dan lebih lurus. Makalah ini serta ke&lt;em&gt;batil&lt;/em&gt;annya sangat &lt;em&gt;mahsyur&lt;/em&gt; (terkenal). Dan juga dibawakannya makalah ini sebagai bukti pengakuan orang-orag &lt;em&gt;khalaf&lt;/em&gt; bahwa mereka bukan di atas jalan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;Salaf&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, dan bahwasanya jalannya &lt;em&gt;Khalaf&lt;/em&gt; lebih berilmu dan lebih lurus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membatalkan ungkapan ini dan menetapkan bahwa jalan &lt;em&gt;Salaf &lt;/em&gt;adalah  menghimpun segala sifat-sifat yang baik. Maka dari itu, JALAN MEREKA  (SALAFUS SHALIH) adalah LEBIH SELAMAT, ILMIYAH, DAN LURUS.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ditulis oleh: Syaikh Muhammad Bin Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Dinukil dari kitab "Adwa’un ‘ala Kutubis Salafi fil-Aqidati"&lt;br /&gt;Judul Indonesia "Berkenalan Dengan Salaf"&lt;br /&gt;Penerbit Maktabah Salafy Press &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;         Sumber: ghuroba.blogsome.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-3929729796711150755?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/3929729796711150755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/3929729796711150755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/batasan-dalam-istilah-salaf.html' title='Batasan Dalam Istilah Salaf'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PK8lBzLdY7A/T1DEfxtFt-I/AAAAAAAAAug/pslZu2ujrbw/s72-c/majjid_nabawi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-7532448923817055187</id><published>2012-03-01T04:45:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T04:45:25.141-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyatun Nafs'/><title type='text'>Mengenal 11 Tanda Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Aqzzh66yZ7Y/T09vFy7hoxI/AAAAAAAAAuY/lF3BzItVOP8/s1600/cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-Aqzzh66yZ7Y/T09vFy7hoxI/AAAAAAAAAuY/lF3BzItVOP8/s200/cinta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;span class="question"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa tanda cinta Allah kepada seorang hamba? Dan  bagaimana seorang hamba dalam kondisi yakin sepenuhnya bahwa Allah Jalla  Wa Ala mencintainya dan rido sepenuhnya kepada hamba ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawab:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Sungguh anda telah bertanya dengan pertanyaan      nan agung, urusan nan mulia,&amp;nbsp; tidak ada yang dapat menggapainya melainkan      diantara hamba-hamba yang sholeh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Cinta kepada Allah adalah posisi yang      orang-orang pada berlomba-lomba. Kepadanya orang-orang bekerja dan orang      menyingsingkan baju untuk menggapai ilmunya, kepadanya berbagai macam cara      (dilakukannya) dengan ruh nan harum orang-orang ahli ibadah merasa tenang.      Ia adalah bekal hati dan makanan ruh. Pelipur mata dan orang-orang yang      tercinta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Ia adalah kehidupan, barangsiapa yang      terhalang (untuk mendapatkannya) maka dia termasuk kategori orang yang mati.      (Ia adalah) Cahaya barangsiapa yang kehilangan, maka dia di lautan      kegelapan. Ia obat barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka dihatinya      banyak penyakit. Ia adalah kenikmatan, berangsiapa yang tidak      mendapatkannya, maka seluruh kehidupannya adalah gelisah dan sakit.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Dan ia adalah ruh keimanan dan amal      perbuatan, posisi dan kondisi. Kapan saja ia hilang darinya, maka bagaikan      tubuh tanpa ruh. Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Anda      cintai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Kecintaan kepada Allah ada tanda dan      sebab-sebabnya bagaikan kunci untuk pintu, diantara sebab-sebab itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;b&gt;1. Mengikuti petunjuk Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman      dalam KitabNya nan Mulia, ‘Katakanlah:      "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah      mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha      Penyayang.’ SQ. Ali Imron: 31. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;b&gt;2-5. Tunduk terhadap orang-orang mukmin dan merasa      jaya terhadap orang-orang kafir serta berjihad di jalan Allah dan tidak      takut melainkan kepadaNya Subhanahu wa Ta'ala. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menyebtkan sifat-sifat ini      dalam satu ayat. Allah berfirman: &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          يا أيها الذين آمنوا من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي الله بقوم      يحبهم ويحبونه أذلة على المؤمنين أعزة على الكافرين يجاهدون في سبيل الله ولا      يخافون لومة لائم&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Hai      orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari      agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai      mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang      yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad      dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.”      SQ. Al-Maidah: 54. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;ayat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; ini, Allah menyebutkan      sifat-sifat kaum yang dicintai. Sifat pertama adalah tawadhu’ (rendah hati)      dan tidak sombong kepada orang Islam. Dan mereka merasa jaya (lebih tinggi)      kepada orang-orang kafir. Jangan hina dan merendah kepada mereka. Mereka      berjihad di jalan Allah. Berjihad kepada syetan, orang-orang kafir,      orang-orang munafik, orang fasik, jihad pada diri sendiri. Dan mereka tidak      takut terhadap celaan orang yang mencela. Ketika telah menunaikan      perintah-perintah agamanya, maka tidak terpengaruh siapa yang menghina atau      mencelanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Menunaikan yang sunnah-sunnah. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah      Ta’ala berfirman dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hadits&lt;/a&gt; Qudsi: ‘Dan hambaKu senantiasa mendekatkan      diri kepadaKu dengan sunnah-sunnah sampai Saya mencintainya.’ Diantara yang      sunnah-sunnah itu adalah sunnah shalat, shadaqah, umrah, haji dan puasa.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;7-10. cinta, saling mengunjungi, saling      memberi dan saling memberi nasehat karena Allah. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telah ada sifat-sifat ini dalam satu hadits      dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Tuhannya      Azza Wa Jalla berfirman: “Telah terealisasi kecintaan-Ku untuk orang-orang      yang mencintai karena-Ku. Telah terealisasi kecintaan-Ku bagi orang-orang      yang saling berkunjung karena-Ku. Dan telah terealisasi kecintaan-Ku kepada      orang yang saling memberi karena-Ku, dan telah terealisasi kecintaan-Ku bagi      orang-orang yang saling menyambung karena diri-Ku.’ HR. Ahmad, 4/386. Dan      5/236. Dan ‘Tanasuh karangan Ibnu Hibban, 3/338. Dan dishohehkan kedua      hadits Syekh Al-Bany di shoheh At-Targib wa At-Tarhib, 3019, 3020, 3021.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Makna ‘Al-Mutazawirina fiyya’ yakni      berkunjung sebagian kepada sebagian lainnya dikarenakan untukNya, mencari      keredoanNya dikarenakan kecintaan kepadaNya atau saling membantu dalam      ketaatan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Ungkapan firman tabaroka Wa Ta’ala ‘Wal      mutabazilin Fiyya’ yakni mengdermakan dirinya dalam menggapai keredoanNya.      Dengan sepakat berjihad kepada musuh-Nya atau selain dari itu dari apa yang      diperintahkannya. Selesai dari kitab ‘AL-Muntaqa Syarkh Al-Muwato’ hadits      no. 1779. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Ujian, musibah dan cobaan untuk seorang      hamba. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah merupakan tanda kecintaan Allah kepadanya. Yang mana ia      seperti obat, meskipun pahit, akan tetapi anda hidangkan kepada pahitnya itu      kepada orang yang anda cintai. –Maha suci Allah dari contoh yang agung-      dalam hadits shoheh: &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          " إنَّ عِظم الجزاء من عظم البلاء ، وإنَّ الله عز وجل إذا أحب      قوماً ابتلاهم ، فمن رضي فله الرضا ، ومن سخط فله السخط " رواه الترمذي ( 2396      ) وابن ماجه ( 4031      )&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agungnya balasan dari besarnya      cobaan. Dan sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla ketika mencintai suatu kaum,      maka Dia akan diujinya. Barangsiapa yang redo, maka dia mendapatkan      keredoaan. Barangsiapa yang murka, maka dia mendapatkan kemurkaan. HR.      Tirmizi, 2396 dan Ibnu Majah, 4031 dan dishohehkan oleh Al-Albany.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Turunnya ujian itu kebaikan untuk orang      mukmin daripada disimpan untuk siksaan di akhirat. Bagaimana tidak, karena      di dalamnya dapat meninggikan derajat dan menghapus kesalahan. Nabi      sallallahu’alaihi wa sallam:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          إذا أراد الله بعبده الخير عجَّل له العقوبة في الدنيا ، وإذا      أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبـــه حتى يوافيه به يوم القيامة " رواه الترمذي      (2396) و صححه الشيخ الألباني&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;“Kalau Allah menghendaki kebaikan kedapa      hambaNya, maka akan disegerakan hukumannya di dunia, kalau mengingikan      kepada hambaNya kejelekan, maka ditahan (siksanya) dikarenkan dosanya sampai      terpenuhi nanti di hari kiamat.” HR. Tirmizi, 2396. Dishohehkan oleh Syekh      AL-Albny. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Ahli ilmu menjelaskan bahwa siksa yang      ditahan adalah orang munafik, karena Allah menahannya di dunia agar      ditunaikan secara sempurna dosanya nanti di hari kiamat. Ya Allah jadikanlah      kami termasuk orang-orang yang Anda cintai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Kalau Allah telah mencintai anda, maka anda      jangan bertanya kebaikan yang akan anda peroleh. Keutamaan yang akan anda      dapatkan. Cukup bagi anda bahwa anda termasuk kekasih Allah. Diantara buah      yang agung kecintaan Allah kepada hambaNya adalah berikut ini:      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; kecintaan orang kepadanya dan      mendapatkan penerimaan di bumi. Sebagaimana dalam hadits Bukhori, 3209.     &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          إذا أحبَّ الله العبد نادى جبريل إن الله يحب فلاناً فأحببه      فيحبه جبريل فينادي جبريل في أهل السماء إن الله يحب فلانا فأحبوه فيحبه أهل      السماء ثم يوضع له القبول في الأرض      "&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Allah mencintai seorang hamba, Jibril      menyeru ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka      Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru penduduk langit, ‘Sesungguhnya      Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia. Maka penduduk langit      mencintainya. Kemudian ditaruh baginya penerimaan di bumi.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; apa yang disebutkan oleh Allah      Subhanahu dalam hadits Qudsi dari keutamaan-keutamaan nan agung yang      didapatkan oleh orang dicintainya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;          فعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى      اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا      فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ      أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي      يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ      كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ      وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ      سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ وَمَا      تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ      يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ " رواه البخاري 6502&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata,      Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah      berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Saya izinkan      kepadanya untuk memeranginya. Dan apa yang (dipersembahkan) hambaKu dengan      mendekatkan diri dengan sesuatu yang lebih Saya cintai dari apa yang Saya      wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasas mendekatkan diri kepada-Ku      dengan (ibadah-ibadah) sunnah sampai Saya mencintainya. Kalau sudah Saya      cintai, maka Saya (memberikan taufik) kepada pengdengarannya yang digunakan      untuk mendengar. Dan penglihatannya yang digunakan untuk melihat. Tangannya      yang digunakan untuk memukul. Dan kakinya yang digunakan untuk berjalan.      Kalau dia meminta kepadaKu, (pasti) akan Saya beri. Kalau dia meminta      perlindungan kepadaKu, pasati akan Saya lindungi. Dan Saya tidak      mengakhirkan serta berhenti seperti berhenti keraguan dalam urusan Saya yang      melakukannya kecuali ketika mencabut jiwa hambaKu orang mukmin, (Saya      berhenti agar mudah dan hatinya condong untuk rindu menggapai jalan      orang-orang yang mendekatkan diri di golongan orang-orang tinggi      (kedudukannya). Dan Saya tidak ingin menyakitinnya (dengan mencabut nyawanya      agar mendapatkan rakmat dan pengampunan dan menikmati kenikmatan surga). HR.      Bukhori, 6502. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Hadits&lt;/a&gt; Qudsi ini mengandung berbagai macam      manfaat terkait kecintaan Allah kepada hambaNya: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Saya      pendengarannya yang digunakan untuk mendengar, maksudnya adalah tidak      mendengarkan kecuali apa yang dicintai oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     ‘Dan      penglihatannya yang digunakan untuk melihat’ yakni tidak melihat kecuali apa      yang dicintai oleh Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     ‘Tangannya      yang digunakan untuk memukul’ yakni tangannya tidak digunakan kecuali apa      yang Allah redoi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     ‘Kakinya yang      digunakan untuk melangkah’ maka tidak pergi kecuali apa yang Allah cintai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     ‘Kalau dia      memintaku, pasti akan Saya berikan’ maka doanya di dengarkan dan      permintaannya akan dikabulkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     ‘Kalau dia      meminta perlindunganKu, maka akan Saya lindungi’ dia terjanga dengan      penjagaan Allah dari segala kejelekan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     &lt;br /&gt;Kami memohon kepada Allah agar mendapatkan      taufik dan keredoan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Wallahu’alam      . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: islamqa.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-7532448923817055187?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/7532448923817055187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/7532448923817055187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/mengenal-11-tanda-cinta.html' title='Mengenal 11 Tanda Cinta'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Aqzzh66yZ7Y/T09vFy7hoxI/AAAAAAAAAuY/lF3BzItVOP8/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-435276824380866215</id><published>2012-03-01T02:54:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T02:54:03.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Mereka Tidak Bisa Membedakan Antara Salafi dan Teroris</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6x8un7LNH6w/T09VNlFNPFI/AAAAAAAAAuQ/3YUXOc1Sa4M/s1600/islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-6x8un7LNH6w/T09VNlFNPFI/AAAAAAAAAuQ/3YUXOc1Sa4M/s1600/islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;BENARKAH MEREKA TIDAK BISA MEMBEDAKAN ANTARA SALAFI DAN TERORIS DI ERA KETERBUKAAN INFORMASI IN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;[SEBUAH JAWABAN SINGKAT UNTUK BPK. AGUS MAFTUH ABEGEBRIEL , PROF. SAID  AGIL SIROJ (Ketua NU berpaham SYI’AH), SYAIKH IDAHRAM dan METRO TV]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tabaraka wa ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ  وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu  setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka  satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk  menipu (manusia)” [Al-An’am: 112]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Katsir  rahimahullah berkata, “Dan perkataan Allah Ta’ala, “Mereka satu sama  lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu  (manusia)”, maknanya adalah mereka mengatakan kepada yang lainnya ucapan  yang dihiasi (dengan kata-kata yang menipu), sehingga membuat orang  bodoh yang mendengarnya tertipu.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/321]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperburuk citra Ahlus Sunnah wal Jama’ah Salafiyin di mata ummat dan  mengait-ngaitkan dengan aksi Terorisme, sebetulnya bukan baru sekarang  ini dilakukan oleh orang-orang yang terusik dengan semakin tersebarnya  dakwah kepada tauhid dan sunnah. Berbagai cara mereka lakukan untuk  menjatuhkan dakwah yang mulia ini, tidak peduli walau harus berdusta,  baik secara terang-terangan maupun dengan cara halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  terang-terangan seperti yang dilakukan oleh Syaikh Idahram dan didukung  penuh oleh Prof. Said Agil Siraj [Ketua NU berpaham SYI’AH] baik dalam  pernyataan-pernyataannya maupun dalam buku “Sejarah Berdarah,” yaitu  tuduhan dusta mereka bahwa Salafi terkait dengan aksi-aksi Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun secara halus, yaitu tidak tegas menuduh Salafi terkait Terorisme  namun dengan ucapan-ucapan yang mengarah ke sana, adalah seperti yang  dilakukan Bpk. Agus Maftuh Abegebriel –hadaahullah- dalam “Bom Waktu  dari Yaman” di Metro TV, sehingga pada akhirnya Metro TV dalam Metro  Realitasnya benar-benar menuduh Darul Hadits, lembaga pendidikan Ahlus  Sunnah Salafiyin di Yaman terkait Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Engkau (Ya Rabb kami), ini adalah dusta yang besar.” [An-Nur: 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih parah lagi, sangat tampak alasan tuduhan mereka terlalu  dipaksakan, yaitu adanya para santri Darul Hadits yang terpaksa  memanggul senjata untuk menjaga keselamatan diri-diri mereka dan kaum  muslimin dari serangan pemberontak Syi’ah Hutsi. Bersamaan dengan itu,  ketika kaum Syi’ah membantai para santri Darul Hadits hampir-hampir  tidak pernah terdengar suara pembelaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ  يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا  فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan  orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa  kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul  kebohongan dan dosa yang nyata.” [Al-Ahzab: 58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul tanda tanya besar, benarkah mereka tidak bisa membedakan antara Salafi dan Teroris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah mereka sebenarnya sudah tahu perbedaan tersebut namun sengaja ingin menggiring opini yang salah terhadap Salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa perlu dipertanyakan? Sebab di era keterbukaan informasi seperti  ini tentunya tidak sulit bagi orang-orang awam sekalipun untuk  membedakan antara Salafi dan Teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah dengan  mudah sekali dapat ditemukan di dunia maya: PERINGATAN-PERINGATAN KERAS  yang disampaikan oleh Salafi terhadap penyimpangan para Teroris,  terutama yang mengatasnamakan JIHAD dalam aksi-aksi teror mereka. Bahkan  sepanjang yang kami ketahui, tidak ada yang lebih keras membantah dan  menerangkan penyimpangan Teroris melebihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah  Salafiyin. Walhamdulillah sejak lama kami pribadi telah menulis tema ini  dalam blog pribadi, seperti dalam beberapa link berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/03/105/" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://nasihatonline.wordpress.com/2010/07/03/105/&lt;/a&gt; [Nasihat Kepada Teroris: Ketahuilah, Jihad Beda dengan Terorisme!!!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2010/08/23/perang-terhadap-teroris-khawarij-bukan-perang-terhadap-islam/" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://nasihatonline.wordpress.com/2010/08/23/perang-terhadap-teroris-khawarij-bukan-perang-terhadap-islam/&lt;/a&gt; [PERANG TERHADAP TERORIS KHAWARIJ BUKAN PERANG TERHADAP ISLAM]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2010/09/23/perang-terhadap-teroris-khawarij-adalah-kewajiban-pemerintah-muslim/" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://nasihatonline.wordpress.com/2010/09/23/perang-terhadap-teroris-khawarij-adalah-kewajiban-pemerintah-muslim/&lt;/a&gt; [PERANG TERHADAP TERORIS KHAWARIJ ADALAH KEWAJIBAN PEMERINTAH MUSLIM]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terdapat web Salafi secara khusus membantah Terorisme: &lt;a href="http://jihadbukankenistaan.com/" rel="nofollow nofollow" target="_blank"&gt;http://jihadbukankenistaan.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula telah ditulis sejumlah buku oleh Asatidzah Salafiyin untuk membantah penyimpangan Teroris diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Mereka Adalah Teroris” karya Al-Ustadz Luqman Ba’abduh  hafizhahullah, ditulis untuk membantah buku “Aku ‘Memang’ Teroris” karya  Imam Samudera, dan buku ini mendapat reaksi keras, baik dari para  teroris dan pendukungnya, maupun dari orang-orang yang simpati dengan  sebagian prinsip-prinsip teroris seperti penulis buku “Siapa Teroris?  Siapa Khawarij? seorang alumni Mesir yang kagum dengan tokoh-tokoh  Ikhwanul Muslimin/PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Antara Terorisme dan Jihad karya Al-Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua ini tidak diketahui oleh para penuduh tersebut ataukah pura-pura tidak tahu!? &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;إن كنت لا تدري فتلك مصيبة ... وإن كنت تدري فالمصيبة أعظم&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jika engkau tidak tahu maka itu musibah, namun jika engkau sudah tahu maka musibahnya lebih besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah adanya bantahan-bantahan terhadap terorisme menunjukkan jauhnya Salafi dari keterkaitan dengan aksi-aksi terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah mereka tahu fakta ini ataukah sebenarnya mereka telah tahu  namun sengaja menyembunyikannya disebabkan ketidaksukaan dan  kekhawatiran mereka terhadap meluasnya penyebaran dakwah salafiyah dan  tegasnya dakwah ini dalam memberantas syirik dan bid’ah?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;وعين الرضا عن كل عيب كليلة ... ولكن عين السخط تبدي المساويا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pandangan simpati menutupi segala cela, Pandangan benci menampakkan segala cacat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alhamdulillah Pemerintah RI secara umum dan Densus 88 secara  khusus insya Allah telah dapat membedakan mana Salafi dan mana Teroris.  Maka sangat aneh kalau orang-orang media tidak dapat membedakan antara  putih dan hitam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [Al-Hajj: 46]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah “Sebuah Jawaban Singkat” kami, insya Allah jika ada kelapangan  waktu akan kami tulis “Sebuah Jawaban Panjang” yang lebih rinci.&lt;/span&gt;&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-435276824380866215?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/435276824380866215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/435276824380866215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/03/mereka-tidak-bisa-membedakan-antara.html' title='Mereka Tidak Bisa Membedakan Antara Salafi dan Teroris'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6x8un7LNH6w/T09VNlFNPFI/AAAAAAAAAuQ/3YUXOc1Sa4M/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-6299485498875896836</id><published>2012-02-29T05:39:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T05:43:58.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Keutamaan Membaca Bismillah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rzsaioMKKBs/T04ri-b-aLI/AAAAAAAAAuI/WSvf2iI5fmE/s1600/bismillah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-rzsaioMKKBs/T04ri-b-aLI/AAAAAAAAAuI/WSvf2iI5fmE/s1600/bismillah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;     Basmalah, merupakan bacaan (dzikir) yang kerap kali kita lantunkan.  Basmalah adalah istilah dari penyebutan Bismillah, seperti hamdalah  istilah dari Al Hamdulillah dan hauqalah istilah dari lahaula wala  quwwata illa billah. Ia merupakan penggalan salah satu ayat dalam surat  An Naml dan sebagai &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;ayat&lt;/a&gt; pertama yang membuka surat Al Fatihah. Lebih  dari itu, basmalah sebagai pembuka dari seluruh surat-surat Al Qur'an  kecuali surat At Taubah (Al Bara'ah), namun bukan bagian dari  surat-surat tersebut kecuali pada surat Al Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membacanya pun akan mendapat balasan (pahala) sebagaimana pahala  membaca ayat-ayat yang lain dalam Al Qur'an. Setiap hurufnya Allah  subhanahu wata'ala memberi pahala satu kebaikan yang dilipatgandakan  menjadi sepuluh kebaikan. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam  bersabda:&lt;br /&gt;"Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al  Qur'an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan  menjadi sepuluh kebaikan. Aku (Nabi Muhammad) tidaklah mengatakan Alif  Laam Miim adalah satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf  dan mim satu huruf." (H.R. At Tirmidzi no. 2910, dishahihkan oleh Asy  Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuntunan Memulai Amalan Dengan Basmalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basmalah, tersusun dari tiga kata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بسم الله (ب -- اسم -- الله&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diterjemahkan dalam bahasa kita: "Dengan menyebut nama Allah".  Para ulama menerangkan bahwasanya ucapan basmalah ini sangat berguna  bagi seseorang yang hendak melakukan suatu amalan yang mulia. Misalnya  membaca basmalah ketika akan menulis atau membaca. Maksud dimulainya  amalan tersebut dengan basmalah adalah agar tulisan atau bacaannya itu  mendapat barakah dari Allah subhanahu wata'ala. Mendapat tsawab (pahala)  dan bermanfaat. Jadi mengawali suatu amalan perbuatan atau perkataan  itu dengan membaca basmalah tidak lain hanya dalam rangka bertabarruk  (mencari barakah) kepada Allah subhanahu wata'ala dan untuk mendapatkan  pahala dari-Nya. Sebuah keistemewaan yang sering dicari dan diimpikan  oleh kebanyakan orang. &lt;br /&gt;Mengucapkan basamalah pada amalan-amalan yang  bernilai, merupakan bimbingan Allah subhanahu wata'ala terhadap para  nabi-Nya. Sebagaimana yang Allah subhanahu wata'ala kisahkan dalam Al  Qur'anul Karim tentang Nabi Nuh 'alaihis salam ketika mengajarkan kepada  umatnya membaca basmalah disaat berlayar atau berlabuh. Allah subhanahu  wata'ala berfirman (artinya):"Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian  ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan  berlabuhnya." Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang." (Hud: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Allah subhanahu wata'ala mengisahkan dalam Al Qur'anul  Karim tentang Nabi Sulaiman 'alaihis salam ketika mengirim risalah  dakwah kepada Ratu Saba' diawali pula dengan basmalah. Sebagaimana  firman-Nya: (artinya) "Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan  sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah  lagi Maha Penyayang. (An Naml: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basmalah ini pun juga merupakan sunnah yang dibawa oleh Nabi Muhammad  shalallahu 'alaihi wasallam. Ketika wahyu pertama kali turun kepada  beliau shalallahu 'alaihi wasallam adalah ayat: (artinya) "Bacalah  dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan," (Al 'alaq: 1)&lt;br /&gt;Allah  subhanahu wata'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu  'alaihi wasallam agar membaca kalamullah (Al Qur'an) dengan menyebut  nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang semoga dirahmati Allah subhanahu wata'ala, ketahuilah  bahwa barakah itu berasal dari Allah subhanahu wata'ala semata. Hal ini  Allah subhanahu wata'ala tegaskan dalam firman-Nya (artinya):&lt;br /&gt;“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami melimpahkan barakah dari langit dan bumi.” (Al A’raf: 96)&lt;br /&gt;Siapa  yang kuasa melimpahkan barakah dari langit dan bumi? Tentu, adalah  Penguasa Tunggal langit dan bumi yaitu Allah Rabbul 'alamin. Sehingga  Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengajarkan pula kepada umatnya untuk  mencari barakah dengan menyebut-nyebut nama Allah yang terkandung dalam  bacaan basmalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengirim beberapa &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;risalah &lt;/a&gt;dakwah ke negeri-negeri kafir seperti negeri Romawi. Beliau  mengawali risalahnya dengan basmalah. Hal ini juga dipraktekkan oleh  Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika beliau radhiallahu 'anhu menulis  risalah tentang zakat yang ditujukan untuk penduduk negeri Bahrain,  beliau memulainya dengan basmalah (Lihat HR. Al Bukhari no. 1454). Suatu  pengajaran dan pembelajaran kepada umat manusia, bahwa barakah itu  hanya milik Allah subhanahu wata'ala. Sehingga permohonan barakah itu  hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wata'ala semata. Karena selain  Allah subhanahu wata'ala tidak bisa memberikan barakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Barakah Bacaan Basmalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku  yang semoga Allah merahmati kita semua, diantara barakah dari bacaan  basmalah ini adalah dapat memperdaya setan dan bala tentaranya yang  mempunyai misi untuk memperdaya umat manusia dari jalan kebaikan. Kita  pun tidak boleh merasa kecil hati dan takut dari gangguan mereka, selama  kita berada diatas jalan Allah subhanahu wata'ala. Allah subhanahu  wata'ala telah memberikan berbagai cara dan jalan untuk membentengi diri  dari gangguan setan, diantaranya dengan membaca basmalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Usamah bin Umair dibonceng Nabi shalallahu 'alaihi  wasallam. Lalu ia mengatakan: "Celakalah setan." Maka Nabi shalallahu  'alaihi wasallam menegurnya, janganlah kamu mengatakan "celakalah  setan", karena jika kamu katakan seperti itu, justru setan akan semakin  membesar (dalam riwayat lain sebesar rumah). Setan akan berkata: "Dengan  kekuatanku, aku akan melumpuhkannya." Namun bila kamu mengucapkan  basmalah, pasti setan akan semakin kecil hingga seperti lalat. (HR.  Ahmad 9/59, An Nasaa'i dalam Al Kubra 6/146, dan Abu Dawud no. 4330.  Dishahihkan Asy Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membaca: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan  bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan  Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," pada setiap hari di  waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan  baginya sesuatu apa pun." (HR. At Tirmidzi no. 3310, dan dishahihkan  oleh Asy Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shahabat Umayyah bin Makhsyi radhiallahu 'anhu, ia menceritakan  tentang seseorang yang sedang makan dan Nabi shalallahu 'alaihi wasallam  sedang duduk disekitarnya. Namun orang tadi lupa belum membaca basmalah  hingga tidak tersisa kecuali sesuap saja. Ketika ia hendak memasukkan  makanan tersebut kedalam mulutnya ia baru membaca:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللهِ في أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya."&lt;br /&gt;Melihat hal  itu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tertawa, seraya berkata: "Setan itu  senantiasa ikut makan bersamanya, hingga ketika ia membaca basmalah  maka dimuntahkan apa yang ada dalam perut setan tersebut." (HR. Abu  Dawud no. 3276) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Perkara Yang Dianjurkan Untuk Dimulai Dengan Menyebut Nama Allah&lt;br /&gt;Para  pembaca yang mulia, berikut ini kami paparkan beberapa &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;perkara&lt;/a&gt; yang  dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam untuk  mengawalinya menyebut nama Allah subhanahu wata'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ketika Hendak Tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shahabat Hudzaifah  radhiallahu 'anhu berkata: "Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu 'alaihi  wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup."&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711 dengan redaksi yang sedikit berbeda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ketika Keluar Dari Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik  radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi  wasallam bersabda: "Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia  membaca: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah."&lt;br /&gt;Maka  dikatakan padanya: "Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi  dan engkau telah terjaga (terbentengi)," sehingga para setan lari  darinya. Setan yang lain berkata: "Bagaimana urusanmu dengan seseorang  yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!" (HR. Abu  Dawud no. 4431)&lt;br /&gt;Atau dengan membaca: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِاسْمِكَ رَبِّي إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama-Mu Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung Kepada-Mu  jangan sampai aku salah atau sesat, menganiaya atau dianiaya, membodohi  atau dibodohi." (HR. Ahmad no. 26164, riwayat dari Ummul Mukminin Ummu  Salamah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya Rasulullah bersabda: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika  seseorang masuk wc adalah membaca basmalah." (At Tirmidzi no. 551, dan  dishahihkan oleh As Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Ketika Hendak Makan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiallahu 'anha berkata: "Telah bersabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِذَا أَكَلَ  أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي  أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia  mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca  bismillah fi awwalihi wa akhirihi." (HR. At Tirmidzi no. 1781, dan  dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Ketika Hendak Berhubungan Dengan Istri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: "Berkata Nabi  shalallahu 'alaihi wasallam: "Bila salah seorang diantara kalian  menggauli istrinya, hendaknya ia berdo'a: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan  jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami."&lt;br /&gt;Bila  Allah subhanahu wata'ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan  tidak akan mampu memudharatkannya." (HR. At Tirmidzi no. 1012)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Ketika Hendak Menyembelih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disyari'atkan pula  dalam penyembelihan hewan dengan membaca basmalah. Bahkan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hukumnya&lt;/a&gt; bukan  sekedar mustahab (anjuran) saja tetapi wajib. Rasulullah shalallahu  'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah)." (HR. Al Bukhari no.5500)&lt;br /&gt;Maka sebelum menyembelih hewan hendaknya membaca:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud no. 2427)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Ketika Hendak Memasukkan Jenazah ke Liang Kubur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan (dianjurkan) membaca:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan menyebut nama Allah dan diatas sunnah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam." (HR. Abu Dawud no. 2798)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula perkara-perkara yang lain, termasuk amalan jihad fi  sabilillah yang merupakan puncak tertinggi dalam Islam hendaknya juga  diawali dengan membaca basmalah sebagaimana yang diriwayatkan Al Imam At  Tirmidzi no. 1337 dari shahabat Buraidah radhiallahu 'anhu. &lt;br /&gt;Akhir  kata, semoga kajian yang ringkas ini dapat menambah iman dan ilmu kita  serta lebih menguatkan keterkaitan diri kita kepada Allah subhanahu  wata'ala Rabbul 'alamin. Amien Ya Rabbal 'alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: assalafy.org&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-6299485498875896836?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6299485498875896836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6299485498875896836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/keutamaan-membaca-bismillah.html' title='Keutamaan Membaca Bismillah'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rzsaioMKKBs/T04ri-b-aLI/AAAAAAAAAuI/WSvf2iI5fmE/s72-c/bismillah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-1358639211288220111</id><published>2012-02-29T05:22:00.000-08:00</published><updated>2012-02-29T05:22:24.414-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syubhat'/><title type='text'>Mereka Bilang Wahabi Sesat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FXlDYrnXKbE/T04l9-XOXOI/AAAAAAAAAuA/ih6OPiQ1OPc/s1600/wahabi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-FXlDYrnXKbE/T04l9-XOXOI/AAAAAAAAAuA/ih6OPiQ1OPc/s1600/wahabi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pertarungan antara ahlu &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;tauhid&lt;/a&gt; dan ahlu syirik  merupakan               sunnatullah yang tetap berjalan, tiada berakhir  hingga matahari               terbit dari sebelah barat. Hal ini  merupakan ujian dan cobaan bagi               ahlul haq agar terjadi  jihad fi sabilillah dengan lidah, pena,               ataupun senjata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Seandainya  Allah menghendaki, niscaya Allah akan                 membinasakan  mereka, tetapi Allah hendak menguji sebaian kamu                 dengan  sebagian yang lain. (Muhammad : 4)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kita lihat musuh-musuh tauhid berusaha sekuat tenaga  dengan               mengorbankan waktu dan harta mereka tanpa mengenal  lelah untuk               membela kebatilan mereka, menebarkan  kesesatan mereka, dan               memadamkan cahaya Rabb mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Mereka  hendak memadamkan cahaya Allah dengan                 mulut-mulut  mereka, tapi Allah tidak menghendaki selain                  menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak                  menyukai. (At Taubah : 32).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Salah  satu senjata pamungkas mereka untuk memadamkan cahaya                Allah ialah dengan menjauhkan manusia dari da'i yang berpegang                teguh dengan Al Qur-an dan As Sunnah, dengan gelar-gelar yang                jelek dan mengerikan. Seperti kata yang populer di tengah                masyarakat, yaitu Wahhabi. Semua itu dengan tujuan menjauhkan                manusia dari dakwah yang haq.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa  sebenarnya Wahhabi itu? Mengapa mereka begitu benci                setengah mati terhadap Wahhabi? Sehingga buku-buku yang                membicarakan Muhammad bin Abdul Wahhab mencapai 80 kitab atau                lebih. Api kebencian mereka begitu membara hingga salah seorang di                antara mereka mengatakan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul  Wahhab               bukan anak manusia, melainkan anak setan,  Subhanallah, adakah               kebohongan setelah kebohogan ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Alangkah  jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut                 mereka.  Mereka tidak mengatakan kecuali dusta. (Al Kahfi :                 5).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hal  seperti ini terus diwarisi hingga sekarang. Maka kita liha                orang-orang yang berlagak alim atau kyai bangkit berteriak                memperingatkan para pengikutnya, membutakan hati mereka dari                dakwah yang penuh barakah ini, dan dari para da'i penyeru &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;tauhid&lt;/a&gt;,                pemberantas syirik dengan sebutan-sebutan dan gelar-gelar  yang               menggelikan, seperti gelar Wahhabi. Padahal mereka  (para pengikut               ahli bid'ah ini) tidak mengetahui hakikat  da'wah yang dilancarkan               Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang                 bodoh, tetapi mereka tidak tahu. (Al Baqarah : 13).&lt;br /&gt;Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada                 mengerti. (Al Hasyr : 13).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Yang  mereka dengar hanyalah tuduhan-tuduhan di tepi jurang yang                runtuh lalu bangunannya jatuh bersama-sama dia ke dalam neraka                Jahannam. Tuduhan-tuduhan mereka tidaklah ilmiyah sama sekali,                lebih lemah dari sarang laba-laba.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Seperti  laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya                 rumah yang  paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka                  mengetahui. (Al Ankabut : 41).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga  kalimat sederhana ini dapat membuka pandangan mata               mereka  terhadap dakwah ini dan agar binasa orang yang binasa di                atas keterangan yang nyata pula. Dan jangan sampai mereka termasuk                orang-orang yang difirmankan oleh Allah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Dan  apabila dikatakan kepada mereka, Bertaqwalah kepada                  Allah, maka bangkitlah kesombongan mereka untuk berbuat dosa.                  Maka cukuplah baginya neraka jahannam. Sesungguhnya neraka                  jahannam itu adalah tempat tinggal yang seburuk-buruknya.                  (Al Baqarah : 206).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;                              &lt;br /&gt;Apakah Wahhabi itu?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Perlu  ditegaskan di sini bahwa penamaan dakwah ini dengan                dakwah Wahhabiyah dan para pengikutnya dengan Wahhabi merupakan                kesalahan kalau ditinjau dari segi lafadz dan maknanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dari  segi lafadz, penamaan Wahhabiyah ini dinisbatkan kepada                Abdul Wahhab yang tidak mempunyai sangkut paut dengan dakwah ini,                dan tidak dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdil Wahhab -yang                menurut mereka, beliau adalah pendirinya-. Kalaulah mereka  jujur,               tentu menamakannya dengan Dakwah Muhammadiyyah  karena nama beliau               adalah Muhammad. Namun karena mereka  menganggap bahwa jika               menamakan dakwah ini dengan Dakwa  Muhammadiyyah tidak akan               menjauhkan manusia, maka mereka  menggantinya dengan Dakwah               Wahhabiyah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Adapun  dari segi makna, maka mereka juga keliru di dalamnya,                sebab dakwah ini mengikuti manhaj dakwah As Salaf Ash Shalih dari                kalangan sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Kalaulah mereka                jujur, tentunya menamai dakwah ini dengan dakwah  salafiyyah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jadi apakah Wahhabiyah itu? Dalam Kitab Fatwa Al               Lajnah Ad Da'imah1) Juz 2, hal 174 diterangkan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Wahhabiyah  adalah sebuah lafadz yang dilontarkan               oleh musuh-musuh  Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab disebabkan dakwa               beliau  di dalam memurnikan tauhid, memberantas syirik, dan                membendung seluruh tata cara ibadah yang tidak dicontohkan Nabi                Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Tujuan mereka dalam                menggunakan lafadz ini ialah menjauhkan manusia dari dakwah  beliau               dan menghalangi mereka agar tidak mau mendengarkan  perkataan               beliau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sungguh  sangat mengherankan omongan kebanyakan               manusia, ketika  mereka melihat seorang yang mengagungkan tauhid,               menyeru,  dan membelanya, mereka menyebutnya sebagai Wahhabi. Yang                lebih lucu lagi, ketika mereka menyatakan bahwa Ibnu Taimiyah dan                Ibnul Qayyim keduanya adalah Wahhabi. Subhanallah! Apakah  Muhammad               bin Abdil Wahhab melahirkan orang yang hidupnya  lebih dulu               beberapa abad dari dirinya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh  Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata,               Mungkin sebagian  orang-orang bodoh akan menuduh Imam As               Suyuti itu dengan  Wahhabi sebagaimana adat mereka. Padahal jarak               wafat  antara keduanya kurang lebih 300 tahun. Aku teringat cerita                menarik sekali, terjadi di salah satu sekolah di Damaskus ketika                seorang guru sejarah beragama Nashara menceritakan tentang  sejarah               Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan dakwahnya  dalam memerangi               syirik, kurafat dan kebid'ahan. Sehingga  seakan-akan guru Nashara               itu memuji dan kagum kepadanya.  Maka berkatalah salah seorang               muridnya, 'Wah guru kita  menjadi Wahhabi!'&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Demikianlah  kebencian mereka terhadap Muhammad               bin Abdil Wahhab dan  orang-orang yang mengikuti dakwahnya, bahkan               kepada orang  Nashranipun -yang nyata-nyata bukan Muslimin- mereka               tuduh  Wahhabi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Dan  orang-orang kafir itu tidak menyiksa                 orang-orang  mukmin, melainkan karena mereka beriman kepada Allah                  Maha Perkasa Lagi Mana Terpuji. (Al Buruj : 8).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;               &lt;br /&gt;Tuduhan dan Jawaban&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Beragam  penilaian manusia dalam menilai dakwah               ini. Sebagian  mereka berkeyakinan bahwa dakwah ini adalah madzhab               kelima  setelah empat madzhab yang lain. Sebagian lagi menganggap                bahwa Wahabbi sangat ekstrim sehingga mudah mengkafirkan kaum                muslimin. Sebagian lagi menganggap bahwa Wahhabi tidak mencintai                Rasulullah dan para wali. Serta anggapan-anggapan lainnya  yang               sama sekali tidak ada buktinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebelum  membantah tuduhan-tuduhan mereka               renungilah perkataan Al  Allamah Muhammad Rasyid Ridha berikut ini:               Pada masa  kecilku, aku sering mendengar cerita tentang               Wahhabiyah  dari buku-buku Dahlan, dan selainnya. Sayapun                membenarkannya karena taqlid kepada guru-guru kami dan bapak-bapak                kami. Saya baru tahu tentang hakikat jama'ah ini setelah hijrah  ke               Mesir. Ternyata aku mengetahui dengan yakin bahwa  mereka (Syaikh               Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya)  yang berada di atas               hidayah. Kemudian saya telaah  buku-buku Syaikh Muhammad bin Abdul               Wahhab, anak-anaknya,  dan cucu-cucunya serta ulama-ulama lainnya               dari Nejed,  maka saya mengetahui bahwa tidak sebuah tuduhan serta                celaan yang dilontarkan kepada mereka kecuali mereka menjawabnya.                Jika tuduhan itu dusta mereka berkata, Maha Suci Engkau (Ya,                Allah), ini adalah kedustaan yang besar. Tetapi jika tuduhan                itu ada asalnya, mereka menjelaskan hakikatnya dan  membantahnya.               Sesungguhnya Ulama Sunnah dari India dan  Yaman telah meneliti,               membahas dan menyelidiki  tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada               Syaikh Muhammad  bin Abdul Wahhab dan pengikutnya. Akhirnya mereka                mengambil kesimpulan bahwa para pencela itu tidak amanah dan tidak                jujur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Baiklah, sekarang kita simak tuduhan-tuduhan               mereka berikut jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Agar  Allah menetapkan yang haq, dan                 membatilkan yang batil  walaupun orang-orang yang berdosa tidak                 menyukainya. (Al  Anfal : 8).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;1.  Mereka -ahli bid'ah- menganggap bahwa               dakwah Wahhabiyah  merupakan madzhab kelima setelah empat madzhab               lainnya  (Hambali, Maliki, Syafi'i dan Hanafy).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ini  merupakan kejahilan mereka, sebab telah               merupakan perkara  yang masyhur dan memang nyata bahwa dakwah ini               bukanlah  dakwah baru. Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dalam hal                aqidah mengikuti madzhab Salaf. Adapun dalam masalah furu'                mengikuti madzhab Imam Ahmad bin Hambal. Maka bagaimanakah mereka                menyatakan bahwa Wahhabiyah merupakan dakwah baru serta                dianggapnya sebagai jama'ah sesat dan rusak? Semoga Allah                menghancurkan kejahilan, hawa nafsu dan taqlid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh  Muhammad Jamil Zainu juga pernah               bercerita, Aku pernah  bertemu seseorang di Suriah yang               mengatakan tentang Syaikh  Muhammad bin Abdil Wahhab bahwa beliau               adalah pendiri  madzhab kelima dari empat madzhab. Maka akupun               berkata  kepadanya bahwa bagaimana anda mengatakan demikian padahal                bukankah sudah mashur kalau madzhab beliau adalah Hambali? Sungguh                ini adalah kedustaan dan tuduhan tanpa bukti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka menganggap bahwa dakwah Wahhabiyah               mudah mengkafirkan kaum muslimin.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh  Muhammad bin Abdil Wahhab sendiri yang               menjawab tuduhan  ini ketika menuliskan dalam suratnya kepada               Suwaidiy  -seorang alim dari Iraq-, Adapun apa yang kalian               sebutkann  bahwa saya mengkafirkan kaum manusia, kecuali yang                mengikutiku dan bahwasanya aku menganggap pernikahan-pernikahan                mereka tidak sah, maka saya katakah bahwa sungguh mengherankan,                bagaimana hal ini dapat masuk akal, apakah ada seorang  muslim yang               mengatakan demikian. Ketahuilah aku berlepas  diri kepada Allah               dari tuduhan ini, yang tidak muncul  melainkan dari orang yang               terbalik akalnya. Adapun yang  saya kafirkan adalah orang yang               telah mengetahui agama  Rasul, kemudian setelah mengetahuinya ia               mencelanya,  melarangnya dan memusuhi orang yang menegakkannya.               Inilah  yang saya kafirkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka menuduh bahwa Wahhabiyun tidak               mencintai Rasulullah.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketahuilah  wahai orang-orang yang berakal, bahwa               Syaikh Muhammad bin  Abdil Wahhab mempunyai kitab yang berjudul               Mukhtashar  Sirah Ar Rasul yang berisi tentang perjalanan hidup                Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ini menunjukkan kecintaan                beliau terhadap beliau shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Maka  tuduhan ini merupakan kedustaan dan               kebohongan yang akan  dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah.               Kemudian  kita katakan kepada mereka -penuduh- apakah cinta kepada                Rasulullah itu dengan mengadakan maulid Nabi, shalawatan bid'ah,                atau selainnya yang tidak pernah diajarkan Rasulullah sendiri?                Ataukah dengan mengagungkan sunnahnya, menghidupkannya, dan                membelanya, serta memberantas lawannya (yaitu bid'ah)  sampai               keakar-akarnya. Jawablah wahai orang-orang yang  dikaruniai akal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;blockquote&gt;                 Katakanlah:  Jika kamu mencintai Allah,                 ikutilah aku, niscaya Allah  akan mencintaimu dan mengampuni                 dosa-dosamu. Allah Maha  Pengampun Lagi Maha Penyayang.                 (Ali Imran : 31).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Al  Hafidz Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya               juz 2 hal 37,  Ayat ini merupakan hakim bagi setiap prang               yang mengakui  mencintai Allah padahal tidak mengikuti manhaj yang                ditempuh oleh Rasulullah. Dia dianggap dusta dalam pengakuannya                hingga dia mengikuti syari'at Rasulullah dalam segala hal, baik                dalam perkataan, perbuatan maupun keadaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4.  Mereka menuduh bahwa Wahhabiyun menganggap               diri mereka  maksum, sehingga hanya merekalah yang benar dan tidak                menerima kesalahan. Adapun selain mereka dianggap penuh kesalahan                dan tidak pernah benar.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sungguh  ini adalah tuduhan dusta. Inilah               kitab-kitab ulama kami  dan dialog mereka bersama bersama               musuh-musuh mereka.  Tidak dijumpai seperti yang dituduhkan ini.               Bahkan mereka  menerangkan Al Haq dan membantah Al Bathil dengan               hujjah  yang kuat dan penuh hikmah. Dan mereka -para ulama- tidak                menganggap diri mereka terjaga dari dosa ataupun menolak kebenaran                yang datang dari kesalahan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Inilah  imam mereka (Wahhabiyun), Syaikh Muhammad               bin Abdil  Wahhab dalam salah satu suratnya berkata, Dan aku               berharap  agar aku tidak menolak kebenaran yang datang kepadaku.                Aku bersaksi kepada Allah, para Malaikat-Nya bahwa apabila datang                kepadaku kebenaran, aku akan menerimanya dan aku akan lemparkan                semua perkataan imamku yang menyelisihi kebenaran, selain                Rasulullah, karena ia tidak mengatakan sesuatu kecuali al                haq.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka menuduh bahwa Wahhabiyun               mengingkari syafa'at Rasulullah.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh  Abdul Aziz bin Baz menyatakan,               Tidak asing lagi bagi  orang yang berakal dan mempelajari               sirah perjalanan Imam  Muhammad bin Abdul Wahhab dan para               pengikutnya yang harum  namanya, bahwa mereka semuanya berlepas               diri dari tuduhan  ini. Lihatlah imam Muhammad bin Abdil Wahhab               telah  menetapkan syafa'at Rasul bagi umatnya dalam berbagai                karya-karya beliau, seperti Kitab Tauhid dan Kasyfus Subhat, maka                dari sini jelaslah bagi kita bahwa tuduhan ini bathil dan dusta.                Sebenarnya yang diingkari oleh Syaikh Muhammad bin Abdil  Wahhab               adalah meminta syafa'at kepada orang-orang yang  sudah mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;6.  Mereka menuduh Syaikh Muhammad bin Abdil               Wahhab diakhir  hayatnya menyimpang dari jalan yang benar dengan               menolak  beberapa hadits yang tidak cocok dengan akalnya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh  Abdul Aziz bin Baz telah menyanggah               tuduhan ini dengan  perkataan, Ini termasuk tuduhan dusta               karena beliau  diwafatkan sedangkan beliau termasuk da'i besar yang                menyeru kepada aqidah salaf dan manhaj yang shahih, maka tuduhan                ini sangatlah dusta karena beliau sangat menghormati sunnah,                menerima dan mendakwahkannya hingga akhir hayatnya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Inilah  sekelumit tuduhan-tuduhan ahli bid'ah               terhadap dakwah  yang pernah barakah ini. Semua itu hanyalah               kedustaan di  atas kedustaan. Sungguh benarlah apa yang dikatakan               oleh  Al Imam Ibnul Mubarak, Isnad itu termasuk agama,                seandainya tanpa isnad maka manusia akan berkata semaunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikhul &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Islam&lt;/a&gt; Ibnu Taimiyah juga berkata dalam               Majmu' Fatawa Juz I/9:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ilmu  sanad dan riwayat merupakan               kekhususan umat nabi Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam, Allah               menjadikannya sebagai  tangga kebenaran. Ketika Ahlul Kitab tidak               mempunyai ilmu  sanad maka bertebaranlah penukilan-penukilan dusta                diantara mereka. Demikian juga para penyesat dan ahlu bid'ah dari                kalangan umat ini sama dengan Ahlu Kitab, tidak ada bedanya.  Maka               dengan ilmu sanadlah dapat terbedakan antara al haq  dan al               bathil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk  mengakhiri pembahasan kita, rasanya sangat               penting bagi  kita untuk memperhatikan tiga perkara berikut ini                sekaligus sebagai kesimpulan dari uraian di atas:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hakikat  dakwah Wahhabiyah. Syaikh Abdul Aziz                   bin Baz berkata:  Hakikat dakwa ini, sebagaimana dakwah                   Nabi Muhammad,  yaitu memurnikan tauhid dan mewujudkan tuntutan                    syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammadur rasulullah. Yang                    demikian itu dengan memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja                    dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan yang agung.  Mereka                   (Wahhabiyun) adalah golongan yang berjalan di  atas manhaj                   Salaf dari kalangan shahabat, tabi'in dan  orang-orang yang                   mengikuti mereka, baik dalam aqidah,  perkataan ataupun                   perbuatannya. Inilah manhaj yang  wajib bagi setiap muslim                   untuk berjalan di atasnya,  meyakininya dan                   mendakwahkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Hukum&lt;/a&gt;  orang yang mencela Syaikh Muhammad bin                   Abdil Wahhab.  Syaikh Abdul Aziz bin Baz selanjutnya                   menegaskan,  Sesungguhnyua orang-orang yang mencela                   Syaikh Muhammad  bin Abdil Wahhab ada dua kemungkinan. Yang                   pertama  dia adalah seorang yang gandrung degnan syirk sehingga                    ia memusuhi Syaikh karena dakwahnya yang mengajak kepada                    tauhid dan memberantas segala macam kesyirikan. Yang kedua dia                    adalah orang yang jahil yang tertipu oleh da'i- da'i  penyesat.                   Maka alangkah lucunya golongan jahil ini  karena mereka                   mengikuti orang yang jahil sejenis  mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Himbauan dan Ajakan. Kepada mereka yang  benci                   dan hasad kepada dakwah yang penuh barakah ini,  kami katakan,                   Bukalah pandangan mata kalian,  bangunlah dari tidur                   kalian, hilangkan segala  kedengkian yang ada di hati kalian,                   bacalah,  cermatilah buku-buku Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab                    dan para pengikutnya dengan lapang dada, niscaya kalian akan                    dapati bahwa kalian berada dalam tipuan dan kegelapan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;--------------&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1) Sebuah lembaga pemberi fatwa di Saudi Arabia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Disarikan dari tulisan Abu Ubaidah Al Atsari dan               Abu Usamah pada Majalah As Sunnah Edisi 12/Th.IV/1421 - 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: salafyoon.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-1358639211288220111?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1358639211288220111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1358639211288220111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/mereka-bilang-wahabi-sesat.html' title='Mereka Bilang Wahabi Sesat'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FXlDYrnXKbE/T04l9-XOXOI/AAAAAAAAAuA/ih6OPiQ1OPc/s72-c/wahabi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-8268943513533716711</id><published>2012-02-29T04:59:00.000-08:00</published><updated>2012-02-29T04:59:57.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulama'/><title type='text'>Mengenal Syaikh Muhammad Syakir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mcUQYzZPE48/T04gu7XjwAI/AAAAAAAAAt4/297wOIydokI/s1600/pena.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-mcUQYzZPE48/T04gu7XjwAI/AAAAAAAAAt4/297wOIydokI/s1600/pena.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengenal Syaikh Muhammad Syakir&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia&amp;nbsp; adalah seorang `alim yang &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;mulia&lt;/a&gt; dan penulis  yang produktif,&amp;nbsp; seorang pembaharu universitas Al-Azhar dan tokoh yang  mulia&amp;nbsp; Syaikh Muhammad Syakir bin Ahmad bin Abdil Qadir bin Abdul  Warits&amp;nbsp; dan keluarga Abi `Ulayyaa` dan keluarga yang dermawan yang  telah&amp;nbsp; dikenal sebagai keluarga yang paling mulia dan yang paling  dermawan&amp;nbsp; di kota Jurja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Lahir&amp;nbsp; di Jurja pada pertengahan Syawal tahun 1282 H.  Beliau menghapal&amp;nbsp; Al-Qur`an di sana, dan belajar dasar-dasar studinya  (di sana),&amp;nbsp; kemudian beliau rihlah (bepergian untuk menuntut ilmu) ke  universitas&amp;nbsp; Al-Azhar dan beliau belajar dari guru-guru besar pada masa  itu,&amp;nbsp; kemudian dia dipercayai untuk memberikan fatwa pada tahun 1307&amp;nbsp; H.  Dan kemudian beliau menduduki jabatan sebagai ketua &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;mahkamah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;  mudiniyyah Al-Qulyubiyyah, dan tinggal di sana selama tujuh&amp;nbsp; tahun  sampai beliau dipilih menjadi Qadhi (hakim) untuk negeri&amp;nbsp; Sudan pada  tahun 1317 H. Dan dia adalah orang pertama yang menduduki&amp;nbsp; jabatan ini,  dan orang yang pertama yang menetapkan hukum-hukum&amp;nbsp; hakim yang syar`i di  Sudan di atas asas yang paling terpercaya&amp;nbsp; dan paling kuatnya, kemudian  pada tahun 1322 H beliau ditunjuk&amp;nbsp; sebagai guru bagi para ulama-ulama  lskandariyyah sampai membuahkan&amp;nbsp; hasil, dan memunculkan bagi kaum  muslimin orang-orang yang menunjukkan&amp;nbsp; (umat supaya) dapat mengembalikan  kejayaan Islam di seantero&amp;nbsp; dunia, kemudian beliau ditunjuk sebagai  wakil bagi para guru&amp;nbsp; Al-Azhar, sampai beliau menebarkan benih-benih  yang baik, kemudian&amp;nbsp; beliau menggunakan kesempatan pendirian jam`iyyah  Tasyni`iyyah&amp;nbsp; pada tahun 1913 M kemudian beliau berusaha untuk menjadi  anggota&amp;nbsp; organisasi tersebut, sebagai pilihannya dari sisi pemerintah&amp;nbsp;  Mesir, dan dengan itulah beliau meninggalkan jabatannya, serta&amp;nbsp; enggan  untuk kembali kepada satu bagianpun dan jabatan-jabatan&amp;nbsp; tersebut, dan  beliau tidak lagi berhasrat setelah itu kepada&amp;nbsp; sesuatu yang memikat  dirinya, bahkan beliau lebih mengutamakan&amp;nbsp; untuk hidup dalam keadaaan  pikiran, amalan, hati dan ilmu yang&amp;nbsp; bebas lepas, dan dia memiliki  pemikiran-pemikiran yang benar&amp;nbsp; pada tulisannya, dan ucapan-ucapan yang  membakar, senantiasa&amp;nbsp; ada yang menentang itu semua yang  mengumandangkannya pada pikiran-pikiran&amp;nbsp; sebagian besar orang-orang yang  bensikeras terhadap perkara-perkara&amp;nbsp; Ijtimaiyyah, dan termasuk dan  karakteristik beliau yaitu bahwa&amp;nbsp; beliau mengokohkan agamanya,  mengokohkan dirinya di dalam aqidahnya,&amp;nbsp; mengokohkan pemikirannya, dia  itu pemberani bukan pengecut,&amp;nbsp; dia tidak menghindar dari seorangpun, dan  dia tidak merasa takut&amp;nbsp; kecuali hanya kepada Allah Ta`ala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan&amp;nbsp;  dia adalah orang yang kokoh di dalam keilmuan baik secara~ naqliyah&amp;nbsp;  (dalil-dalil Al-Kitab dan As-sunnah) maupun secara aqliyah,&amp;nbsp; dan tidak  ada seorangpun yang dapat menyepak dia di dalam diskusi&amp;nbsp; maupun  perdebatan karena dalamnya dia di dalam menegakkan hujjah-hujjah&amp;nbsp; dan  membuat sang pendebat menjadi terdiam, karena kesuburan&amp;nbsp; otaknya dan  pemikiran-pemikirannya yang berantai, dan karena&amp;nbsp; pemikiran-pemikirannya  terangkaikan di atas kaidah-kaidah mantiq&amp;nbsp; yang shahih lagi selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan&amp;nbsp;  pada akhir umur beliau terbaring di rumahnya karena sakit, dan&amp;nbsp; beliau  selalu berada di ranjangnya, tatkala lumpuh menimpanya&amp;nbsp; beliau  merasakannya dengan sabar dan penuh berharap (akan ampunanNya),&amp;nbsp; beliau  ridha terhadap Tuhannya dan terhadap dirinya, dengan&amp;nbsp; penuh keyakinan  bahwa dinirya benar-benar telah menegakkan apa&amp;nbsp; yang diwajibkan bagi  dirinya berdasarkan agamanya, dan umatnya,&amp;nbsp; menunggu panggilan Rabbnya  kepada hamba-Nya yang shaleh. Hai&amp;nbsp; jiwa yang tenang, kembalilah kepada  Tuhanmu dengan hati yang&amp;nbsp; ridha lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke  dalam jama`ah hamba-hamba-Ku&amp;nbsp; dan masuklah ke dalam sorga-Ku (AI-Fajr:  27-30)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga&amp;nbsp; Allah Ta`ala merahmati beliau  dengan rahmat yang luas, beliau&amp;nbsp; rahimahullah wafat pada tahun (1358) H  yang bertepatan pada&amp;nbsp; (1939) M dan semoga juga terlimpah bagi anak  beliau yaitu Al-`Allamah&amp;nbsp; Syaikh Ahmad Muhammad Syakir Abil Asybal  seorang Muhaddits besar&amp;nbsp; yang wafat pada tahun 1958 M rahimahullah yang  telah menulis&amp;nbsp; suatu nisalah tentang perjalanan hidup ayahnya yang  diberi nama&amp;nbsp; Muhammad Syakir seorang tokoh dan para tokoh zaman.  Selesai&amp;nbsp; dengan (beberapa) pengubahan dari biografi anaknya Al-`Allamah&amp;nbsp;  Ahmad Muhammad Syakir rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: salafyoon.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-8268943513533716711?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8268943513533716711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8268943513533716711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/mengenal-syaikh-muhammad-syakir.html' title='Mengenal Syaikh Muhammad Syakir'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mcUQYzZPE48/T04gu7XjwAI/AAAAAAAAAt4/297wOIydokI/s72-c/pena.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-8002279276468386796</id><published>2012-02-26T14:43:00.001-08:00</published><updated>2012-02-26T14:43:49.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Metode Yang Benar Dalam Memahami Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mz3goTwbmsA/T0q0o6uD9UI/AAAAAAAAAtc/fBQKSuAi-aQ/s1600/pesan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-mz3goTwbmsA/T0q0o6uD9UI/AAAAAAAAAtc/fBQKSuAi-aQ/s1600/pesan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;b&gt;Metode Yang Benar Dalam Memahami Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah  suatu fenomena yang kita saksikan dan tidak bisa dipungkiri bahwasanya  ummat &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Islam&lt;/a&gt; sudah terpecah belah menjadi beberapa golongan. Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri mengabarkan bahwasanya ummatnya  akan terpecah menjadi 73 golongan (dan ini sudah terjadi), semuanya  masuk neraka kecuali satu golongan yaitu orang-orang yang mengikuti  Rasulullah dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika ditanyakan  kepada golongan-golongan tersebut, mereka menjawab bahwasanya mereka  berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah bahkan masing-masing  golongan menyatakan golongannyalah yang benar sedangkan yang lainnya  salah/sesat, bersamaan dengan itu kita ketahui dan saksikan bahwa  golongan-golongan tersebut satu sama lainnya saling bertentangan,  bermusuhan bercerai-berai dan tidak berada dalam satu manhaj yang  menyatukan mereka. Hal ini seperti dikatakan di dalam sya'ir: "Setiap  orang mengaku punya hubungan dengan Laila akan tetapi Laila tidak  mengakuinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu satu hal yang pasti bagi kita bahwasanya  kebenaran itu hanya satu dan tidak berbilang yaitu golongan yang benar  dan selamat hanya satu yaitu orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan  para shahabatnya (salaf) sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah dalam  haditsnya yang mutawatir. Dengan kata lain golongan yang selamat  tersebut adalah orang-orang yang memahami dinul &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Islam&lt;/a&gt; dengan pemahaman  salafush shalih (manhaj salaf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manhaj salaf adalah  suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah  ditempuh oleh para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,  tabi'in dan tabi'ut tabi'in di dalam memahami dinul Islam yang dibawa  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Seorang yang mengikuti manhaj  salaf ini disebut Salafy atau As-Salafy, jamaknya Salafiyyun atau  As-Salafiyyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Adz-Dzahabi berkata: "As-Salafi adalah  sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf." (Siyar  A'lamin Nubala` 6/21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di sini akan dikemukakan sebagian  dalil-dalil yang menyatakan bahwa manhaj yang benar dalam memahami  agama adalah manhaj salaf serta kewajiban bagi kita untuk mengikuti  manhaj tersebut, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah subhanahu wa ta'ala  :"Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalannya orang-orang yang  telah Engkau beri nikmat." (Al-Fatihah:6-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnul Qayyim  berkata: "Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan  berusaha untuk mengikutinya?, maka setiap orang yang lebih mengetahui  kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih  berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi  bahwa para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka  adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini  daripada orang-orang Rafidhah (Syi'ah)." (Madarijus Salikin 1/72). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami agama  ini adalah manhaj yang benar dan &lt;i&gt;di atas jalan yang lurus&lt;/i&gt;, sehingga  orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti  telah menempuh manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus  pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (ummat  Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas  (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad shallallahu 'alaihi wa  sallam) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian." (Al-Baqarah:143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  telah menjadikan mereka orang-orang pilihan lagi adil, mereka adalah  sebaik-baik ummat, paling adil dalam perkataan, perbuatan serta  keinginan mereka, karena itu mereka berhak untuk menjadi saksi atas  sekalian manusia, Allah mengangkat derajat mereka, memuji mereka serta  menerima mereka dengan penerimaan yang baik.&lt;br /&gt;Dengan ini jelaslah  bahwasanya pemahaman para shahabat merupakan hujjah atas generasi  setelah mereka dalam menjelaskan nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  "Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka  sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Ali  'Imran:101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para shahabat adalah orang-orang yang berpegang  teguh kepada agama Allah, karena Allah adalah pelindung bagi siapa saja  yang berpegang teguh kepada (agama)-Nya sebagaimana firman Allah: "Dan  berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah pelindung kalian maka  Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Hajj:78).&lt;br /&gt;Dan  telah dimaklumi bahwasanya perlindungan dan pertolongan Allah kepada  para shahabat sangat sempurna, hal tersebut menunjukkan bahwasanya  mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada (agama) Allah,  mereka adalah orang-orang yang memberi petunjuk dengan persaksian dari  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Kalian adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk  manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan  beriman kepada Allah." (Ali 'Imran:110).&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan atas  mereka keutamaan atas sekalian ummat, hal tersebut karena keistiqamahan  mereka pada segala hal, karena mereka tidak akan melenceng dari jalan  yang lurus, Allah telah bersaksi atas mereka bahwasanya mereka menyuruh  kepada setiap yang ma'ruf, mencegah dari setiap kemunkaran, berdasarkan  hal tersebut merupakan suatu keharusan bahwasanya pemahaman mereka  merupakan hujjah bagi generasi setelahnya hingga Allah menetapkan  putusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah  jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang  mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah  dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam dan Jahannam itu  seburuk-buruk tempat kembali." (An-Nisa`:115).&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Ibnu  Abi Jamrah Al-Andalusi: "Para 'ulama telah menjelaskan tentang makna  firman Allah (di atas): Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang  mukmin di sini adalah para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa  sallam dan generasi pertama dari ummat ini,?." (Al-Mirqat Fi Nahjissalaf  Sabilun Najah hal. 36-37).&lt;br /&gt;Syaikhul Islam berkata: "Dan sungguh  keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang  mukmin-red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul  sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan  orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan  orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya  kebenaran." (Majmu' Fatawa 7/38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat tersebut,  bahwasanya Allah mengancam siapa saja yang mengikuti selain jalannya  orang-orang mukmin (dengan neraka Jahannam), maka jelaslah bahwasanya  mengikuti jalannya para shahabat dalam memahami syari'at Allah wajib  hukumnya, sedangkan menyalahinya merupakan suatu kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  "Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di  antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti  mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha  kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir  sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.  Itulah kemenangan yang besar." (At-Taubah:100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dalil  tersebut, bahwasanya Tuhan manusia memuji orang-orang yang mengikuti  manusia terbaik, maka diketahui dari hal tersebut bahwasanya jika mereka  mengatakan suatu pandangan kemudian diikuti oleh pengikutnya pantaslah  pengikut tersebut untuk mendapatkan pujian dan ia berhak mendapatkan  keridhaan, jika sekiranya mengikuti mereka tidak membedakan dengan  selain mereka maka tidak pantas pujian dan keridhaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. "Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan:74).&lt;br /&gt;Maka  orang-orang bertaqwa secara keseluruhan berimam kepada mereka. Adapun  taqwa merupakan kewajiban, di mana Allah dengan gamblang menyebutkannya  dalam banyak ayat. Tidak memungkinkan untuk menyebutkannya di sini, maka  jelaslah bahwa berimam kepada mereka wajib, adapun berpaling dari jalan  mereka akan menyebabkan fitnah dan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. "Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku." (Luqman:15).&lt;br /&gt;Seluruh  shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang  yang kembali kepada Allah, maka Allah memberikan hidayah kepada mereka  dengan perkataan yang baik, serta berbuat amal shalih.&lt;br /&gt;Maka merupakan  suatu kewajiban untuk mengikuti manhaj para shahabat dalam memahami  agama Allah baik yang ada dalam Al-Qur`an ataupun As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi  petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar. Dan adalah mereka  meyakini ayat-ayat Kami." (As-Sajdah:24).&lt;br /&gt;Sifat-sifat yang disebutkan  pada ayat tersebut di atas adalah berkenaan dengan sifat-sifat para  shahabat Nabi Musa 'alaihis salam, Allah mengabarkan bahwasanya Dia  menjadikan mereka sebagai imam yang diikuti oleh orang-orang sesudah  mereka karena kesabaran dan keyakinan mereka, jika demikian kesabaran  dan keyakinan merupakan jalan untuk menjadi Imam (pemimpin) dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  sangat dimaklumi bahwasanya shahabat-shahabat Muhammad shallallahu  'alaihi wa sallam lebih berhak dengan sifat-sifat tersebut daripada  ummat Nabi Musa, mereka lebih sempurna keyakinan dan kesabaran dari  segenap ummat, maka mereka lebih berhak untuk menjadi imam dan ini  merupakan hal yang paten berdasarkan persaksian dari Allah dan pujian  Rasulullah atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil-dalil dari As-Sunnah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik manusia  adalah (generasi) pada zamanku, kemudian setelah mereka, kemudian  generasi berikutnya." (HR. Al-Bukhari dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu  'anhu). &lt;br /&gt;Allah telah melihat hati-hati para shahabat Rasulullah di  mana Dia mendapatkannya sebaik-baik hati para hamba setelah hati  Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Dia memberikan kepada  mereka pemahaman yang tidak dapat dijangkau oleh generasi berikutnya,  karena itulah apa yang dalam pandangan shahabat merupakan suatu kebaikan  demikian pula dalam pandangan Allah dan apa yang dalam pandangan  shahabat jelek, jelek pula dalam pandangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Abu  Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami melaksanakan shalat  maghrib bersama Rasulullah, lalu kami berkata: "Sekiranya kita tetap di  sini hingga kita melaksanakan shalat 'isya bersama beliau", kemudian  kami duduk, lalu beliau mendatangi kami seraya berkata: "Kalian masih  tetap di sini?" kami berkata: "Ya Rasulullah, kami shalat bersama  Engkau, kemudian kami berpendapat: kita duduk di sini hingga  melaksanakan shalat 'isya bersama Engkau." Beliau berkata: "Ya". Abu  Musa berkata: "Kemudian beliau mengangkat kepalanya ke langit dan beliau  sering melakukan hal tersebut, lalu beliau bersabda: "Bintang-bintang  adalah penjaga langit, jika bintang-bintang telah redup, diberikan  kepada langit persoalannya dan Aku adalah penjaga bagi  shahabat-shahabatku, jika aku telah tiada maka persoalan akan diserahkan  kepada shahabat-shahabatku, dan shahabat-shahabatku adalah penjaga  ummatku, jika shahabat-shahabatku telah tiada maka persoalan diserahkan  kepada ummatku". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah shallallahu 'alaihi  wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mencela shahabat-shahabatku, demi  Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, seandainya salah seorang di antara  kalian berinfaq dengan emas sebesar gunung uhud, tidak dapat menyamai  (pahala) satu mud infaq mereka, tidak pula setengahnya." (Muttafaqun  'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:  "Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku  nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu  wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah  Al-Khulafa` Ar-Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat  dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham?" (HR. Abu Dawud,  At-Tirmidzi, Ad-Darimi dan lainnya dari Al-'Irbadh bin Sariyah, lihat  Irwa`ul Ghalil no. 2455).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa  sallam bersabda: "Terus-menerus ada sekelompok kecil dari ummatku yang  senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka  orang-orang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah dan  mereka dalam keadaan seperti itu." (Muttafaqun 'alaih dari Tsauban  radhiyallahu 'anhu, dan ini adalah lafazh Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "?Ummatku akan terpecah belah  menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu  golongan. Beliau ditanya: "Siapa dia wahai Rasulullah?" Beliau menjawab:  "(golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada  (di atasnya)." (HR. At-Tirmidzi dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ucapan para 'ulama akan wajibnya berpegang dengan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;manhaj salaf &lt;/a&gt;adalah:&lt;br /&gt;Al-Imam  Al-Auza'i berkata: "Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun  orang-orang menolakmu dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat  tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata  (yang indah)." (Asy-Syari'ah, Al-Ajurri hal. 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam  As-Sam'ani berkata: "Syi'ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj  as-salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam  agama)." (Al-Intishar li Ahlil Hadits, Muhammad bin 'Umar Bazmul hal.  88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Ashbahani berkata: "Barangsiapa menyelisihi  shahabat dan tabi'in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya."  (Al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah 2/437-438).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Asy-Syathibi berkata: "Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf maka ia adalah kesesatan." (Al-Muwafaqat 3/284).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul  Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Tidak tercela bagi siapa saja yang  menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan  yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti  benar." (Majmu' Fatawa 4/155). Beliau juga berkata: "Bahkan syi'ar ahlul  bid'ah adalah meninggalkan manhaj salaf." (Majmu' Fatawa 4/155).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti  manhaj salaf di dalam memahami dinul Islam ini, mengamalkannya dan  berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan  husnul khatimah. Amin Ya Rabbal 'Alamin. Wallahu a'lamu bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji': &lt;br /&gt;1. Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf, Asy-Syaikh Salim bin 'Id Al-Hilali; &lt;br /&gt;2. Majalah Syari'ah ed. 04.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: darussalaf.or.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-8002279276468386796?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8002279276468386796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/8002279276468386796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/metode-yang-benar-dalam-memahami-islam.html' title='Metode Yang Benar Dalam Memahami Islam'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mz3goTwbmsA/T0q0o6uD9UI/AAAAAAAAAtc/fBQKSuAi-aQ/s72-c/pesan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-4002656041616263466</id><published>2012-02-26T07:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-26T07:17:58.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Pembagian Jenis Permintaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5u331EbYDcg/T0pMRh5L7SI/AAAAAAAAAtU/G-WSgPpB7M4/s1600/305375_2598353597337_1209670513_3141857_1187709595_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-5u331EbYDcg/T0pMRh5L7SI/AAAAAAAAAtU/G-WSgPpB7M4/s1600/305375_2598353597337_1209670513_3141857_1187709595_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jenis Permintaan ada 5 macam:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Isti’anah (Permintaan) kepada Allah Ta’ala yaitu isti’anah yang mengandung  kesempurnaan sikap merendahkan diri dari seorang hamba kepada Rabbnya,  dan menyerahkan seluruh perkara kepada-Nya, serta meyakini bahwa hanya  Allah yang bisa memberi kecukupan kepadanya.&lt;br /&gt;Isti’anah seperti ini tidak boleh diserahkan kecuali kepada Allah Ta’ala. Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Al-Fatihah: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, memalingkan isti’anah jenis ini kepada selain Allah Ta’ala  merupakan perbuatan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Isti’anah kepada makhluk dalam perkara yang makhluk tersebut mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum bagi isti’anah jenis ini tergantung pada perkara yang dimintai  pertolongan padanya. Jika perkara tersebut berupa kebaikan maka boleh  dilakukan oleh orang yang meminta tolong, sementara yang dimintai tolong  disyariatkan untuk memenuhinya. Hal ini berdasarkan firman Allah  Ta’ala:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan tolong menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Al-Maidah: 2)&lt;br /&gt;Jika permintaan tolongnya pada perbuatan dosa maka hukumnya haram bagi  yang meminta tolong dan juga bagi memberikan pertolongan. Hal ini  berdasarkan firman Allah Ta’ala&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kalian tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS.Al-Maidah: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika perkaranya adalah perkara mubah maka itu dilakukan boleh  yang meminta pertolongan dan bagi orang yang dimintai pertolongan.  Bahkan orang yang menolong ini bisa jadi akan mendapatkan pahala karena  telah berbuat baik kepada orang lain. Dan jika demikian keadaannya maka  justru menolong ini menjadi disyariatkan bagi dirinya. Berdasarkan  firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS.Al-Baqarah: 195)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Isti’anah kepada makhluk yang masih hidup dan hadir (ada di tempat), tapi dalam perkara yang dia tidak mampu melakukannya.&lt;br /&gt;Hukumnya adalah perbuatan sia-sia dan tidak ada gunanya. Misalnya minta  tolong kepada orang yang lemah untuk mengangkat sesuatu yang berat.&lt;span id="more-3582"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Isti’anah kepada orang-orang mati  secara mutlak (yakni baik yang telah mati itu nabi, atau wali, apalagi  selain mereka) atau kepada orang yang masih hidup dalam perkara gaib  yang mereka ini tidak mampu melakukannya.&lt;br /&gt;Isti’anah jenis ini adalah kesyirikan, karena dia tidak mungkin  melakukannya kecuali dia meyakini bahwa orang-orang ini mempunyai  kemampuan tersembunyi dalam mengatur alam. Dalil-dalil bahwa isti’anah  bentuk seperti ini adalah haram dan merupakan kesyirikan adalah:&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak  ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia  mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap  sesuatu.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Al-An’am: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا  يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ. وَإِنْ  يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ  يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ  مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan  tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu  berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu  termasuk orang-orang yang zalim”. Jika Allah menimpakan sesuatu  kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya  kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada  yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa  yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Yunus: 106-107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan mereka yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Al-A’raf: 197)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu berfirman:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا  يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ  وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sembahan)  selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di  langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam  (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka  yang menjadi pembantu bagi-Nya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Saba`: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah -Azza wa Jalla- berfirman:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي  اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ  مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ  تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ. إِنْ تَدْعُوهُمْ  لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada  mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka,  mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka  tidak dapat memperkenankan permintaanmu.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS. Fathir: 13-14)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Isti’anah dengan perantaraan amal-amal sholeh dan  keadaan-keadaan yang dicintai oleh Allah. Isti’anah jenis ini  disyariatkan berdasarkan perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt; (QS.Al-Baqarah: 153)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;[Diterjemah dari Syarh Tsalatsah Al-Ushul hal. 62-63, karya Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel: www.al-atsariyyah.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-4002656041616263466?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4002656041616263466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4002656041616263466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/pembagian-jenis-permintaan.html' title='Pembagian Jenis Permintaan'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5u331EbYDcg/T0pMRh5L7SI/AAAAAAAAAtU/G-WSgPpB7M4/s72-c/305375_2598353597337_1209670513_3141857_1187709595_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-4183798969743961167</id><published>2012-02-25T06:36:00.001-08:00</published><updated>2012-02-25T06:38:22.698-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khazanah'/><title type='text'>Hukum Nadzar Yang Belum Terucap</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qh8uKLsTC2A/T0jxmwsfTdI/AAAAAAAAAtM/_qW7w7nk7q0/s1600/bahasa-arab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-qh8uKLsTC2A/T0jxmwsfTdI/AAAAAAAAAtM/_qW7w7nk7q0/s1600/bahasa-arab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Wajibkah saya menunaikan kaffarah nadzar yang hanya  terbersit dalam hati (nadzar tersebut tidak saya ucapkan dengan lisan)  dan apakah pilihan kaffarah juga harus urut sedangkan saya belum  bekerja?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu Musa, Temanggung, Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Dijawab Oleh: Al-Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Al-Makassari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terbersit dalam qalbu (hati) tidak dianggap sebagai nadzar  hingga dilafadzkan dengan lisan. Hal itu hanya sebatas niat untuk  bernadzar dan tidak menjadi nadzar sampai benar-benar diucapkan dengan  lisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin t berkata dalam Syarhu  Bulughil Maram1: “Nadzar adalah mewajibkan sesuatu atas dirinya, sama  saja baik dengan lafadz nadzar, ‘ahd (perjanjian), atau yang lainnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam Asy-Syarhul Mumti’ (6/450-451)/Darul Atsar beliau berkata:  “Nadzar menurut bahasa adalah mewajibkan, jika dikatakan: “Aku  menadzarkan hal ini atas diriku” artinya “aku mewajibkannya atas  diriku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun secara syariat, nadzar adalah mewajibkan sesuatu dengan  sifat yang khusus, yaitu amalan seorang mukallaf mewajibkan atas dirinya  sesuatu yang dimilikinya dan bukan sesuatu yang mustahil. Suatu nadzar  dianggap sah (sebagai nadzar) dengan ucapan (melafadzkannya), dan tidak  ada shighah (bentuk ucapan) tertentu untuk itu. Bahkan seluruh shighah  yang menunjukkan makna “mewajibkan sesuatu atas dirinya” maka  dikategorikan sebagai nadzar. Apakah dengan mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;لِلهِ عَلَيَّ عَهْدٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Wajib atas diri saya suatu janji karena Allah”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;atau mengucapkan:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لِلهِ عَلَيَّ نَذْرٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Wajib atas diri saya suatu nadzar karena Allah,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ataukah lafadz-lafadz serupa yang menunjukkan bahwa seseorang mewajibkan sesuatu atas dirinya, seperti:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لِلهِ عَلَيَّ أَنْ أَفْعَلَ كَذَا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;“Wajib atas diri saya untuk melakukan demikian”, meskipun tidak menyebut kata janji atau nadzar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasarkan keterangan ini, maka apa yang terbersit dalam qalbu  anda tidak dianggap sebagai nadzar dan dengan sendirinya tidak ada  pembicaraan tentang kaffarah nadzar. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: asysyariah.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-4183798969743961167?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4183798969743961167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4183798969743961167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/hukum-nadzar-yang-belum-tercap.html' title='Hukum Nadzar Yang Belum Terucap'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qh8uKLsTC2A/T0jxmwsfTdI/AAAAAAAAAtM/_qW7w7nk7q0/s72-c/bahasa-arab.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-5699811567987954025</id><published>2012-02-25T05:12:00.000-08:00</published><updated>2012-02-25T05:12:46.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Mengenal Salafi dan Tokoh Mereka</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QGGpiEO_pDI/T0jdMXsVbMI/AAAAAAAAAtE/HqcnDw_mi_4/s1600/perpus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-QGGpiEO_pDI/T0jdMXsVbMI/AAAAAAAAAtE/HqcnDw_mi_4/s1600/perpus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="subject root grey" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Apa itu Salafiy dan siapa tokoh mereka? &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="-moz-font-feature-settings: inherit; -moz-font-language-override: inherit; font-size-adjust: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit;" valign="top"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Jawab: Salafiy adalah nisbah kepada salaf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salaf  sendiri artinya adalah para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa  sallam dan para pengikut mereka (tabi'in) dengan baik dari penghuni tiga kurun yang dimuliakan dan yang setelah mereka, inilah yang disebut  dengan salafiy. Bernisbah kepadanya artinya bernisbah kepada apa yang  dipegangi oleh para sahabat Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan  kepada jalan ahlul hadits. &lt;br /&gt;Dan ahlil hadits adalah para pengikut manhaj salafiy yang berjalan di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  salafiy adalah sebuah &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;aqidah&lt;/a&gt; dalam masalah nama-nama Allah dan  sifat-sifat-Nya. Juga sebuah aqidah dalam masalah qadr, aqidah dalam  masalah sahabat, dan seterusnya. Maka para salaf beriman kepada Allah  dan dengan nama-narna-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi  yang Allah sendiri sifatkan diri-Nya dengannya dan yang disifatkan oleh  Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Mereka (para salaf) beriman  kepadaNya menurut bentuk yang sesuai dengan kemuliaan Allah tanpa melakukan tahrif  (merubah kata hingga merubah makna), tamsil (memisalkan Allah dengan  makhluk), tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), ta'thil  (meniadakan sifat bagi Allah atau menyatakan Allah tidak memiliki sifat  apapun) dan ta'wil (mengartikan dengan salah, seperti misal; tangan  Allah diartikan kekuasaan Allah. Ini salah. TanganAllah diartikan juga  dengan tangan Allah. Tapi tidak boleh menyerupakannya dengan tangan  makhluk-red). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka para salaf juga beriman kepada qadr baiknya dan buruknya. Dan tidak sempurna iman seseorang hingga dia beriman  dengan qadr yang Allah taqdirkan atas para hamba-Nya. Allah berfirman:  "Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan qadrnya" (Al Qamar:  49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam masalah sahabat, maknanya adalah beriman bahwa  para sahabat Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam wajib kita ridho  kepada mereka dan meyakini bahwa mereka adalah orang yang adil. Mereka  adalah sebaik-baik ummat dan sebaik-baik kurun. Dan meyakini bahwa  mereka semua baik. ini berbeda dengan keyakinan syi'ah dan khawarij yang mengkafirkan para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan  tidak menghormati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam salafiy tidak ada tokoh  selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu  'alaihi wa sallam adalah pemimpin kelompok ini dan panutan mereka. Dan  juga para sahabat adalah panutan mereka. Dasar hal ini adalah sabda  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah terpecah  orang-orang yahudi menjadi tujuhpuluh satu golongan dan terpecah orang  nashara menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan akan terpecah ummatku  menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya dalam neraka, kecuali satu  golongan. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka, wahai Rasulullah?  Beliau berkata: Mereka adalah orang yang berdiri diatas apa yang aku dan para sahabatku berdiri diatasnya." (HR Abu Daud and dishahihkan syaikh  Al Albani dalam shohih Sunan Abu Daud 3/115) &lt;br /&gt;Dan juga beliau besabda dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hadits &lt;/a&gt;yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah radhiyallahu  'anhu yang menerangkan tentang khuthbah beliau yang padanya beliau  berwasiat untuk bertaqwa kepada Allah, maka beliau berkata: "Aku  wasiatkan kaitan untuk bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat, walau  yang memimpin kalian adalah budak dar-i Habsyi." Kemudian beliau  menyuruh untuk berittiba' kepada sunnahnya dan sunnah para khatifahnya  yang rasyid dan mendapat hidayah. Beliau katakan: "Gigitlah dia dengan  gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang  baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan  setiap kebid'han adalah sesat." (HR Turmudzi dan dishohihkan syaikh Al  Albani datam shohih sunan Turmudzi no.2830).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buletin Islamiy Al-Minhaj, Edisi II Th.I&lt;br /&gt;http://darussalaf.or.id/stories.php?id=237&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-5699811567987954025?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/5699811567987954025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/5699811567987954025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/mengenal-salafi-dan-tokoh-mereka.html' title='Mengenal Salafi dan Tokoh Mereka'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QGGpiEO_pDI/T0jdMXsVbMI/AAAAAAAAAtE/HqcnDw_mi_4/s72-c/perpus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-6717402871037369593</id><published>2012-02-20T07:53:00.000-08:00</published><updated>2012-02-20T07:53:04.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Karomah Wali Allah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mmgYGMUHkVM/T0JsMzq0sJI/AAAAAAAAAsc/9OOKPux00cY/s1600/386939_254927477899381_214722835253179_754152_986303584_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-mmgYGMUHkVM/T0JsMzq0sJI/AAAAAAAAAsc/9OOKPux00cY/s1600/386939_254927477899381_214722835253179_754152_986303584_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Karomah,  bukanlah istilah yang asing di telinga kaum muslimin. Ia merupakan  bagian dari agama ini. Oleh karena itu, Ahlus Sunnah Wal Jama’ah  meyakini adanya karomah dan sesungguhnya ia datang dari sisi Allah .  Tahukah anda, apa yang dimaksud dengan Karomah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Karomah&lt;br /&gt;Karomah  adalah kejadian diluar kebiasaan (tabiat manusia) yang Allah  anugerahkan kepada seorang hamba dalam rangka mengokohkan hamba tersebut  dan agamanya. Adapun sebagian ciri-cirinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus;&lt;br /&gt;- terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karomah tersebut) ataupun tidak;&lt;br /&gt;-  tanpa disertai pengakuan (dari pemiliknya) sebagai seorang nabi.  (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298  karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  mengatakan: “Dan termasuk dari prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah ialah  meyakini adanya karomah para wali dan berbagai keluarbiasaan yang Allah  izinkan terjadi melalui tangan-tangan mereka baik yang berkaitan dengan  ilmu, mukasyafat (mengetahui hal-hal yang tersembunyi), maupun  bermacam-macam keluarbiasaan (kemampuan) atau pengaruh-pengaruh.” (Syarh  Al Aqidah Al Wasithiyah, hal.207).&lt;br /&gt;Karomah ini tetap ada sampai  akhir zaman dan lebih banyak terjadi pada umat ini daripada umat-umat  sebelumnya, yang demikian itu menunjukkan keridhaan Allah terhadap  hamba-Nya dan sebagai pertolongan baginya dalam urusan dunianya atau  agamanya. Namun bukan berarti Allah benci terhadap orang-orang yang  tidak nampak karomah padanya.&lt;br /&gt;Perkara “Karomah” ini telah tsabit  (ditetapkan, dikokohkan) secara nash baik di dalam Al Qur’an maupun As  Sunnah, bahkan juga secara kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Siapakah Karomah ini Diberikan?&lt;br /&gt;Karomah  ini Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman serta  bertaqwa kepada-Nya, yang disebut dengan wali Allah . Allah berfirman  ketika menyebutkan tentang sifat-sifat wali-Nya (artinya):&lt;br /&gt;“Ketahuilah  sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan  tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan  mereka senantiasa bertaqwa.” (QS. Yunus: 62-63)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah  mengkhabarkan tentang keadaan wali-wali-Nya dan sifat-sifat mereka,  yaitu: “Orang-orang yang beriman kepada Allah, para malaikat-Nya,  kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya dan hari akhir serta beriman dengan  takdir yang baik maupun yang buruk.”&lt;br /&gt;Kemudian mereka merealisasikan  keimanan mereka dengan melakukan ketakwaan dengan cara melakukan segala  perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. (Taisirul Karimir  Rahman karya As Sa’di hal, 368)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah wali Allah itu memiliki atribut-atribut tertentu?&lt;br /&gt;Syaikhul  Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa wali-wali Allah itu  tidak memiliki sesuatu yang membedakan antara mereka dengan manusia  lainnya dari perkara-perkara dhahir yang hukumnya mubah seperti:  pakaian, potongan rambut atau kuku. Dan merekapun ada yang sebagai ahli  Al Qur’an, ahli ilmu agama, ahli berperang, pedagang, pengrajin atau  para petani. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah wali Allah itu harus memiliki karomah?&lt;br /&gt;Syaikhul  Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa tidak setiap wali itu  harus memiliki karomah. Bahkan, wali Allah yang tidak memiliki karomah  terkadang lebih utama daripada yang memilikinya. Oleh karena itu,  karomah yang terjadi di kalangan para tabi’in lebih banyak daripada yang  terjadi di kalangan para sahabat, padahal para sahabat lebih tinggi  derajatnya daripada para tabi’in. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setiap yang diluar kebiasaan dinamakan ‘Karomah’?&lt;br /&gt;Asy  Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberikan suatu  kesimpulan bahwa sesuatu yang diluar kebiasaan ada tiga macam:&lt;br /&gt;? Mu’jizat yang terjadi pada para rasul dan nabi&lt;br /&gt;? Karomah yang terjadi pada para wali Allah&lt;br /&gt;? Tipuan setan yang terjadi pada wali-wali setan (Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).&lt;br /&gt;Sedangkan  untuk mengetahui apakah itu karomah atau tipu daya setan tentu saja  dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan pada  masing-masing orang yang terjadi padanya keluarbiasaan (wali) tersebut.  Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat  seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah  mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana  dia dalam mengikuti (tuntunan) Rasulullah r.” (A’lamus Sunnah Al  Manshurah hal. 193)&lt;br /&gt;Beberapa Contoh Karomah&lt;br /&gt;1. Allah berfirman  (artinya): “Setiap kali Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrob, ia  dapati makanan di sisinya, Zakaria berkata: “Hai Maryam, dari mana kamu  memperoleh makanan ini?”. Maryam menjawab:” Makanan itu dari sisi  Allah, sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada yang dikehendaki-Nya  tanpa hisab.” (QS. Ali ‘Imran: 37)&lt;br /&gt;Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di  berkata: “Ayat ini merupakan dalil akan adanya karomah para wali yang  diluar kebiasaan manusia, sebagaimana yang telah mutawatir dari  hadits-hadits tentang permasalahan ini. Tidak seperti orang-orang yang  mengingkari adanya karomah ini.” (Taisirul Karimur Rahman, hal: 129)&lt;br /&gt;2.  Apa yang terjadi pada “Ashhabul Kahfi” (penghuni gua). Suatu kisah  agung yang terdapat dalam surat Al Kahfi. Allah berfirman (artinya):&lt;br /&gt;“Sesungguhnya  mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan  kami tambahkan pada mereka petunjuk.” (QS. Al Kahfi: 13). Mereka ini  (Ashabul Kahfi) sebelumnya hidup di tengah-tengah masyarakat yang kafir  (dengan pemerintahan yang kafir) lalu mereka lari dari masyarakat itu.  Dalam rangka menyelamatkan agama mereka, kemudian Allah melindungi  mereka di dalam Al Kahfi (gua yang luas yang berada di gunung).&lt;br /&gt;Tatkala  Allah telah selamatkan mereka di dalam gua tersebut, lalu Allah  tidurkan mereka dalam waktu yang sangat panjang, disebutkan dalam ayat  (artinya):&lt;br /&gt;“Mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (Al Kahfi:25).&lt;br /&gt;3.  Diantara karomah para wali yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah apa  yang terjadi pada Dzul Qornain yaitu seorang raja yang shalih yang Allah  nyatakan (artinya): “Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan  kepadanya di muka bumi dan kami telah memberikan kepadanya jalan untuk  mencapai segala sesuatu.” (Al Kahfi :84)&lt;br /&gt;4. Diantara karomah para  wali juga apa yang terjadi pada kedua orang tua seorang anak yang  dibunuh oleh nabi Khidhir yang ketika itu nabi Musa mengatakan: “Mengapa  engkau bunuh jiwa yang bersih padahal dia tidak membunuh orang lain?”,  yang kemudian Khidhir menjawabnya: “Dan adapun anak itu maka kedua orang  tuanya adalah orang yang mukmin dan kami khawatir bahwa dia akan  menariknya kepada kesesatan dan kekafiran.” (Al Kahfi:74)&lt;br /&gt;5. Apa yang  telah diriwayatkan secara mutawatir tentang berita salafus shalih dari  para sahabat y, tabi’in, tabiut tabi’in dan generasi setelah mereka  tentang perkara karomah yang terjadi pada diri mereka.&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Karomah Dan Perbuatan Syaithan&lt;br /&gt;Ada  sesuatu yang bukan mu’jizat dan juga bukan karomah, dia adalah “Al  Ahwal As Syaithaniyyah” (perbuatan syaithan). Inilah yang banyak menipu  kaum muslimin, dengan anggapan bahwa ia karomah, padahal justru tidak  ada kaitannya dengan karomah, karena:&lt;br /&gt;- Karomah datangnya dari Allah  sedangkan ia jelas datangnya dari syaithan. Sebagaimana yang terjadi  pada Musailamah Al Kadzdzab dan Al Aswad Al Ansyi (dua orang pendusta di  zaman Rasulullah r yang mengaku sebagai nabi) dan menyampaikan  perkara-perkara yang ghaib, ini jelas merupakan perbuatan syaithan.&lt;br /&gt;-  Demikian pula karomah para wali Allah disebabkan kuatnya keimanan dan  ketaatan mereka kepada Allah . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:  “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka ia pun menjadi wali Allah  .” Sedangkan perbuatan syaithan ini dikarenakan kufurnya mereka kepada  Allah dengan melakukan kesyirikan-kesyirikan serta kemaksiatan kepada  Allah , dan syarat-syarat tertentu yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;- Karomah  merupakan suatu pemberian dari Allah kepada hamba-Nya yang shalih dengan  tanpa susah payah melakukan pendahuluan tertentu seperti bacaan-bacaan  atau dzikir-dzikir khusus, berbeda dengan perbuatan syaithan, maka ini  terjadi dengan susah payah setelah sebelumnya ia berbuat syirik atau  maksiat kepada Allah .&lt;br /&gt;- Karomah para wali tidak bisa disanggah atau  dibatalkan dengan sesuatupun. Berbeda dengan perbuatan syaithan yang  dapat dibatalkan dengan menyebut nama-nama Allah atau dibacakan ayat  kursi atau yang semisalnya dari ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan Syaikhul  Islam menyebutkan bahwa ada seseorang yang terbang di atas udara  kemudian datang seseorang dari Salafushshalih lalu dibacakan ayat kursi  kepadanya maka seketika itu dia jatuh dan mati.&lt;br /&gt;- Karomah tidaklah  menjadikan seseorang sombong dan merasa bangga diri, justru dengan  adanya karomah ini menjadikannya semakin bertaqwa kepada Allah dan  semakin mensyukuri nikmat Allah . Adapun perbuatan syaithan bisa  menjadikan seseorang bangga diri atau sombong dengan kemampuan yang dia  miliki serta angkuh terhadap Allah , sehingga dari sini jelaslah bagi  kita akan hakekat karomah dan perbuatan syaithan.&lt;br /&gt;Syubhat dan Bantahannya&lt;br /&gt;Disana  ada beberapa kelompok yang mengingkari adanya karomah, yaitu: Jahmiyah,  Mu’tazilah’ dan sebagian dari Asy’ariyah. Mereka berdalil dengan  syubhat-syubhat yang dilandasi dengan akal mereka yang rendah. Mereka  mengatakan: “Bahwa terjadinya karomah itu hanya merupakan perkara yang  akan menjadikan kesamaran antara nabi dengan para wali dan antara wali  dengan Dajjal.”&lt;br /&gt;Bantahan syubhat ini (secara ringkas) adalah:&lt;br /&gt;Pertama:  kita yakin dengan keyakinan yang mantap bahwa karomah itu benar-benar  ada, berdasarkan dalil baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah dan  kenyataan yang ada (sebagaimana yang telah disebutkan diatas).&lt;br /&gt;Kedua:  ucapan mereka bahwa karomah dapat menjadikan kesamaran antara wali  dengan seorang Nabi, justru tidaklah demikian, karena wali sama sekali  tidak berkaitan dengan kenabian, dan apa yang terjadi dari karomah itu  dikarenakan kuatnya keimanan dan ketakwaan dia kepada Allah dan  disebabkan waro’nya.&lt;br /&gt;Sedangkan kesamaran yang dikhawatirkan antara  wali Allah dengan Dajjal (wali syaithan), maka sungguh dapat dilihat  dari kehidupan seseorang yang terjadi padanya keluarbiasaan itu.  Kemudian dilihat dari keadaannya apakah dia seorang yang shalih atau  seorang yang fasiq. Demikianlah timbangan yang benar didalam menghukumi  seseorang yang terjadi padanya perkara-perkara yang diluar kebiasaan  manusia.&lt;br /&gt;Macam-Macam Manusia Dalam Mensikapi Masalah Karomah&lt;br /&gt;Pertama:  Orang-orang yang mengingkari adanya karomah yaitu dari kelompok ahli  bid’ah seperti Mu’tazilah, Jahmiyyah, dan sebagian dari Asy’ariyah.  Dengan alasan yang telah disebutkan diatas.&lt;br /&gt;Kedua: Orang-orang yang  bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam menetapkan karomah yaitu dari  kalangan orang-orang “Sufi” dan para “Penyembah kubur”, yang menganggap  segala keluarbiasaan itu sebagai karomah, tanpa memperhatikan keadaan  pelakunya atau pemiliknya.&lt;br /&gt;Ketiga: Orang-orang yang mengimani serta  membenarkan adanya karomah dan mereka tetapkan karomah tersebut  sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. Mereka itu  adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt;(lihat syarah Al Aqidah Al Wasithiyah karya Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, hal: 207-208)&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bish Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mahadassalafy.net/?p=25    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span itemprop="rating"&gt;4.5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-6717402871037369593?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6717402871037369593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6717402871037369593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/karomah-wali-allah.html' title='Karomah Wali Allah'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mmgYGMUHkVM/T0JsMzq0sJI/AAAAAAAAAsc/9OOKPux00cY/s72-c/386939_254927477899381_214722835253179_754152_986303584_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-586055947022754101</id><published>2012-02-20T05:02:00.000-08:00</published><updated>2012-02-20T05:02:39.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Menolak Hadits Sebab Kesesatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xoJC7ljBH6U/T0JDjpnxiVI/AAAAAAAAAsU/8yZlH0QrvWM/s1600/kitab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-xoJC7ljBH6U/T0JDjpnxiVI/AAAAAAAAAsU/8yZlH0QrvWM/s1600/kitab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Ahlul Bid’ah Alergi &lt;span class="hilite"&gt;Terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian  kaum muslimin, khususnya kaum mu’tazilah dan pada rasionalis atau  orang-orang yang terpengaruh dengan mereka, menolak berita-berita &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  yang (menurut anggapan mereka) tidak masuk akal. Mereka menganggap  hadist-hadist tersebut hanya akan membuat orang lari dari Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika  mereka mendengarkan hadits-hadits tentang diangkatnya Nabi Isa Alaihis  Salam dalam keadaan hidup, akan turunnya beliau pada akhir zaman, berita  tentang Dajjal (yang sudah ada wujudnya dalam keadaan terbelenggu) atau  tentang Ya’juj dan Ma’juj yang terus menerus berupaya untuk keluar dari  benteng yang dibuat oleh Dzulqarnain dan lain-lainnya, mereka  benar-benar gelisah, panas dadanya seraya berkata, “Untuk apa hadits-&lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  seperti ini disampaikan, akan menjadikan manusia semakin jauh dari  Islam”. Mereka mengucapkan ucapan olok-olok celaan dan berbagai macam  ucapan penolakan &lt;span class="hilite"&gt;terhadap&lt;/span&gt; hadits-&lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; tersebut. Keadaan mereka ini persis seperti yang dikatakan oleh &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/allah-itu-dekat.html"&gt;ulama&lt;/a&gt;’ tentang Ahlil Bid’ah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Ahmad Ibnu Sinan Al-Qathan, “Tidak ada seseorang ahlul bid’ah pun  kecuali pasti akan membenci ahlul hadits. Dan tidaklah seseorang  mengadakan kebid’ahan kecuali akan dicabut manisnya hadits dari  hatinya”(Diriwayatkan oleh Imam Abu Utsman Ash Shabuni dalam Aqidatus  Salaf Ashhabul &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, hal 300) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Abu Nashr Ibnu Sallam Al-Faqih, “Tidak ada yang paling berat atas  kelompok sesat, dan tidak pula yang paling dibenci oleh mereka,  melainkan mendengar hadits dan periwayatan hadits dengan  sanadnya.”(Aqidatus Salaf Ashabul &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, hal 302)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang Mukmin Mendapatkan Faedah dari &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  kalau saja di hati mereka ada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya,  niscaya mereka tidak akan bersikap sinis dengan hadits. Orang-orang yang  beriman akan semakin beriman dengan berita-berita &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  tersebut. Mereka akan semakin yakin bahwa hari kiamat telah dekat dan  benar-benar akan terjadi. Kemudian mereka takut kepada Allah dan beramal  dengan amalan yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, mereka (kaum rasionalis  dan mu’tazilah) adalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari  orientalis kafir yang tidak mau percaya (baca:beriman) kepada &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;,  kecuali setelah “dibuktikan” secara akal. Padahal, betapa banyak  perkara-perkara ghaib yang akal, telinga, mata dan seluruh panca indera  kita tidak dapat membuktikannya. Ciri khas orang yang taqwa adalah  beriman kepada hal-hal ghaib yang tidak dapat diraba oleh panca indera  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang &lt;u&gt;beriman kepada yang ghaib&lt;/u&gt; yang mendirian shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugrahkan kepada mereka.”&lt;/em&gt;(Al-Baqarah:1-3)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Menolak &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt; Menyebabkan Kesesatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perlu kiranya nasehat para ulama untuk seluruh kaum muslimin bagaimana seharusnya bersikap &lt;span class="hilite"&gt;terhadap&lt;/span&gt; berita-berita &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam agar jangan menyimpang dan sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Abu Bakar Ash-Shidiq Radhiyallahu ‘Anhu, “Aku tidak akan meninggalkan  sedikitpun dari apa yang telah diamalkan oleh Rasulullah Sholallahu  ‘Alaihi Wasallam kecuali aku pun mengikutinya. Sungguh aku khawatir jika  aku meninggalkan sesuatu dari peribadatannya aku akan  menyimpang.”(Al-Ibanah oleh Ibnu Bathah, juz 1 hal 246; lihat Ta’dhimus  Sunnah hal 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Bathah Al-Uqbari mengomentari  ucapan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu di atas, “Lihatlah wahai saudaraku  seorang shiddiq yang besar, beliau Radhiyallahu ‘Anhu mengkhawatirkan  dirinya tersesat jika menyelisihi sedikit saja dari perintah nabinya  Sholallahu ‘Alahi Wasallam. Maka bagaimanakah yang terjadi di zaman ini,  saat banyak orang yang berani memperolok-olokkan nabi mereka dan  perintah-perintahnya. Mereka justru berbangga dengan sesuatu yang  menyelisihi beliau Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bahkan memperolok-olokan  sunnahnya Sholallahu ‘Alahi Wasallam. Kita meminta kepada Allah  Subhanahu Wata’ala perlindungan dari kesesatan dan keselamatan dari  kejelekan amal.”(Al-Ibanah oleh Ibnu Bathah, juz 1 hal 246; lihat  Ta’dhimus Sunnah hal 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Yazid bin Harun Abu Khalid  Al-Wasithi &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/allah-itu-dekat.html"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; di majelisnya, meriwayatkan hadits tentang  dilihatnya Allah pada hari kiamat. Tiba-tiba ada seorang yang berkata di  majelisnya, “Wahai Khalid bagaimana maksud hadits ini?”. Maka Yazid Bin  Harun marah dan gemetar, “Sungguh engkau persis dengan Sabigh* dan  betapa perlunya engkau diperlakukan seperti Sabigh. Celaka engkau!!  Siapa yang tahu seperti apa dan siapa yang berhak melampaui berita yang  yang datang dalam hadits. Siapa yang berani berbicara dari pribadinya  sendiri. Kecuali orang yang bodoh dan kurang agamanya? Kalau engkau  mendengar hadist dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, tunduklah  padanya dan jangan mengada-adakan perkara yang baru padanya. Sungguh  jika kalian mengikutinya dan tidak membantahnya kalian akan selamat.  Namun, kalau tidak, niscaya kalian akan binasa.” (Diriwayatkan oleh Imam  Ash-Shabuni dalam Aqidatus Salaf Ashabul &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, hal 236-237)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan Membantah &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt; Shahih dengan Hawa Nafsu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Umar Bin Abdul Aziz Rahimahullah, “Tidak ada pendapat siapa pun bersama  sunnah yang telah disunnahkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi  Wasallam.”(I’lamul Muwaqi’in, Ibnul Qayyim, juz 2 hal 282). Yakni jika  telah datang sunnah dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, maka  tidak ada pendapat siapa pun yang boleh menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bantahan yang jelas bagi orang-orang yang menentang &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  dengan ucapan: “Tapi saya pikir….”, “Namun saya rasa….”, atau ucapan,  “Tapi menurut saya….” dan lain-lain. Yang demikian merupakan  bahasa-bahasa penentangan &lt;span class="hilite"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; dengan hawa nafsu. Dengarlah ucapan ulama berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Abu Kilabah Rahimahullah, “Jika seseoarang engakau ajak bicara dengan  sunnah, kemudian berkata,”Tinggalkan kami dari yang demikian, coba  berikan bukti dari Al-Qur’an**”. Maka ketahuilah kalau dia orang yang  sesat.”(Thabaqot Ibnu Sa’ad,Juz 7, hal 184, lihat Tadhimus Sunnah hal.25  )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah mengomentari ucapan di atas,  “Dan jika engkau melihat seorang ahlul kalam, mubtadi’,  berkata,”Tinggalkan kami dari Al-Qur’an dan hadits-&lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  aahaad, tapi buktikan secara akal”, maka ketauilah bahwa dia adalah Abu  Jahl. Dan jika kamu melihat sufi pengikut aliran Wihdatul Wujud  berkata, “Tinggalkan kami dari nukilan-nukilan (Al-Qur’an dan As-Sunnah)  maupun akal, tapi coba berikan kepada kami bukti dengan perasaan hati  dan naluri”. Maka ketahuilah bahwa Iblis telah muncul dalam bentuk  seorang manusia atau telah merasuk pada orang tersebut. Kalau kamu takut  maka larilah darinya, kalau kamu berani jatuhkanlah ia dan duduklah di  atas dadanya kemudian bacakan ayat kursi… (yakni diruqyah).”(Siyaar  A’laamu Nubala, Adz Dzahabi, juz 4 halaman 742)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Wajib Menerima &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt; Shahih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak pantas seorang &lt;span class="hilite"&gt;muslim&lt;/span&gt;  yang mendengarkan hadits yang shahih, kemudian menolaknya dengan  berbagai macam alasan hawa nafsunya. Alah mengancam orang yang  menyelisihi Nabi-Nya setelah jelas &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya), &lt;em&gt;“Dan  barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan  mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia  leluasa dia &lt;span class="hilite"&gt;terhadap&lt;/span&gt; kesesatannya yang telah  dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam  itu seburuk-buruknya tempat kembali.”&lt;/em&gt; (An-Nisa’:115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul  Harits Ibnu Abi Dzib Rahimahullah ketika meriwayatkan hadits pada Abu  Hanifah Ibnu Sammak, dia ditanya, “Wahai Abul Harits, apakah engkau  sependapat dengan &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; ini?”. Sungguh Abul  Harits sangat marah dan memukul dada Abu Hanifah seraya berteriak  dengan suara keras dan berkata, ”Aku sampaikan kepadamu ucapan  Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian engkau katakan apakah  aku sependapat dengannya?!! Ya! Tentu saja aku sependapat dengannya! Dan  yang demikian wajib bagiku dan bagi setiap orang yang mendengarnya!!”  (Dikisahkan oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Ar-Risalah, hal 450; lihat  Ta’dzimus Sunnah, hal 26-27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Asy-Syafi’i  rahimahullah, “Telah sepakat kaum muslimin (secara ijma’) bahwasanya  siapa yang telah jelas baginya sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi  Wasallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena ucapan  siapapun.”(Lihat I’lamul Muwaqi’in ibnul Qayyim, juz 2/282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  Al-Khumaedi mengisahkan bahwa pernah pada suatu hari imam Syafi’i  meriwayatkan hadits, kemudian aku berkata kepadanya,”apakah engkau  sependapat dengannya?”. Maka Imam Asy-Syafi’i berkata, ”Apakah engkau  melihat aku keluar dari gereja, atau engkau melihat di jubahku ada  sabuknya (cirikhas jubahnya pendeta Nashrani -red) hingga ketika aku  mendengar &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt; dari Rasulullah Sholallahu  ‘Alaihi Wasallam kemudian aku tidak sependapat dengannya?!!” (Hilyatul  Auliya, juz 9/106; Siyar A’lamu Nubala 10/34; lihat Ta’dhimus Sunnah  halaman 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Imam Syafi’i rahimahullah pernah  ditanya tentang suatu masalah, kemudian belian menjawab dengan hadits.  Maka si penanya tadi berkata, “Apakah engkau sependapat dengan hadits  ini?”. Maka Imam Syafi’i gemetar dan keluar otot lehernya seraya  berkata, “Ya Hadzaa. Bumi mana yang akan aku pijak dan langit mana yang  akan menaungiku, kalau aku meriwayatkan satu &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  dari Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian aku tidak  sependapat dengannya?!! Na’am ‘ala sami’ wal bashar (Yakni, kami dengar  dan kami taati).” (Sifatu Ash-Shohwah, Ibnul Jauzi juz 2/256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata  &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Imam&lt;/a&gt; Ahmad bin Hambal rahimahullah, “Barangsiapa menolak hadts Nabi  Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, maka dia berada di pinggir jurang  kehancuran.” (Thabaqat Al-Haranabilah, 2/11 dan al-Ibaanah, 1/269; lihat  Tadhimus Sunnah, hal 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Al-Barbahari, “Jika engkau mendengar seseorang mencela riwayat-riwayat (yakni riwayat &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  yang shahih), menolaknya atau menginginkan selainnya, maka tuduhlah  keIslamannya dan jangan ragu kalau dia pengekor hawa nafsu, ahlul  bid’ah”(Syarhus Sunnah, hal 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abul Qashim Al-Ashbahani, “Berkata ahlussunnah dari kalangan salaf: Barangsiapa yang mencerca riwayat-riwayat &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;  (yang shahih -red), maka sepantasnya untuk dituduh keIslamannya.”  (Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah, 2/248; lihat Ta’dhimus Sunnah hal 29).&lt;br /&gt;Berkata  imam Az-Zuhri Rahimahullah, imamnya para imam pada zamannya, “Dari  Allah keterangannya, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam yang  menyampaikannya, maka kewajiban kita adalah menerimanya.” (Aqidatus  Salaf Ashabil &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, hal 249)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau  juga berkata, “Diriwayatkan dari salaf bahwa kaki Islam tidak akan  kokoh kecuali di atas pondasi at Taslim (yakni menerima dan tunduk pada  seluruh ucapan Allah dan Rasulnya -red).” (Aqidatus Salaf Ashabul &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, hal 200)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;*)  yakni Sabigh Ibnu Ishlin, seseorang yang dipukul oleh Khalifah Umar  Ibnul Khattab Radhiyallahu ‘Anhu dan diperintahkan kepada kaum muslimin  untuk memboikotnya, karena selalu mempertanyakan perkara yang tidak  perlu dipertanyakan(lihat Aqidatus Salaf Ashhabul &lt;span class="hilite"&gt;Hadits&lt;/span&gt;, Imam Ash Shabuni hal 237-238)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;**)yakni dia hanya mau menerima dalil dari Al-Qur’an dan tidak mau menerima dalil dari &lt;span class="hilite"&gt;hadits&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="hilite"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Sumber: Risalah Dakwah Manhaj Salaf edisi 73 tahun II&lt;/em&gt;&amp;nbsp;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ghuroba.blogsome.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-586055947022754101?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/586055947022754101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/586055947022754101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/menolak-hadits-sebab-kesesatan.html' title='Menolak Hadits Sebab Kesesatan'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xoJC7ljBH6U/T0JDjpnxiVI/AAAAAAAAAsU/8yZlH0QrvWM/s72-c/kitab.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-6217469403496328957</id><published>2012-02-19T15:23:00.000-08:00</published><updated>2012-02-19T15:23:38.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Bahaya Film Kartun dan Cara Menghadapinya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ObrxNABtMlg/T0GESdjjA8I/AAAAAAAAAsE/rrQTdXgQ6Lc/s1600/kartun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ObrxNABtMlg/T0GESdjjA8I/AAAAAAAAAsE/rrQTdXgQ6Lc/s1600/kartun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="question"&gt;&lt;b&gt;Bahaya Film Kartun dan Cara Menghadapinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sarana yang dapat membantu kita untuk  menghadapi merajalelanya filem kartun yang sangat digandrungi anak-anak,  khususnya anak wanita? Apakah altenatif yang mungkin untuk masalah ini?  Mohon jawabannya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bagi yang berakal, bahwa filem kartun berpengaruh      terhadap anak-anak, yang semakin kesini semakin besar pengaruhnya akibat      seringnya penayangannya serta tidak ada daya untuk menangkalnya. Hingga kini      media yang menayangkan filem karton sangat kuat dan sangat gencar, bahkan      hingga orang dewasa ikut tergoda, ditambah lagi daya tangkal yang dimiliki      anak tidak ada, seperti akal yang sempurna atau idiologi yang kuat. Karena      itu, jika anda menanyakan orang yang pernah menyaksikan filem kartun pada      masa kanak-kanaknya, dia akan menceritakan kepada anda cerita-cerita dan      kejadian yang banyak seakan-akan dia ada di depan matanya. Perhatikanlah,      betapa melekatnya gambar-gambar yang menunjukkan sebuah keyakinan atau      mengajarkan sebuah prilaku. Siapa yang memperhatikan kenyataan tentang film      kartun, maka dia akan mengetahui bahaya yang sangat besar terhadap anak      kecil bahkan terhadap orang dewasa. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Perkara ini telah diisyaratkan dalam harian 'Al-Jazirah' edisi 12321, Jumah,      27 Jumadal Ula, 1427 H, yang melaporkan sebuah riset yang dilakukan oleh      Huda Al-Ghufais tentang pengaruh filem kartun terhadap anak-anak dalam usia      yang berbeda-beda. Di dalamnya disebutkan:&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;"Sebuah kajian ilmiah telah memperingatkan      dampak      negatif dari      film kartun impor terhadap aqidah anak-anak &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;muslim&lt;/a&gt;, karena di dalamnya      terdapat penyimpangan dalam bentuk pikiran-pikiran yang bertujuan      menggoyahkan keimanan dan akal generasi muda. Penting ditekankan mengerahkan      kesungguhan untuk memperbaiki penayangan chanel-chanel televisi untuk      melindungi generasi muda dari perkara yang dapat membahayakannya. Masalah      ini sudah bukan rahasia lagi.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Kajian&lt;/a&gt; tersebut juga menjelaskan bahwa sedang terjadi perang pemikiran dan      idiologi yang bertentangan dengan Islam dan pemeluknya. Tujuan utamanya      adalah merusak aqidah anak-anak kaum muslimin, pokok-pokok agama, keimanan      kepada Allah, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Kajian ini juga menjelaskan bahwa usia ketergantungan anak dengan media      informasi adalah pada usia 3 tahun bagi anak laki-laki dan usia 5 tahun bagi      anak perempuan. Ini merupakan fase pertumbuhan terpenting bagi sang anak      untuk membangun pola pikir dan keyakinannya. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Kajian tersebut juga melaporkan bahwa terdapat jumlah yang besar dari kaum      ibu yang tidak mengetahui pengaruh yang besar dari filem kartun untuk      menanamkan sebuah keyakinan yang benar atau sesat bagi anak-anak. Disebutkan      bahwa ada 75% dari mereka yang ikut dalam kajian ini menyatakan tidak yakin      akan pengaruh filem kartun dalam membangun keyakinan sang anak. Hal ini      menunjukkan pentingnya membangun kembali dari apa yang telah disaksikan      anak-anak, karena pengaruh filem kartun dalam membangun daya fantasi sang      anak akan menggiringnya untuk memiliki sebuah keyakinan yang sangat      berbahaya bagi kejiwaan sang anak. Sayangnya masalah ini –pengaruh film      kartun terhadap pola pikir anak- belum mendapatkan perhatian semestinya      sesuai dengan bahaya besar yang mengancam anak-anak." &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Wajib bagi para praktisi media untuk bertakwa kepada Allah Ta'ala terhadap      anak-anak muslim. Hendaknya mereka mengetahui bahwa informasi yang mereka      tayangkan telah memberikan andil dalam menghancurkan sebuah masyarakat,      tersebarnya keburukan, kekerasan, kerusakan. Mereka tidak hanya cukup      merusak pemuda dan pemudi, laki-laki dan wanita dewasa denga film-film dan      nyanyian, bahkan mereka tambah pula 'karya' mereka dengan sesuatu yang dapat      merusak aqidah dan akhlak anak-anak yaitu dengan mengimpor dari timur dan      barat tayangan anak-anak yang dapat menghancurkan dan merusak mereka.      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Beberapa cara yang dianjurkan bagi para orang tua untuk menghadapi serbuan      tersebut terhadap anak-anak adalah;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;     1-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;               Memperhatikan agar anak-anak menghafal Al-Quran dan      memanfaatkan waktu kecil mereka untuk hal tersebut. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;     2-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;               Mendidik mereka untuk mencintai Nabi shallallahu alaihi wa      sallam beserta para shahabatnya yang mulia dengan mempelajari sejarah mereka      serta memilihkan buku yang cocok dalam masalah ini untuk mereka.      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;     3-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;               Mengajarkan sedikit masalah akidah dengan cara yang mudah,      seperti tauhid kepada Allah, mengagungkannya, mencintainya, takut      kepada-Nya, kekuasaan-Nya di atas segala sesuatu, dan bahwa Dia Allah adalah      sang Pencipta dan Pemberi Rizki.      Serta prinsip      lainnya yang sesuai dengan usia mereka. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;     4-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;               Mendidik mereka untuk melakukan penolakan terhadap      kemungkaran (inkarul munkar) dan membencinya. Ajarkan agar dia tidak setuju      dengan film yang ada musiknya atau kartun anak wanita yang bersolek, atau      yang ada salib padanya. Bahkan seandainya dia melihat seseorang makan dan      minum tanpa menyebut nama Allah, dia mengingkarinya. Jika dia melihat ada      orang yang mencuri,      menculik      atau membunuh, maka dia mengingkarinya. Pendidikan-pendidikan semacam itu      akan bermanfaat apabila dia menyaksikan film kartun insya Allah, karena      boleh jadi dia akan menyaksikannya di luar rumahnya, maka dia akan      cepat-cepat mematikannya atau tidak menyaksikannya. Banyak cerita menarik      tentang anak-anak yang dididik dengan hal-hal tersebut dan menjadi sebab      tercegahnya kemunkaran yang banyak. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     &lt;br /&gt;Di      antara alternatif untuk menghadapi film kartun yang merusak adalah;      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     1.      Meproduksi acara serupa yang dapat menandingi film kartun yang sesuai dengan      ajaran Islam dan tidak mengandung kemungkaran serta mengajarkan anak pada      nilai-nilai mulia. Tidak mengapa jika menggunakan film kartun yang sama,      akan tetapi di produk ulang kembali dengan membuang bagian-bagian yang      munkar, kemudian diganti dengan kalimat yang boleh dan tidak bertentangan      dengan syariat. Dalam hal ini televisi Al-Majd telah menempuh langkah yang      baik dengan mengambil langkah tersebut. Dia memiliki acara khusus film      kartun dengan melakukan dubbing yang bermanfaat terhadap film kartun yang      cukup terkenal, sehingga tercapai dua sasaran sekaligus, yaitu memenuhi      selera anak dan sampainya pesan pendidikan dan pengajaran di dalamnya.     &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          "Akhir-akhir ini ada fenomena sebagian studio &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/sikap-berlebihan-dalam-kehidupan-sehari.html"&gt;Islam&lt;/a&gt; yang memproduksi film      kartun. Mereka mengatakan ini adalah islami. Misalnya ada produk yang      berjudul "Penakluk Konstantinopel"      atau "Rihlatussalam (Perjalanan Perdamaian)" terakhir adalah film "Ghulan      Najran (Anak      Najran)" yang disebut dalam surat Al-Buruj atau dalam dalam hadits shahih      Muslim. Film kartun ini mereka jadikan sebagai alternatif dari film kartun      yang merusak. Apa hukum perkara ini?"&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     &lt;br /&gt;Maka      beliau menjawab:&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;"Saya menilai bahwa hal itu, insya Allah, tidak mengapa, karena      kenyataannya, sebagaimana anda sebutkan, ingin melindungi anak-anak dari      perkara yang diharamkan. Paling tidak, jika hal tersebut memang harus, hal      itu lebih ringan dari apa yang mereka sebut sebagai film kartun yang kami      dengar dapat menimbulkan keraguan dalam akidah, atau mempertontonkan wujud      tuhan ketika turun hujan, na'uzu billah, dan yang semacamnya. Secara umum,      saya menganggap hal tersebut tidak mengapa....&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Pendapat saya tersebut, jika di dalamnya hanya terdapat kebaikan, maka tidak      mengapa, tapi jika diiringi musik, maka hal tersebut tidak dibolehkan.      Karena musik termasuk perkara yang diharamkan."&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          (Liqo Bab Maftuh, 127/soal no. 10)&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     &lt;br /&gt;2.      Memilih program pendidikan yang dapat menggambungkan antara hiburan dan      pendidikan. Program seperti itu kini sudah banyak beredar baik audio maupun      video. Ada yang membicarakan tentang dunia laut, dunia hewan. Chanel      Al-Majid untuk program dokumentasi memiliki partisipasi bagus dalam masalah      ini. Programnya juga tidak ada musiknya dan tampilan wanita.      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     Film      karton dan tayangan-tayangan lainnya harus sesuai dengan ketentuan syariat.      Saudari Huda           Al-Gufaish           telah menyebutkan sebagian dari prinsip-prinsip tersebut. Harian Al-Jazirah      telah melaporkan terkait kajian tersebut;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          "Kajian merekomendasikan tentang beberapa karakteristik yang hendaknya      diperhatikan oleh mereka yang hendak membuat program untuk anak-anak, di      antaranya; Menjauhi tayangan yang menimbulkan ketakutan dan mengakibatkan      sifat penakut di kalangan anak-anak. Karena dalam fase seperti itu, secara      kejiwaan bisa saja dia meyakini perkara-perkara menghantuinya. Karena anak      kecil usia dua hingga lima tahun merasa takut dengan kesendirian, api, hewan      dan segala sesuatu yang bersifat khayaan, seperti hantu, ifrit. Menayangkan      tayangan-tayangan semacam itu, dapat mengganggu kejiwaan sang anak.      &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Hendaknya program anak-anak memperhatikan sosialisasi nilai-nilai dan jangan      terlalu mengeksploitir tangisan, karena hal tersebut hanya akan membentuk      pribadi yang lemah dan tidak kuat menanggung beban, akan tetapi hendaknya      dia menyodorkan nilai-nilai positif dengan ragam acara menarik dan tayangan      yang menumbuhkan rasa optimis serta membahagiakan. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Ditekankan pula bahwa dunia tayangan anak-anak merupakan ilmu dan seni      sebelum dia menjadi sebuah hobi. Kita harus memperhatikan kode etik ilmiah      dan seni, jangan mengeksploitir aspek fantasi, karena hal tersebut sangat      berbahaya bagi penangkapan anak-anak. Hendaknya aspek teresbut dimasukkan      sedikit saja. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Kajian tersebut juga menuntut pentingnya dilakukan sebuah kajian terhadap      pengaruh film kartun berdasarkan ketentuan-ketentuan syariat agar tujuannya      tidak semata hiburan dan memberikan alternatif. Agar kita mengetahui apa      yang telah diberikan oleh alternatif islami bagi anak-anak. Karena yang cukup      mengundang perhatian adalah bahwa mayoritas tayangan alternatif tersebut&amp;nbsp;      sangat memperhatikan aspek bagaimana produk mereka tidak bertentangan dengan      ketentuan syariat, akan tetapi mereka melupakan satu sisi yang sangat      penting, yaitu bagaimana agar tayangan tersebut berhasil menanamkan nilai      aqidah Islam berdasarkan langkah-langkah yang sudah dikaji dan sesuai dengan      umur penontonnya. Penting juga para pakar ilmu syariat turun tangan untuk      menghadapi serbuan yang menyerang akal anak-anak kita tanpa ampun."      Selesai &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     &lt;br /&gt;3.      Sibukkan anak-anak dengan kegiatan yang sehat dan bermanfaat. Seperti ikut      kegiatan olah raga, renang, atau permainan lainnya yang dibolehkan. Hal      tersebut akan menghimpun antara hiburan dan manfaat. Namun hendaknya      dipilihkan club dan tempat pergaulan yang baik. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;     &lt;br /&gt;4.      Membuka situs-situs islami yang memiliki link program untuk anak-anak. Yaitu      yang menampilkan flash yang bermanfaat atau permainan yang menghibur atau      film kartun para nabi dan orang saleh, atau juga menampilkan peperangan      dalam sejarah Islam. Dalam situs Asy-Syabakah Islamiyah adalah space khusus      untuk anak-anak yang sangat bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Sebagaimana dapat kita saksikan, wahai saudaraku, bahwa kita tidak dapat      memperlakukan anak-anak sebagaimana orang dewasa. Maka kami ingatkan kepada      para orang tua agar kita memenuhi hasrat anak-anak untuk menikmat apa yang      mereka saksikan, atau permainan yang mereka ikuti, akan tetapi pada waktu      yang sama kita juga jangan biarkan semuan begitu saja, agar jangan sampai di      sana terjadi pelanggaran syariat atau agar jangan sampai anak-anak menjadi      sumber kerusakan bagi kita. Karena itu, kami menganjurkan perusahaan atau      lembaga yang mampu memproduksi tayangan untuk anak-anak, agar jangan sampai      lalai dalam masalah ini, mereka sangat membutuhkan hal ini, sebagaiman para      wali anak sangat membutuhkan alternative yang bermanfaat dan menyenangkan      anak-anak mereka. Kami juga melihat pentingnya tayangan-tayangan khusus      untuk anak-anak wanita, agar mereka terdidik untuk memiliki rasa malu dan      menundukkan pandangan sejak kecil. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;          &lt;br /&gt;Terkait dengan perkara yang bermanfaat dalam masalah ini,      saudarai Huda Al-Ghafis memberikan jawaban sebagaimana dilansir oleh harian      Al-Jazirah, &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          "Terkait dengan dampak negative media dan bagaimana mengatasinya, maka      kajian ini menyarankan untuk melakukan program pendidikan yang dibangun      dengan asas pembangunan keimanan, melalui perbaikan hati, penguatan akidah      yang dapat mencegah pengaruh-pengaruh negative tersebut. Kajian ini telah      mencatat sejumlah pengaruh buruk tersebut dan bagaimana mencari solusinya;     &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Pertama: Banyak dilakukan wawancara pers dengan bintang-bintang sepak bola,      artis, dan menyibukkan diri dengan gaya hidup mereka, pesta-pesta mereka,      pada gilirannya akan menjadikan mereka sebagai idola bagi anak-anak. Maka      kajian ini menyarankan agar mengaitkan keteladanan dengan Rasulullah      shallallahu alaihi wa sallam dengan cara mendekatnya sirah Rasulullah      shallallahu alaihi wa sallam dengan kisah-kisah yang akrab di kalangan      anak-anak. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Kedua: Anak-anak mengingat tokoh-tokoh yang terdapat dalam film kartun,      kemudian mereka akan minta dibelikan pakaian yang dikenakan tokoh tersebut.      Maka solusinya adalah dekatkan anak-anak dengan kisah kehidupan Rasulullah      shallallahu alaihi wa sallam, para shahabatnya dan sejarah kaum muslimin.     &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Ketiga: Mudahnya anak-anak menerima pemikiran dan idiolog yang tidak sesuai      dengan keyakinan kita, maka terapi yang dianjurkan kajian ini adalah dengan      memperkuat imunitas pribadi di kalangan anak-anak, mengajarkan mereka      Kitabullah dan memperhatikan masalah itu serta mengaitkan Al-&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/sikap-berlebihan-dalam-kehidupan-sehari.html"&gt;Quran &lt;/a&gt;dalam      semua sisi kehidupan mereka. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          &lt;br /&gt;Keempat: Menurunnya tingkat kebanggaan dan kemuliaan diri dengan memeluk      Islam. Hal tersebut karena sang anak tidak dididik mencintai Islam dan      mengajarkannya nilai-nilai kehidupan seorang &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;muslim&lt;/a&gt; yang bertauhid. Untuk      mengatasi masalah ini, wajib selalu disampaikan kelebihan-kelebihan Islam,      memanfaatkan moment-moment tertentu untuk keperluan tersebut serta      membandingkannya dengan agama-agama yang lain. Hendaknya kita menunaikan      amanah dengan baik dan jujur dalan hal ini."      Selesai &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;          Wallaha'lam. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: islamqa.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-6217469403496328957?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6217469403496328957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/6217469403496328957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/bahaya-film-kartun-dan-cara.html' title='Bahaya Film Kartun dan Cara Menghadapinya'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ObrxNABtMlg/T0GESdjjA8I/AAAAAAAAAsE/rrQTdXgQ6Lc/s72-c/kartun.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-3629693032615545607</id><published>2012-02-17T16:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-17T16:44:59.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Apakah Membersihkan Najis Ketika Anak Buang Air Membatalkan Wudhu?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ot67Qo4iiwQ/Tz70bW8V0qI/AAAAAAAAAr0/KkdJXGGQpv0/s1600/membaca.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ot67Qo4iiwQ/Tz70bW8V0qI/AAAAAAAAAr0/KkdJXGGQpv0/s1600/membaca.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-888952sljro/Tz70OPuwLzI/AAAAAAAAArs/qFFdt75f4bQ/s1600/pijat-bayi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh ditanya tentang wanita jika ia  menceboki anaknya sedangkan ia dalam keadaan suci apakah wajib baginya  untuk berwudhu lagi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span id="more-2300"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang wanita menceboki bayi  laki-lakinya atau bayi perempuannya dan menyentuh kemaluannya, maka  tidak wajib baginya untuk berwudhu, ia cukup mencuci tangannya saja,  karena menyentuh kemaluan tanpa syahwat tidak mewajibkan untuk berwudhu.  Dan seperti yang telah maklum bahwa wanita yang memandikan anaknya  tidak dikhawatirkan menimbulkan syahwat. Maka jika ia menceboki anak  laki-lakinya atau anak perempuannya, maka cukup mencuci tangannya saja  dari najis yang mengenainya dan tidak wajib baginya untuk berwudhu.&amp;nbsp;  Selesai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: &lt;i&gt;Majmu’ fatawa Ibnu Utsaimin&lt;/i&gt; (11/203), &lt;i&gt;al-Maktabah asy-Syamilah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div lang="AR-SA" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وسئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله عن المرأة إذا وضأت طفلها وهي طاهرة هل يجب عليها أن تتوضأ ؟&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فأجاب :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;” إذا وضأت المرأة طفلها أو طفلتها ومست الفرج فإنه لا يجب عليها الوضوء  ، وإنما تغسل يديها فقط، لأن مس الفرج لغير شهوة لا يجب الوضوء، ومعلوم أن  المرأة التي تغسل أولادها لا يخطر ببالها الشهوة ، فهي إذا وضأت الطفل أو  الطفلة فإنما تغسل يديها فقط من النجاسة التي أصابتها ولا يجب عليها أن  تتوضأ ” انتهى .&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan, Penanya berkata : Apakah membersihkan anak dari najis membatalkan wudhu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak menyentuh kemaluan maka tidak membatalkan wudhu, dan ini  tidak ada musykilah di dalamnya, dan aku tidak mengira bahwa ini yang  dimaksudkan oleh penanya. Tetapi jika ia menyentuh kemaluannya yang  shohih adalah bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu, tetapi hendaklah ia  berwudhu untuk kehati-hatian dan inilah yang lebih utama, tidak ada  bedanya antara bayi laki-laki dan bayi perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari: &lt;a href="http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1362.shtml"&gt;http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1362.shtml&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;السؤال: جزاكم الله خيرا تقول السائلة هل تنظيف الطفل من النجاسة ينقض الوضوء؟&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الجواب&lt;br /&gt;الشيخ: إذا لم يمس الفرج فإنه لا ينقض الوضوء وهذا لا إشكال فيه ولا أظن  السائلة تريده لكن إذا مست الفرج فالصحيح أنه لا ينقض الوضوء ولكن أن توضأت  احتياطا فهو أولى ولا فرق بين الذكر والأنثى.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sumber ummushofi.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-3629693032615545607?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/3629693032615545607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/3629693032615545607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/apakah-membersihkan-najis-ketika-anak.html' title='Apakah Membersihkan Najis Ketika Anak Buang Air Membatalkan Wudhu?'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ot67Qo4iiwQ/Tz70bW8V0qI/AAAAAAAAAr0/KkdJXGGQpv0/s72-c/membaca.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-529824300911014621</id><published>2012-02-12T16:21:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T16:21:43.235-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adat'/><title type='text'>Dan Dosa Itupun Tercipta Di Hari Valentine</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ibWlEoSolm4/TzhWg5dLiTI/AAAAAAAAArc/JvH8lKcFxZQ/s1600/mawar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-ibWlEoSolm4/TzhWg5dLiTI/AAAAAAAAArc/JvH8lKcFxZQ/s1600/mawar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Dosa Di Hari Valentine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah ada sebuah &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html"&gt;syariat&lt;/a&gt; yang diajarkan Islam yang  berakibat keburukan. Dan terbukti bahwa seluruh apa yang disyariatkan  Islam benar-benar membawa kebaikan dan mengantarkan umat yang ta’at  menuju kepada keridhoan.&lt;/strong&gt; Tatkala &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html"&gt;valentine&lt;/a&gt;’s day bukan dari dan  untuk Islam, sudah tentu ia mengandung berbagai jenis kerusakan dan  keburukan. Tentu di antaranya ialah membawa racun-racun dosa bagi siapa  saja yang turut serta di dalamnya. Di antara dosa-dosa ber-&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html"&gt;valentine&lt;/a&gt;  yang begitu nyata itu ialah:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dosa Latah dan Ber-&lt;em&gt;tasyabbuh&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Di antara dosa-dosa ber-valentine ialah latah dan meniru serta ber-&lt;em&gt;tasyabbuh&lt;/em&gt;. Meniru dan latah erat kaitannya dengan rasa kagum, &lt;span id="more-270"&gt;&lt;/span&gt;pengagungan,  serta kecintaan seseorang. Tidaklah seseorang meniru melainkan sebab  kekagumannya, atau pengagungannya atau sebab kecintaannya. Jauh-jauh  hari &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Islam&lt;/a&gt; telah mengingatkan umatnya agar berhati-hati dan waspada dari  kebiasaan latah dan meniru-niru.&amp;nbsp; Sebab salah melatah dan meniru akan  berakibat kesalahan yang sungguh sangat berbahaya. Apabila yang ditiru  ialah orang-orang yang sholih yang menjadi &lt;em&gt;qudwah&lt;/em&gt; (teladan) umat maka keberuntungan. Namun apabila yang ditiru ialah kaum &lt;em&gt;fasiq&lt;/em&gt; (suka berbuat dosa), kaum kafir, maka berarti musibah dan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam tentang  perilaku apa yang kiranya akan dilakukan oleh umat ini. Abu Said  al-Khudri radhiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rosululloh shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif; font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;لَتَتْبَعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ  قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا  جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ  وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Sungguh kalian akan mengikuti (perlakuan) orang yang sebelum  kalian, sejengkal sejengkal, dan sehasta demi sehasta, sehingga  seandainya mereka masuk ke lubang biawak sekalipun tentu kalian tetap  mengikuti mereka.”&lt;/em&gt; Kami bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;em&gt;“Siapa (kalau bukan mereka)?”&lt;/em&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh, sebagian besar umat ini telah mengikuti Yahudi dan Nasrani,  bahkan mereka telah meniru dan semangat untuk bisa menjadi serupa atau  sama dengan dua kaum tersebut. Padahal Rosululloh shallallahu ‘alaihi  wasallam telah mengancam dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Siapa saja yang menyerupakan diri dengan suatu kaum maka ia termasuk dari kaum itu.”&lt;/em&gt;[ii]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dosa Kagum dan Cinta Kaum Kafir&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi karena kekaguman mereka meniru suatu kaum tersebut. Bisa  juga karena pengagungan atau juga karena kecintaan. Alasan manapun yang  mereka pegangi semuanya adalah kesalahan dan musibah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perhatikanlah apa yang dikisahkan oleh seorang sahabat yang mulia,  Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Suatu saat dia pernah berkata:  “Datanglah seorang laki-laki kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi  wasallam lalu bertanya: “Wahai Rosululloh, kapan kiranya akan tegak hari  kiamat?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;em&gt;“Apa yang telah kau persiapkan untuk menyambut kiamat?”&lt;/em&gt; Dia menjawab: “Kupersiapkan kecintaanku kepada Alloh dan kepada Rosul-Nya”. Lalu beliau pun bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya kau akan bersama siapa yang kau cinta.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Anas radhiyallahu anhu mengatakan: “Kami (para sahabat)  tidaklah pernah merasa gembira setelah keislaman kami dengan kegembiraan  sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu  ‘alaihi wasallam: &lt;em&gt;“Sesungguhnya kau akan bersama siapa yang kau cinta”&lt;/em&gt;.  Anas radhiyallahu anhu pun mengatakan, “Aku mencintai Nabi shallallahu  ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap bisa bersama mereka  karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti  amalan mereka”.[iii]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang akan dikumpulkan bersama siapa yang dipuja dan  dicinta, maka bagaimana kiranya nasib orang-orang yang mencinta dan  mengagungkan kaum fasik dan orang-orang kafir lagi durhaka? Musibah apa  lagi kiranya yang lebih besar dari ini semua?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dosa Menghamburkan Harta dan Ikut Perbuatan Setan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Tak sayang harta menjadi hal yang wajar bagi mereka yang  ber-valentine. Dengan dalih menebarkan kasih sayang (menurut persangkaan  mereka), mereka hamburkan harta. Inilah salah satu jalan setan yang  mereka pilih dan mereka ikuti. Yaitu menyia-nyiakan harta dan dan  membelanjakannya untuk kemaksiatan. Dan Alloh azza wajalla telah  berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.  Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan  setan itu adalah sangat ingkar kepada Robbnya.&lt;/em&gt;[iv]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Dosa Pergaulan Bebas dan Perzinaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Tak dipungkiri bahwa Islam adalah agama &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html"&gt;kasih sayang&lt;/a&gt; dan  memerintahkan agar umatnya senantiasa berkasih sayang. Namun  sesungguhnya kasih sayang dalam Islam ialah &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/valentine-dan-perasaan-cinta-seorang.html"&gt;kasih sayang&lt;/a&gt; yang mulia,  kasih sayang yang tulus dan tak kenal pamrih. Ialah kasih sayang yang  penuh dengan aturan, adab dan tata krama syari’atnya yang agung.  Bandingkan dengan kenyataan kaum yang menebarkan kasih sayang di hari  valentine. Bukankah mereka telah banyak melanggar aturan Islam dalam  berhubungan antara laki-laki dengan perempuan yang telah diatur dengan  aturan yang indah dan luhur? Bukankah bervalentine semakna dengan  berpesta pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan tanpa aturan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Allohumma&lt;/em&gt;, ya Alloh, ampunkan buat kami atas dosa dan  kelemahan kami. Sungguh, menebar &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/valentine-dan-perasaan-cinta-seorang.html"&gt;kasih sayang&lt;/a&gt; menurut mereka ialah  pergaulan bebas tanpa aturan, pergaulan bebas tanpa tata krama.  Berbaurnya laki-laki dengan kaum perempuan dan dilakukannya apa yang  mereka hendak lakukan semaunya dan tanpa batasan. Berpasanag-pasangan  dan bersepi-sepi, sembunyi dari pandangan mata manusia untuk bermaksiat  kepada Dzat Yang tak kan tersembunyi perzinaan mereka bagi-Nya azza  wajalla.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi berduaan dengan seorang  perempuan (yang bukan istrinya) kecuali yang ketiganya ialah setan”&lt;/em&gt;[v]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sehingga setanlah yang menghias dan mengarahkan semua pandangan mata,  seluruh ucapan lisan, semua yang terdengar, seluruh sentuhan dan  langkah langkah-langkah kaki mereka. Jadilah mereka diperbudak oleh  setan setelah mereka diperbudak oleh nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah bersama-sama melakukan perbuatan dosa seperti ini yang  dinakaman berkasih sayang? Apakah bersama-sama memperturutkan nafsu lalu  tunduk patuh diperbudak setan seperti ini yang namanya berkasih sayang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya kepada Alloh ta’ala kita adukan semua musibah yang menimpa  sebagian besar &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;umat&lt;/a&gt; ini. Semoga Alloh subhanahu wata’ala memelihara kita  dan keluarga kita dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;hr size="1" /&gt; &lt;div&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;[i] HR. al-Bukhori 7320 dan Muslim 6952, dan ini lafazh al-Bukhori.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;[ii] HR. Abu Dawud 4033, Ahmad 2/50 dan 92, dishohihkan oleh al-Albani v\ dalam &lt;em&gt;Irwaul Gholil&lt;/em&gt; 1269&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;[iii] HR Muslim 6881&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;[iv] QS. al-Isro’ [17]: 26-27&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;[v] HR Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam &lt;em&gt;Shohihul Jami’&lt;/em&gt; 2546&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alghoyami.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-529824300911014621?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/529824300911014621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/529824300911014621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/dan-dosa-itupun-tercipta-di-hari.html' title='Dan Dosa Itupun Tercipta Di Hari Valentine'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ibWlEoSolm4/TzhWg5dLiTI/AAAAAAAAArc/JvH8lKcFxZQ/s72-c/mawar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-2931742137231929148</id><published>2012-02-12T16:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-20T07:34:28.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Allah itu Dekat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-p9_YmCSZY9Y/TzhRSktzI-I/AAAAAAAAArM/foDDA_vJRMc/s1600/lagit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-p9_YmCSZY9Y/TzhRSktzI-I/AAAAAAAAArM/foDDA_vJRMc/s1600/lagit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merasakan Kedekatan Allah Dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Manakah Allah ?&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Saudaraku kaum &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;muslimin&lt;/a&gt; semoga Allah senantiasa merahmati kita semua….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Jika  kita mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat mendasar ini pada  saudara-saudara kita sesama muslim, kita pasti akan mendapatkan jawaban  yang beragam. Keyakinan tentang di mana Allah berada adalah aqidah yang  tentunya melandasi setiap gerak langkah kehidupan seorang manusia.  Kekeliruan dalam keyakinan ini bisa menimbulkan imbas yang sangat besar  dalam keseluruhan rangkaian kehidupan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian  muslim akan menjawab, “Allah berada dalam hati saya, dalam setiap  tarikan nafas saya “. Sebagian lagi menyatakan, “Allah ada di  mana-mana”. Kalau kita kembangkan lagi pertanyaan itu, “ Jika Allah ada  pada setiap hati dan tarikan nafas manusia, berarti Allah ada di  mana-mana. Bisa di &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;masjid&lt;/a&gt;, di pasar, kantor, atau bahkan….. bisa jadi  Allah berada di tempat – tempat yang tidak suci dan najis ? Maha Suci  Allah atas segala aib dan kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah  sebenarnya? Di manakah Allah? Benarkah Allah senantiasa bersama kita?  Mari kita simak dan kaji lebih mendalam bagaimana sebenarnya AlQuran dan  Sunnah dengan pemahaman para Sahabat Nabi menjawab pertanyaan –  pertanyaan tersebut…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dzat Allah berada di Atas Langit&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Saudaraku kaum muslimin…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Sebenarnya  pertanyaan tersebut pernah diajukan oleh Rasulullah kepada salah  seorang budak wanita. Dalam sebuah &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;hadits&lt;/a&gt; disebutkan :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;عَنْ  مُعَاوِيَةَ بْنِ اْلحَكَم أَنَّهُ لَمَّا جَاءَ بِتِلْكَ اْلجَارِيَةِ  السَّوْدَاءَ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْنَ اللهُ قَالَتْ فِي السَّمَاءِ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُوْلُ اللهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dari  Mu’awiyah bin al-Hakam bahwasanya dia mendatangi Rasulullah dengan  membawa seorang budak wanita hitam. Kemudian Rasulullah shollallaahu  ‘alaihi wasallam bertanya pada budak wanita tersebut:’ Di mana Allah?’  Budak itu menjawab,’Di atas langit’ . Rasul bertanya lagi,’Siapakah  aku?’ Budak itu menjawab,’Engkau adalah utusan Allah’. Maka Rasul  berkata:’Merdekakanlah ia karena ia adalah mukminah (wanita beriman)’(&lt;b&gt;H.R Muslim dalam Shahihnya, Malik dalam Muwattho’, AsySyafi’i dan Ahmad dalam Sunannya, Abu Dawud dan AnNasa’i) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita  lihat, salah satu pertanyaan ujian yang diajukan oleh Rasulullah untuk  memastikan keimanan budak tersebut adalah pertanyaan tentang di mana  Allah. Jika ia bisa menjawab dengan benar, maka ia adalah seorang  mukminah. Padahal keimanan salah seorang budak adalah salah satu syarat  utama untuk membayar kaffarat tertentu, seperti misalnya jika seseorang  tidak sengaja membunuh seorang muslim, atau melakukan perbuatan &lt;i&gt;dzhihar &lt;/i&gt;terhadap  istrinya dan ingin kembali berhubungan suami istri dengannya, maka  salah satu tahapan dendanya adalah memerdekakan budak yang beriman jika  memungkinkan. Demikianlah pendapat para fuqoha’ (ahlul Fiqh) dan  mufassirin seperti Ibnu Katsir dan yang selainnya. Sebagaimana Allah  berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلاَّ خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tidak  patut bagi seorang mukmin untuk membunuh mukmin lain kecuali dalam  keadaan tidak sengaja. Barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan  tidak sengaja, maka hendaknya dia memerdekakan budak yang beriman “(Q.S  :4:92)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَالَّذِيْنَ مِنْ نِّسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا قَالُوْا&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَجِدْ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ &lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;فَإِطْعَامُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan  orang –orang yang mendzhihar istrinya kemudian dia ingin kembali dari  apa yang ia ucapkan, maka hendaknya ia memerdekakan budak (mukmin)  sebelum menggaulinya. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak) maka  hendaknya berpuasa 2 bulan berturut – turut sebelum menggaulinya,  barangsiapa yang tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin “(Q.S.  al-Mujaadilah : 3-4) &lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dalil lain yang menunjukkan bahwa &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html"&gt;Dzat Allah&lt;/a&gt; ada di atas langit adalah firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ اْلأَرْضَ &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Apakah kalian merasa aman dari Yang Di  Atas Langit (Allah) untuk menimpakan adzab kepada kalian dengan menimbun  kalian dengan tanah (bumi)?”(Q.S. AlMulk : 16)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الرَّحْمنُ عَلَى اْلعَرْشِ اسْتَوَى&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“ArRahmaan (Yang Maha Pengasih) berada di atas ‘Arsy”(Q.S Thoha : 5)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam juga  pernah bersabda ketika membagikan harta rampasan perang dan sebagian  kaum merasa tidak puas dengan pembagian itu:&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَلاَ تَأْمَنُوْنِيْ وَأَنَا أَمِيْنٌ مَنْ فِي السَّمَاءِ يَأْتِيْنِيْ خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tidakkah  kalian mempercayai aku, padahal aku adalah kepercayaan dari Yang Ada Di  Atas Langit ?. Datang kepadaku khobar (wahyu) dari langit setiap pagi  dan sore” &lt;b&gt;(H.R. Bukhari,Muslim, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban,AtTirmidzi,AdDaarimi, Abu Dawud, Ibnu Majah )&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ketika kita bersujud saat sholat kita mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi…” &lt;/i&gt;(Bacaan sujud yang disebutkan dalam hadits Hudzaifah yang ditakhrij oleh Muslim, Ahmad, dan AnNasaai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Para  Ulama’ menjelaskan bahwa Allah berada di atas ketinggian yang tidak  bisa disamai siapapun. Ia berada pada ketinggian Dzat maupun ketinggian  Sifat. Tidak ada kekurangan maupun kelemahan sedikitpun pada  Sifat-sifatNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Allah Senantiasa Bersama HambaNya di  Manapun Berada : Allah Maha Mengetahui, Melihat, Mendengar, dan Berkuasa  atas Segala Sesuatu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa Dzat Allah berada di atas &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html"&gt;ketinggian&lt;/a&gt;. Lalu bagaimanakah dengan firman Allah :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Dan Dia selalu bersama kalian di manapun kalian berada”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kita mengambil hanya sepotong ayat ini saja  bisa jadi kita akan menyangka bahwa Dzat Allah ada di mana-mana. Padahal  keseluruhan ayat ini secara utuh justru menjelaskan secara gamblang  maksudnya :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;هُوَ  الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ  اسْتَوَى عَلَى اْلعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي اْلأَرْضِ &lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَهُوَ مَعَكُمْ &lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;أََيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Dialah  Allah Yang Menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari kemudian Ia  beristiwa’ di atas ‘Arsy. Dia Mengetahui segala sesuatu yang masuk ke  dalam bumi, segala sesuatu yang keluar dari bumi, segala sesuatu yang  turun dari langit, segala sesuatu yang naik ke langit. &lt;b&gt;Dan Dia selalu bersama kalian di manapun kalian berada, dan Allah Maha Melihat segala sesuatu yang kalian lakukan&lt;/b&gt;” (Q.S AlHadiid : 4)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita lengah, lalai dan menyangka  ada di antara aktivitas kita yang tidak diketahui Allah. Jika kita  melakukan perbincangan rahasia sekalipun dengan beberapa orang tertentu,  ketahuilah sesungguhnya bukan hanya orang-orang tertentu itu saja yang  tahu, tapi juga Allah. Sebagaimana tersebut dalam ayatNya yang mulia :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;أَلَمْ تَرَ أَنَّ الله َيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَا يَكُوْنُ مِنْ نَّجْوَى ثَلاَثَةٍ  إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ وَلاَ  أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا  كَانُوْا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ إِنَّ  اللهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tidakkah  mereka melihat bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu di langit dan  di bumi. Tidaklah ada 3 orang yang berbisik (berbincang) kecuali  Dia-lah yang ke-empat, dan tidak pula ada 5 orang kecuali Dialah Yang  ke-enam, tidaklah kurang atau lebih dari itu kecuali &lt;b&gt;Dia selalu bersama mereka di manapun mereka berada&lt;/b&gt;.  Kemudian akan dikhabarkan kepada mereka segala sesuatu yang telah  mereka kerjakan nanti pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui segala sesuatu”(Q.S Al-Mujaadilah : 7)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah Subhaanahu WaTa’ala memberikan ancaman keras kepada orang-orang munafiq :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;يَسْتَخْفُوْنَ  مِنَ النَّاسِ وَلاَ يَسْتَخْفُوْنَ مِنَ اللهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ  يُبَيِّتُوْنَ مَا لاَ يَرْضَى مِنَ اْلقَوْلِ وَ كَانَ اللهُ بِمَا  يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Mereka bisa bersembunyi dari manusia namun tidak bisa bersembunyi dari Allah. &lt;b&gt;Dan Dialah Allah yang bersama mereka&lt;/b&gt;  ketika mereka merahasiakan ucapan-ucapan yang tidak diridlai. Dan  adalah Allah ilmuNya meliputi segala yang mereka lakukan”(Q.S AnNisaa’  :108) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa kita menghindar dan bersembunyi dari Allah, padahal Dialah Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَعْلَمُ خَائِنَةَ اْلأعْيُنِ وَمَاتُخْفِي الصُّدُوْرُ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Dialah Allah Yang Mengetahui mata yang berkhianat dan segala yang tersembunyi dalam dada”(Q.S AlMu’min :19)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pendengaran Allah juga meliputi segala macam dan jenis suara. Bahkan, salah seorang wanita paling mulia, dan &lt;i&gt;Ummahaatul Mu’minin (&lt;/i&gt;Ibunda kaum beriman), Aisyah radliyallaahu ‘anha pernah memberikan persaksian yang demikian menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Persaksian tersebut berkaitan dengan firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-weight: normal;"&gt;قَدْ  سَمِعَ اللهُ قََوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْ  إِلَى اللهِ وَاللهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ  بَصِيْرٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Sungguh Allah  telah mendengar perkataan seorang wanita yang mendebatmu tentang  suaminya dan dia mengadu kepada Allah, dan Allah Maha Mendengar  percakapan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha  Melihat”(Q.S Al-Mujaadilah : 1)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radliyallaahu ‘anha berkata : &lt;i&gt;’Segala  puji bagi Allah Yang PendengaranNya meliputi segala macam suara.  Sungguh telah datang al-Mujaadilah (seorang wanita yang mendebat dan  mengajak diskusi) kepada Nabi Shollallaahu ‘alaihi wasallam. Ia  berbicara pada Nabi, dan aku berada di samping rumah. Aku tidak bisa  mendengar (secara jelas) apa yang mereka perbincangkan. Tapi kemudian  Allah turunkan : …surat AlMujaadilah sampai akhir ayat&lt;/i&gt;. (H.R Ahmad, AnNasaai, dan Ibnu Maajah, dinukil oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya (&lt;b&gt;8/27&lt;/b&gt;) dishahihkan oleh Syaikh Al Albaani dalam kitab &lt;i&gt;As-Shoohihul Musnad min Asbaabin Nuzuul&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain ‘Aisyah berkata : “&lt;i&gt;Maha  Suci (Allah) Yang Pendengarannya mampu menjangkau segala sesuatu. Aku  mendengar perkataan Khoulah binti Tsa’labah dan sebagian ucapannya tidak  terdengar olehku…” &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Subhaanallah….kita perhatikan, saudaraku kaum muslimin….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; ‘Aisyah,  istri Rasul yang berada di samping rumah dan mendengar sebagian  perbincangan tersebut dalam jarak yang cukup dekat, ternyata Allah jauh  lebih bisa mendengar dari ketinggian DzatNya. Bahkan, kemudian Allah  turunkan surat AlMujaadilah, yang menceritakan kisah perbincangan  tersebut secara rinci dan menurunkan hukum yang harusnya dilaksanakan  terkait dengan masalah yang diperbincangkan tersebut secara gamblang,  mendetail, dan jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan Allah dengan HambaNya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku kaum muslimin semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Jika timbul pertanyaan dalam benak  kita, bagaimana kedekatan Allah dengan hambaNya ? Allah memerintahkan  kepada Rasulullah dalam firmanNya :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِذَا  سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّي فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ  إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ  يَرْشُدُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“ Dan jika hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, katakan &lt;b&gt;bahwa sesungguhnya Aku dekat&lt;/b&gt;.  Aku akan mengabulkan do’a orang yang berdo’a jika ia meminta kepadaKu.  Maka hendaknya mereka memenuhi seruanKu dan beriman kepadaKu supaya  mereka mendapatkan petunjuk “(Q.S. AlBaqoroh :186)&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah  mengkhabarkan kepada hambaNya bahwa diriNya begitu &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html"&gt;dekat&lt;/a&gt;, dan hendaknya  meminta dan berdoa langsung kepadaNya tidak melalui perantaraan apapun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا  مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللهَ عَزَّ وَجَلَّ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا  إِثْمٌ وَلاَ قَطِيْعَةُ رَحْمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى  ثَلاَثِ خِصَالٍ إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَإِمَّا أَنْ  يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي اْلُأخْرَى وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ  السُّوْءِ مِثْلِهَا قَالُوْا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللهُ أَكْثَرُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Tidaklah  seorang muslim berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan suatu do’a  yang tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturrahmi kecuali Allah  akan memberikan 3 kemungkinan : ‘Bisa jadi Allah segerakan terkabulnya  doa tersebut, atau Allah simpan baginya pahala di akhirat, atau Allah  palingkan (selamatkan) ia dari keburukan (bencana/marabahaya) yang  semisalnya. Para Sahabat berkata : ‘Kalau begitu kami akan memperbanyak  doa’. Rasul berkata: Allah akan lebih banyak lagi (mengabulkan doa)”(H.R  Ahmad, AlBaihaqi dalam Syu’abul Iman, dishahihkan oleh Al-Hakim dan  dishahihkan pula oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany dalam kitab  Shohiihul Jaami’ (&lt;b&gt;5714&lt;/b&gt;)) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Kita  bahkan dianjurkan untuk selalu meminta kepada Allah bahkan dalam  hal-hal yang kecil, sederhana, dan mungkin kita anggap remeh.  Sebagaimana Nabi pernah berpesan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى شِسْعِ نَعْلِهِ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ Handaknya kalian meminta seluruh hajat (keinginannya)  pada Tuhannya meskipun cuma (minta) tali sandal”(H.R at-Tirmidzi,  dinukil oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari (&lt;b&gt;2/300&lt;/b&gt;), diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Sering kita dengar keengganan  orang-orang untuk banyak dan sering berdo’a kepada Allah dengan alasan  ’mestinya kita malu sering-sering meminta kepada Allah’. Sikap semacam  ini dilandasi oleh perasaan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html"&gt;menyamakan Allah&lt;/a&gt; dengan makhlukNya. Berbeda  dengan makhluk yang pasti memiliki perasaan tidak suka jika selalu  dimintai tolong, Allah Maha Suci dan jauh dari sifat tersebut. Bahkan  Rasulullah bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa  yang tidak (pernah) meminta kepada Allah, Allah murka padanya” (H.R  At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, AlBazzar, al-Hakim, AlBukhari dalam Adabul  Mufrad, dishahihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Jika manusia dimintai  sesuatu, akan berkuranglah miliknya sesuai dengan kadar jumlah yang  diminta. Berbeda dengan Allah, sebagaimana dalam hadits Qudsi :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; يَا  عِبَادِيْ لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَاِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ  قَامُوْا فِيْ صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِيْ فَأَعْطَيْتُ كُلَّ  إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عِنْدِيْ إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ اْلمِخْيَطُ إِذَا اُدْخِلَ اْلبَحْر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“ Wahai  hamba-hambaKu, kalau seandainya kalian seluruhnya, dari awal sampai  akhir, jin dan manusia seluruhnya berdiri di satu tempat, dan semuanya  meminta kepadaKu, maka Aku akan beri masing-masing sesuai yang diminta,  tidaklah berkurang dariKu sedikitpun kecuali seperti berkurangnya air di  lautan yang menempel di jarum yang dicelupkan pada laut” (H.R. Muslim  dalam Shahihnya dan At-Tirmidzi) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; Allah dekat dengan hambaNya, bahkan sangat dekat. Allah sendiri menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;وَنَعْلَمُ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;مَا&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;تُوَسْوِسُ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;بِهِ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;نَفْسُهُ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ اْلوَرِيْدِ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan  Kami Maha Mengetahui segala yang terbesit dalam jiwanya, dan Kami lebih  dekat kepadanya dibandingkan urat lehernya”(Q.S Qoof: 16)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah Bersama Orang-orang yang Beriman, Menolong dan Menguatkan Mereka &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah berfirman kepada Nabi Musa dan Harun :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّنِيْ مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ … Sesungguhnya Aku senantiasa bersama kalian berdua, Aku Mendengar dan Aku Melihat “(Q.S Thoha :46)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam AlQurthubi menyatakan : “ Firman Allah : ‘Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua ‘ yang dimaksud adalah dengan bantuan dan pertolongan “&lt;b&gt;(Tafsir AlQurthubi juz 11 hal 203).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah mengabadikan ucapan Rasulullah untuk menguatkan hati Abu Bakar dalam ayatNya :&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِلاَّ  تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا  ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي اْلغَارِ إِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;اللهَ مَعَنَا &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَأَنْزَلَ  اللهُ سَكِيْنَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا  وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ  اْلعُلْيَا وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian tidak  menolongnya, maka sungguh Allah telah menolongnya ketika orang-orang  kafir mengeluarkan mereka. Salah satu dari kedua orang ketika keduanya  berada dalam gua, ketika ia berkata kepada Sahabatnya,&lt;b&gt;’Janganlah engkau bersedih, karena sesungguhnya Allah bersama kita’. &lt;/b&gt;Maka  kemudian Allah turunkan ketenangan dan menguatkannya dengan  tentara-tentara yang tidak terlihat, dan Allah jadikan kalimat  orang-orang kafir menjadi rendah (hina) dan Kalimat Allah menjadi  Tinggi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(Q.S AtTaubah : 40)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut adalah sebagaimana &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/07/ketika-hidayah-islam-merengkuh-jiwaku.html"&gt;dikisahkan&lt;/a&gt; sendiri oleh Rasulullah dalam haditsnya :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ  أَبِيْ بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اْلغَارِ فَرَأَيْتُ آثَارَ الْمُشْرِكِيْنَ  فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ رَفَعَ قَدَمَهُ رَآناَ  قَالَ مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللهُ ثَالِثُهُمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoFooter" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Dari  Abu Bakar asSiddiq radliyallaahu ‘anhu, beliau berkata :”Aku bersama  Rasulullah di dalam gua, kemudian aku melihat tanda-tanda orang  musyrikin. Kemudian aku berkata : ‘Wahai Rasulullah, kalau seandainya  mereka mengangkat kaki mereka, pasti mereka bisa melihat kita !’Rasul  menjawab : ‘Bagaimana pendapatmu dengan 2 orang yang (disertai) sebagai  (pihak) ketiga adalah Allah!’ (H.R Bukhari dalam Shahihnya&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoFooter" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Dari  penjelasan di atas jelaslah bahwa Allah adalah berada di atas langit  namun sangat dekat dengan hambaNya, karena Ia senantiasa Maha Mendengar,  Maha Melihat, dan Maha Berkuasa atas seluruh hambaNya.Untuk orang yang  beriman dan bertaqwa, kedekatan Allah tersebut memiliki makna tambahan  yang khusus, yaitu Allah senantiasa bersama mereka, membantu,  membimbing, memberikan &lt;i&gt;taufiq &lt;/i&gt;untuk senantiasa berjalan dalam jalur yang diridlaiNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoFooter" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Kesadaran akan Dekatnya Allah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoFooter" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Menghantarkan manusia pada sikap &lt;i&gt;muroqobah &lt;/i&gt;(senantiasa  merasa dalam pengawasan Allah), sehingga ia akan berupaya menjaga  dirinya untuk selalu berbuat dan bertindak sesuai dengan perintah Allah  dan berupaya menjauhi laranganNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoFooter" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Berupaya senantiasa &lt;i&gt;‘&lt;/i&gt;menjaga Allah&lt;i&gt;‘ &lt;/i&gt;, sehingga dengan demikian Allah akan senantiasa menjaga kita. Hal ini sesuai dengan pesan Rasulullah Shollallaahu &lt;i&gt;‘&lt;/i&gt;alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas :&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -1.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-style: normal;"&gt;يَاغُلاَمُ  إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللهَ  تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ  فَاسْتَعِنْ بِاللهِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -1.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -1.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-style: normal;"&gt;وَاعْلَمْ  أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ  يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَلَوِاجْتَمَعُوا  عَلَى أَنْ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -1.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="direction: rtl; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -1.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-style: normal;"&gt;يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-style: normal;"&gt;رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُف &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;“ Wahai anak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat : ‘&lt;b&gt;Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati Ia ada di hadapanmu&lt;/b&gt;.  Jika engkau meminta, maka mintalah kepadaNya. Jika engkau memohon  pertolongan, mohonlah pertolongan kepadaNya. Ketahuilah, bahwa kalau  seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat  kepadamu, tidak akan sampai manfaat itu kepadamu kecuali jika Allah  tetapkan sampai kepadamu. Dan jika seluruh umat berkumpul untuk  menimbulkan mudharat kepadamu, tidak akan bisa memudharatkanmu  sesuatupun kecuali jika Allah tetapkan sesuatu bisa memudharatkanmu.  Telah diangkat pena, dan telah kering lembaran-lembaran “(H.R  atTirmidzi, Ahmad, Abu Ya’la, AlHaakim, dan atTirmidzi menyatakan bahwa  hadits ini hasan shohih)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh &lt;/span&gt;alHafidz &lt;span style="font-style: normal;"&gt;Ibnu Rajab makna &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;‘&lt;/span&gt;menjaga Allah&lt;span style="font-style: normal;"&gt;‘ adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;: menjaga batasan –&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; batasan (yang dibuat Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;) dengan tidak melampauinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;, hak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;–hak  Allah dengan senantiasa memperhatikan dan menunaikannya, menjalankan  perintah – perintahNya dan menjauhi larangan – laranganNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 0.5in 0.0001pt 1.3pt; text-align: justify; text-indent: -1.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar  Rujukan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Tafsir &lt;/span&gt;AlQurthuby.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;3.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jaami’ul&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;’Uluum wal Hikaam &lt;span style="font-style: normal;"&gt;karya Ibnu Rajab AlHambaly&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;4.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Fathul Baari &lt;span style="font-style: normal;"&gt;karya Ibnu Hajar al–&lt;/span&gt;’Asqolaany&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;5. Syarh al–&lt;/span&gt;’Aqiidah al&lt;span style="font-style: normal;"&gt;–&lt;/span&gt;Waasithiyyah &lt;span style="font-style: normal;"&gt;karya Asy–Syaikh Muhammad Ibn Sholih al–Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;(Abu Utsman Kharisman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.itishom.web.id&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span itemprop="rating"&gt;4.5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-2931742137231929148?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2931742137231929148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2931742137231929148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/allah-itu-dekat.html' title='Allah itu Dekat'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-p9_YmCSZY9Y/TzhRSktzI-I/AAAAAAAAArM/foDDA_vJRMc/s72-c/lagit.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-2106364312844230581</id><published>2012-02-12T15:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T15:35:35.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah'/><title type='text'>Cara Shalat Khusyu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qA4B_w2Xb58/TzhLCQXkPUI/AAAAAAAAArE/qevvkgtYk_o/s1600/sandaljepit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-qA4B_w2Xb58/TzhLCQXkPUI/AAAAAAAAArE/qevvkgtYk_o/s1600/sandaljepit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Tips Ringkas Untuk Khusyu' Dalam Shalat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan-pembahasan  berikutnya yang akan anda ikuti adalah penjelasan detail tentang makna  bacaan-bacaan dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/hukum-dan-adab-menguap-ketika-shalat.html"&gt;sholat&lt;/a&gt;. Setiap bacaan akan memiliki “rasa”  tersendiri. “Rasa” itulah yang sebenarnya harus dihadirkan dalam setiap  sholat. Sebagian Ulama’ &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Salaf&lt;/a&gt; menyatakan bahwa setiap &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;ibadah&lt;/a&gt; harus  diiringi dengan perasaan:&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;1. Cinta dengan pengagungan, &lt;br /&gt;2. Takut, dan &lt;br /&gt;3. Berharap kepada Allah &lt;em&gt;Subhaanahu Wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat disebutkan tentang Nama dan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/hukum-shalat-berjamaah-selain-di-masjid.html"&gt;Sifat-Sifat&lt;/a&gt; Allah serta keagunganNya, dalam diri kita harus timbul perasaan mengagungkan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jika  disebutkan tentang kebaikan-kebaikan, Keadilan-keadilan dan kasih  sayang Allah, dalam diri kita mestinya timbul perasaan cinta kepada  Allah. Cinta yang berpadu dengan pengagungan tertinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan  takut kepada Allah muncul jika kita membaca bacaan-bacaan tentang  ancaman adzab Allah yang pedih, atau Sifat Allah Yang Maha Perkasa Lagi  Maha Kuat, bahwa Allah Penguasa satu-satunya, dan seluruhnya kecil di  hadapanNya, dan makna-makna semisalnya. Perasaan takut juga muncul jika  kita membaca pengakuan atas dosa kita dan kedhaliman yang telah kita  lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Bila  kita membaca bacaan-bacaan yang menyebutkan rahmat Allah, pemberian  ampunan, dan penerimaan taubat kepada suatu kaum tertentu, atau Allah  memberi hidayah kepada kaum tertentu, harusnya dalam diri kita timbul  perasaan berharap. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan-perasaan  tersebut akan tetap terpelihara dan mudah dihadirkan setiap sholat jika  kita melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;1.&amp;nbsp;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Memahami makna bacaan yang kita baca.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah buku ini akan menuntun anda untuk memahami bacaan dalam sholat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya  kadar pahala kita dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/hukum-shalat-berjamaah-selain-di-masjid.html"&gt;sholat&lt;/a&gt; sangat ditentukan oleh seberapa persen  kita ingat kepada Allah, menghadirkan hati, menghayati ucapan dan  gerakan dalam sholat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Nabi Ammar bin Yasir menyatakan:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;لاَ يُكْتَبُ لِلرَّجُلِ مِنْ صَلاَتِهِ مَا سَهَا عَنْهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah dicatat (sebagai pahala) dalam sholat seseorang ketika ia lalai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; (diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam az-Zuhud no riwayat 1300)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak berdzikir kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Kadang  orang sulit untuk mengingat Allah dalam sholat, karena ia tidak  terbiasa. Ia terbiasa lalai dari mengingat Allah. Pada saat datang waktu  sholat, maka ia baru berjuang mengingat Allah. Bagi orang yang banyak  berdzikir, baik di luar maupun di dalam sholat, ketika datang panggilan  sholat, lebih mudah baginya untuk menata hati menghadap Allah karena ia  telah terbiasa dengan dzikir, sedangkan sholat pada hakikatnya adalah  untuk mengingat (berdzikir) kepada Allah.&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0in -0.05pt 10pt 0in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;“…&lt;em&gt;Dan tunaikanlah sholat untuk mengingatKu…(Q.S Thaha:14)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;b&gt;3. Menjadikan dunia di tangan kita, bukan di hati kita. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 4.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang  menjadikan “dunia” di tangannya jika ia jadikan seluruh aktifitas  kehidupannya -seperti bekerja untuk menghidupi keluarga- sebagai sarana  untuk beribadah kepada Allah. Jika ia menjadikan ibadah kepada Allah  sebagai tujuan utama, jika ia yakin bahwa ia akan bertemu dengan Allah  dan dikembalikan kepadaNya, maka ia tidak akan mudah larut memikirkan  urusan dunia. Sebaliknya, jika dunia telah merasuk dalam hatinya, atau  bahkan menjadi prioritas utama, jika ia temui permasalahan-permasalahan  terkait pekerjaan menjadikan ia susah tidur, selalu memikirkan hal itu  setiap waktu, termasuk ketika ia berada dalam sholat, pikiran-pikiran  itu akan menyesaki hati dan otaknya. &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-left: 4.3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;وَاسْتَعِينُوا  بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى  الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ  وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (46)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Dan  minta tolonglah (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya  itu adalah berat kecuali bagi orang yang khusyu’. Yaitu orang-orang yang  yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Rabb mereka dan bahwa mereka  akan kembali kepadaNya (Q.S alBaqoroh:45-46)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;4.&amp;nbsp;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selalu meningkatkan ilmu yang bermanfaat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Semakin  seseorang berilmu, semakin tinggi perasaan takutnya kepada Allah.  Perasaan takut yang diiringi pengetahuan tentang pengagungan Dzat yang  ditakuti. Semakin bertambah keilmuan seseorang, semakin kokoh  ketauhidannya terhadap Allah. Hal itu akan semakin membuatnya khusyu’ di  dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/hukum-shalat-berjamaah-selain-di-masjid.html"&gt;sholat&lt;/a&gt;. Ilmu yang bermanfaat hanya bisa didapatkan jika bersumber  dari AlQuran dan as-Sunnah yang &lt;em&gt;shahihah&lt;/em&gt; dengan pemahaman para Sahabat Nabi &lt;em&gt;ridlwaanullahi ‘alaihim ‘ajmain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0in -0.35pt 10pt 0in; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.35pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;…orang-orang yang takut (khosy-yah) kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu (Q.S Faathir: 28).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Menghayati  dan meyakini bahwa setiap kita berdzikir ( di dalam atau di luar  sholat), kita sedang berdialog dengan Allah. Allah menjawab bacaan kita  dengan jawaban yang sesuai. Juga diiiringi keyakinan bahwa Allah  senantiasa melihat gerak-gerik dalam sholat kita.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meminta  tolong kepada Allah agar kita bisa mempersembahkan ibadah yang terbaik  kepadaNya, kemudian bertawakkal (berserah diri) hanya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shollallaahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;adalah:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Simplified Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Ya  Allah tolonglah saya untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu, dan  mempersembahkan ibadah yang (ter)baik untukMu (H.R Abu Dawud, anNasaai,  Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Permohonan  tolong kepada Allah ini bisa jadi adalah bagian terpenting, karena  tanpa pertolongan Allah, kita tidak akan bisa khusyu’ dalam &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/hukum-shalat-berjamaah-selain-di-masjid.html"&gt;sholat&lt;/a&gt;.  Termasuk bentuk permohonan pertolongan dalam hal ini adalah berlindung  dari godaan syaitan yang akan selalu berusaha mengganggu dalam sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: itishom.web.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-2106364312844230581?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2106364312844230581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/2106364312844230581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/cara-shalat-khusyu.html' title='Cara Shalat Khusyu'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qA4B_w2Xb58/TzhLCQXkPUI/AAAAAAAAArE/qevvkgtYk_o/s72-c/sandaljepit.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-4741746645615761643</id><published>2012-02-12T06:15:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T06:15:18.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><title type='text'>Sikap Berlebihan Dalam Kehidupan Sehari hari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sikap Berlebihan Dalam Kehidupan Sehari hari&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;الحمد  لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأشهد  أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله وبعد&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-r8X2tydYfaI/TzfIePii82I/AAAAAAAAAq8/3kTwtyKkdl0/s1600/gula.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-r8X2tydYfaI/TzfIePii82I/AAAAAAAAAq8/3kTwtyKkdl0/s1600/gula.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diantara sifat-sifat tercela yang  dilarang oleh &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;syariat&lt;/a&gt; ialah berlebih-lebihan. Berkata ar- Raaghib :  “Sikap berlebih-lebihan itu adalah sikap melampaui batas dalam segala  bentuk perbuatan yang dilakukan oleh seorang manusia ,walaupun di dalam  berinfaq – dimana sikap berlebih-lebih ini lebih dikenal”.&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dan berkata Imam Sufyan bin `Uyainah :  “Apapun yang di-infaqkan selain pada ketaatan kepada Allah Ta`ala  merupakan melampaui batas walaupun sedikit”.&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Allah Tabaaraka wa Ta`ala berfirman :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;قُلْ  يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا   مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ   هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang  melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus  asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya,  sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. &lt;strong&gt;(QS. Az Zumar : 53)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sikap melampaui batas termasuk dalam  masalah harta dan selainnya, Allah Ta`ala mengingatkan hamba hambaNya  dari perbuatan tersebut :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;يَا  بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ   وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.&lt;strong&gt; (QS. Al A`raaf : 31)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata sebahagian `ulama &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Salaf&lt;/a&gt; : “Allah Ta`ala mengumpulkan obat dalam setengah ayat :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;وكُلُواْ   وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Makan dan minumlah kalian, dan  janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang-orang yang berlebih-lebihan”. &lt;strong&gt;(QS. Al A`raaf : 31)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dan Allah Jalla wa `Alaa berfirman :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;وَهُوَ  الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ  وَالنَّخْلَ  وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفاً أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ  وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهاً وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِ  إِذَا أَثْمَرَ وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ  إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun  yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman  yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan  warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang  bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari  memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin), dan  janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang  yang berlebih-lebihan”.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS. Al An`aam : 141)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata al &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Imam&lt;/a&gt; Ibnu Katsir&lt;em&gt; rahimahullahu Ta`ala&lt;/em&gt; : dan berkata &lt;em&gt;Ibnu Jureij&lt;/em&gt; : “Ayat ini turun pada Tsaabit bin Qeis bin Syammas&lt;em&gt; radhiallahu `anhu&lt;/em&gt;,  dimana dia memetik buah-buah kurmanya, lalu dia berkata : “Tidak  seorangpun yang datang pada satu hari kepada saya kecuali saya beri  makan dia”, maka dia beri makan setiap yang datang sampai malam hari  sehingga tidak ada tersisa baginya satu butir kurmapun, maka Allah  Ta`ala menurunkan ayat mulia ini : &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;(ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;,  yang artinya : Dan janganlah kamu berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah  tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Dan telah meriwayatkan al  Imam Ibnu Jariir darinya”.&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Jureij dari `Atho` bin Abi Rabaah&lt;em&gt; &lt;/em&gt;: “Mereka dilarang dari sikap berlebih-lebihan dalam segala sesuatu”.&lt;strong&gt;[4]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan berkata as Sudiy dalam menafsirkan firman Allah : &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;(ولا تسرفوا)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, “Jangan kalian memberikan harta kalian sampai habis, setelah itu kalian duduk dalam keadaan &lt;em&gt;fuqaraa&lt;/em&gt;`”.&lt;strong&gt;[5]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir : “Jangan berlebih-lebihan dalam makanan karena ada padanya &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html" target="_blank"&gt;mudharat&lt;/a&gt; terhadap akal dan badan”.&lt;strong&gt;[6]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari `Amri bin Syu`aib dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;كُلُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Makanlah kalian, bersadaqahlah kalian serta berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan juga tidak sombong”.&lt;strong&gt;[7]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu `Abbas&lt;em&gt; radhiallahu `anhu&lt;/em&gt;  bahwa dia berkata : “Makanlah apa yang kamu inginkan, dan pakailah apa  yang kamu inginkan, selagi tidak menimpa kamu dua perkara, yaitu sikap  berlebih-lebihan dan sombong”.&lt;strong&gt;[8]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari al Miqdam bin Ma`diy Karib&lt;em&gt; radhiallahu `anhu&lt;/em&gt; bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بِحَسْبِ ابْنِ آدَم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;َ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang lebih jelek dari satu  bejana yang diisi penuh oleh anak cucu Adam selain dari perut, cukuplah  bagi anak cucu Adam makanan yang akan menegakkan sulbinya, kalau  seandainya mau tidak mau memang harus diisi, maka sepertiga untuk  makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.&lt;strong&gt;[9]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan sebahagian para ulama telah  membedakan antara sikap &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html" target="_blank"&gt;mubadzir&lt;/a&gt; dan sikap berlebih-lebihan, telah  datang larangan tentangnya dalam firman Allah Ta`ala :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya”.&lt;strong&gt; (QS. Al Israa` : 27) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan : “Sesungguhnya yang dikatakan &lt;em&gt;tabdziir&lt;/em&gt;  (berbuat mubadzir) ialah membelanjakan harta tidak pada tempatnya, bisa  dalam bentuk maksiat, bisa juga pada tempat yang tidak ada faedah dalam  bentuk bermain-main dan menghambur harta tersebut. Sedangkan sikap  berlebih-lebihan adalah dalam bentuk berlebih-lebihan dalam makanan,  minuman dan pakaian tanpa hajat”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta`ala memuji hamba hambaNya yang bersifat sederhana :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang apabila  membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir,  dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian ”.&lt;strong&gt; (QS. al Furqaan : 67)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata al Imam Ibnu Katsir&lt;em&gt; rahimahullahu Ta`ala&lt;/em&gt;  : “Dan orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan tidak  berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, artinya mereka tidak bersikap  boros dalam membelanjakan harta mereka dalam bentuk membelanjakannya  melebihi hajat, dan tidak juga mereka bakhil kepada keluarga mereka  dalam bentuk mengurang-ngurangi haq mereka, tidak mereka tahan-tahan,  bahkan dengan bentuk adil dan yang terbaik, sebab sebaik-baik perkara  adalah yang paling menengah, bukan ini dan bukan pula itu”.&lt;strong&gt;[10]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta`ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu  terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya  karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal”. &lt;strong&gt;(QS. Al Israa` : 29)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah bentuk sikap sederhana yang  diperintahkan, tidak bakhil, dan tidak menahan, tidak berlebih-lebihan,  tidak juga boros, akan tetapi diantara demikian.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir&lt;em&gt; rahimahullahu Ta`ala&lt;/em&gt;  : “Allah Tabaaraka wa Ta`ala memerintahkan untuk sederhana dalam  kehidupan, mencela perbuatan bakhil dan melarang dari sikap  berlebih-lebihan : &lt;em&gt;“Jangan sekali-kali kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu”&lt;/em&gt;, artinya adalah jangan kamu menjadi orang&amp;nbsp; bakhil yang menahan dan tidak mau memberi sedikitpun pada seseorang. &lt;em&gt;“Dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya”&lt;/em&gt;,  artinya adalah jangan kamu berlebih-lebihan dalam menginfakkannya  sehingga kamu memberikan melebihi kemampuan kamu, sampai kamu  mengeluarkan melebihi dari pemasukan kamu. Kemudian &amp;nbsp;&lt;em&gt;“Akhirnya kamu menjadi tercela dan menyesal”&lt;/em&gt;,  artinya adalah kamu tercela kalau seandainya kamu bakhil, manusia akan  mencelamu, mereka akan mengejekmu, dan tidak butuh padamu. Bila kamu  mengulurkan tanganmu melebihi dari kemampuanmu, maka kamu akan duduk  tanpa ada sedikitpun yang akan kamu belanjakan, lalu kamu akan menjadi  seperti seekor hewan melata yang lemah untuk berjalan”.&lt;strong&gt;[11]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata `Ali bin Abi Thalib &lt;em&gt;radhiallahu `anhu&lt;/em&gt;  : “Apapun yang kamu belanjakan untuk dirimu dan untuk istri serta  anak-anakmu tanpa berlebih-lebihan dan boros, serta apapun yang telah  kamu sadaqahkan dengannya, maka itulah untukmu, dan apapun yang kamu  belanjakan dalam bentuk riya` dan ingin dapat pujian, maka itu merupakan  bagian setan”.&lt;strong&gt;[12]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkata al Imam Ibnu al Jauziy&lt;em&gt; rahimahullahu Ta`ala&lt;/em&gt;  : “Seorang yang berakal dia akan mengatur kehidupannya di dunia dengan  akalnya. Kalau dia seorang yang faqir dia akan bersungguh-sungguh dalam  mencari rizqi dan usaha yang akan menahannya dari merendahkan&amp;nbsp; diri di  hadapan manusia, dia memperkecil sifat ketergantungan kepada makhluk dan  lebih memilih &lt;em&gt;qona`ah&lt;/em&gt;, dengan demikian dia hidup selamat dari  celaan manusia dan mulia diantara mereka. Kalau seandainya dia kaya maka  sepantasnya baginya untuk mengatur&amp;nbsp; pembelanjaannya, dikhawatirkan dia  akan memelas dan berhajat dengan merendahkan diri kepada makhluk……”  sampai akhir yang dia katakan.&lt;strong&gt;[13]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan sepantasnya untuk diperhatikan,  yaitu bahwa infaq (nafkah) yang dikeluarkan dalam kebenaran tidak  dikatakan sebagai pemborosan. Berkata al Imam Mujaahid&lt;em&gt; rahimahullahu Ta`ala&lt;/em&gt;  : “Kalau sendainya seorang manusia membelanjakan seluruh hartanya pada  kebenaran bukan dikategorikan sebagai sifat boros, dan kalau dia  membelanjakan hartanya walaupun satu mud, tetapi bukan dalam kebenaran  maka dikatakan sebagai pemborosan”.&lt;strong&gt;[14]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diantara bentuk berlebih-lebihan yang terjerumus sebagian manusia padanya adalah berlebih-lebihan dalam &lt;em&gt;walimah&lt;/em&gt; (pesta pernikahan), atau acara-acara lainnya dalam bentuk &lt;em&gt;munasabah&lt;/em&gt; tertentu, kecil atau besar, sekira-kira dibuat makanan-makanan yang melebihi hajat.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan diantaranya juga menggunakan nikmat air berlebih-lebihan. Dari Anas bin Maalik &lt;em&gt;radhiallahu `anhu&lt;/em&gt; :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;"أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتوضأ بالمد ويغتسل بالصاع إلى خمسة أمداد"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam berwudhu` dan satu mud dan mandi dengan satu sho` sampai lima mud”.&lt;strong&gt;[15] [16]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam telah melarang seorang mukmin melebihi wudhu`nya lebih dari tiga kali.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari `Amri bin Syu`aib&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dari  bapaknya dari kakeknya berkata : Telah datang seorang arab badui kepada  Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bertanya tentang wudhu`? maka Nabi  Shollallahu `alaihi wa Sallam menunjukkan kepadanya cara wudhu` tiga  kali tiga kali, kemudian beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;هَكَذَا الْوُضُوء&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا فَقَدْ أَسَاءَ وَتَعَدَّى وَظَلَمَ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Beginilah wudhu`, maka barang siapa yang menambah dari ini sungguh dia telah jelek dan melampaui batas serta zhalim”.&lt;strong&gt;[17]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diantara sikap berlebih-lebihan ialah  dalam bentuk membelanjakan nikmat harta. Dari Khaulah al &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/"&gt;Anshoriyah&lt;/a&gt;  berkata : Saya telah mendengar Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam  bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;إِنَّ رِجَالًا يَتَخَوَّضُونَ فِي &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَق&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ٍّ فَلَهُمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kaum lelaki terlalu  menceburkan diri mereka pada harta Allah bukan pada kebenaran, maka bagi  mereka neraka di hari kiamat”.&lt;strong&gt;[18]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan masuk ke dalam hadist ini mereka  yang selalu berpergian ke negeri kuffar. Mereka menghabiskan harta  sangat banyak dalam pelesiran tersebut, sementara mereka telah  mengumpulkan dua maksiat :&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama :&lt;/span&gt; berpergian ke negeri kuffaar, sungguh Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam telah melarang dari demikian.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Jariir &lt;em&gt;radhiallahu `anhu&lt;/em&gt; bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;أَنَا &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِم&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ٍ يُقِيمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِينَ لَا تَرَاءَى نَارَاهُمَا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Saya berlepas diri dari setiap muslim yang mukim diantara orang musyrikin yang tidak akan sama hukum keduanya”.&lt;strong&gt;[19]&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang kedua :&lt;/span&gt; Sokongan perekonomian terhadap negara-negara kuffar dengan harta yang dibelanjakan padanya.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Barzah al Aslamiy&lt;em&gt; radhiallahu `anhu &lt;/em&gt;bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bersabda :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا  تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ  عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ  مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan bergerak dua telapak kaki  seorang hamba pada hari kiamat, sampai ditanyakan kepadanya tentang  umurnya kemana dia habiskan, tentang&amp;nbsp; ilmunya pada apa dia lakukan,  tentang hartanya dari mana dia hasilkan dan pada apa dia belanjakan”.&lt;strong&gt;[20]&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;والحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  أجمعين&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh al Faqiir Ila `Afwi  Rabbihi Jalla wa `Alaa, al Ustadz Abul Mundzir/Dzul Akmal bin Muhammad  Kamal ar Riyawwiy al Madaniy as Salafiy, dari kitab : “&lt;strong&gt;Ad Durarul Muntaqootu minal Kalimaatil Mulqooti Duruusun Yaumiyah&lt;/strong&gt;”, halaman 221-225, oleh as Syaikh Doktor Amiin bin `Abdullah as Syaqaawiy.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rimbo Panjang, Kompleks Pon Pes Ta`zhiim as Sunnah as Salafiyah, hari  Senin 18 Muharram 1431 H/4 Januari 2010 M.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;hr size="1" style="font-family: Verdana,sans-serif;" width="33%" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[1] “Mausuu`atu Nadhratan Na`iim” (9/3884).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[2] “Mausuu`atu Nadhratan Na`iim” (9/3884).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[3] “Tafsiir Ibnu Katsir (6/190).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[4] “Tafsiir Ibnu Katsir (6/190).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[5] “Tafsir Ibnu Katsir (6/190).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[6] “Tafsiir Ibnu Katsir (6/190).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[7] “Sunan an Nasaa`iiy (558), “al Bukhaariy” secara mu`allaq dijazamkan dengannya (4/53).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[8]  Berkata pentahqiq kitab “Tafsir Ibnu katsir “ : Sanadnya shohih, Shohih  al Bukhariy (4/53), dan dimaushulkan sanadnya oleh Ibnu Abi Syaibah di  “al Mushonnaf” (6/36), Ibnu Hajr di “Taghliiqut Ta`liiq” (5/54) dari  jalan Sofyaan bin `Uyainah dari Ibrahim bin Maisarah dari Thowus dari  Ibnu `Abbas dengannya. Dan ditambah lagi penisbahannya oleh Ibnu Hajr di  “al Fath” (10/253) kepada ad Diinawiy di “al Mujaalasah”, dan as  Sayuuthiy di “ad Durul Mantsuur” (3/149) kepada `Abdun bin Humeid.  Dinukil dari “Tafsiir Ibnu Katsir” (6/288).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[9] “Sunan at Tirmidziy” (2380) berkata al Imam at Tirmidziy : hadist hasan shohih.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[10] “Tafsir Ibnu Katsir” (10/322).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[11] “Tafsir Ibnu Katsir” (&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[12] “Addurul Mantsur” (5/275).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[13] “Shaidul Khaathir” halaman (404).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[14] “Tafsir Ibnu Katsir” (3/36).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[15] “Shohih al Bukhaariy (201), Muslim (325)”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[16] Al Mud : “Seukuran dua telapak tangan seorang lelaki yang penuh”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[17] “Sunan an Nasaaiiy (140)”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[18] “Shohih al Bukhariy (3118)”.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[19]  “Sunan Abu Dawud (2645), at Tirmidziy (1604), dishohihkan oleh as  Syaikh al Albaaniy di “Shohihul Jaami`us Shoghiir (1461). Berkata al  Imam al Khotthabiy rahimahullahu Ta`ala : لا تراءى نارهما, tafsirnya ada  beberapa sisi : pertama maknanya : “Tidak akan sama hukum keduanya, ini  dikatakan oleh sebahagian ahli ilmu”. Dan berkata sebahagian mereka  (kedua) : maknanya : “Sesungguhnya Allah Ta`ala telah membedakan  diantara negeri Islam dan negeri kafir, maka tidak dibolehkan bagi  seorang muslim untuk tinggal bersama orang kuffar dinegeri mereka,  sampai-sampai apabila mereka menyalakan api, adalah dia bahagian dari  mereka dari sekira-kira dia melihatnya”. Sisi yang ketiga : telah  menyebutkan sebagian ahli bahasa maknanya adalah : “Jangan sekali kali  seorang muslim berpenampilan seperti penampilan seorang musyrik dan  jangan pula bertasyabuh dengan bentuk mereka dan cara mereka. “Sunan Abi  Dawud” (3/105).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;[20] “Sunan at Tirmidziy (2426).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;http://tazhimussunnah.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-4741746645615761643?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4741746645615761643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4741746645615761643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/sikap-berlebihan-dalam-kehidupan-sehari.html' title='Sikap Berlebihan Dalam Kehidupan Sehari hari'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-r8X2tydYfaI/TzfIePii82I/AAAAAAAAAq8/3kTwtyKkdl0/s72-c/gula.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-1921019542116111005</id><published>2012-02-12T02:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T02:06:04.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adat'/><title type='text'>Valentine dan Perasaan Cinta Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dsCOm1tTsHQ/TzeOyGrIa3I/AAAAAAAAAq0/G4hEM8qpqHs/s1600/valentine_cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-dsCOm1tTsHQ/TzeOyGrIa3I/AAAAAAAAAq0/G4hEM8qpqHs/s1600/valentine_cinta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Valentine dan Perasaan Cinta Seorang Muslim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki  bulan februari di Negara &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;islam &lt;/a&gt;terbesar  (Indonesia) yang berpenduduk ±  250 (update 2012) juta jiwa,  mayoritasnya menganut agama islam ada suatu pemandangan  yang  menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;muslim&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko  swalayan menyediakan; bunga- bunga berwarna merah,  kartu-kartu ucapan  selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta  dalam keyakinan romawi  kuno), hotel-hotel dan restoran mewah  menyediakan paket &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html" target="_blank"&gt;valentine&lt;/a&gt;,  siaran radio dan televisi disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari  valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Apakah  ini tradisi islam? Kalau tidak, kenapa orang yang mengaku  dirinya  beragama islam ikut merayakannya? Lalu apa solusinya sehingga  umat  mayoritas tidak mengekor kepada umat minoritas? Uraian berikut  mungkin  dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah hari &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html" target="_blank"&gt;valentine&lt;/a&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  referensi menjelaskan bahwa hari valentine adalah hari kasih  sayang  bangsa romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semenjak 17  abad  yang silam, sebagai ungkapan kasih sayang dewa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan  ini berasal dari sebuah legenda bahwa Romelius pendiri kota  Roma  disusui oleh seekor serigala sehingga ia tumbuh menjadi orang yang   berbadan kuat dan berakal cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bulan Februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;"Seekor  anjing dan domba disembelih, lalu dipilih dua orang perjaka  yang  berbadan tegap untuk dilumuri tubuhnya dengan darah anjing dan  domba.  Setelah dilumuri darah anjing dan domba mereka dimandikan dengan  air  susu. Lalu diarak keseluruh penjuru kota sambil memegang cambuk  yang  terbuat dari kulit. Di sepanjang jalan para wanita romawi  menyambut  hangat lesatan cambuk ke tubuhnya, karena diyakini berkhasiat   menyembuhkan penyakit dan mudah mendapat keturunan".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hubungan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html" target="_blank"&gt;Valentine&lt;/a&gt; dengan perayaan di atas:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html" target="_blank"&gt;Valentine&lt;/a&gt;   adalah nama seorang penganut Kristen yang dibunuh oleh Claudius pada   tahun 296 M. melalui sebuah penyiksaan karena dia pindah agama dari   seorang penganut Animis Romawi menjadi seorang Kristiani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah  bangsa Romawi memeluk agama Kristen mereka tidak membuang  tradisi  Animis tersebut tetapi menggantinya dengan memperingati hari  kematian  &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2011/02/dosa-dalam-sepotong-coklat-mengungkap.html" target="_blank"&gt;Valentine&lt;/a&gt; sebagai tokoh penyebar cinta dan damai dan prosesi  peringatannya dimodifikasi menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;"Mereka  membuat sebuah perkumpulan massa, lalu menulis nama-nama wanita  yang  telah memasuki umur nikah pada lembar kertas, lalu digulung.  Kemudian  dipanggil seorang pemuda untuk mengambil satu kertas dan  membukanya.  Nama wanita yang tertulis dikertas tersebut akan menjadi  pasangannya  selama setahun, andai setelah satu tahun hidup bersama  tanpa nikah  mereka merasa serasi mereka melanjutkannya dengan  pernikahan. Andai  tidak ada keserasian maka pada hari valentine tahun  mendatang mereka  berpisah".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Perayaan  ini ditentang oleh para tokoh agama saat itu dan mereka  mengeluarkan  larangan memperingatinya karena dianggap merusak akhlak  para pemuda dan  pemudi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak  ada informasi yang jelas tentang siapa yang menghidupkan kembali   tradisi ini. Beberapa cerita mengungkapkan bahwa di Inggris orang-orang   memperingatinya sejak abad XV M.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sikap seorang muslim terhadap hari valentine:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dari   asal-usulnya kita ketahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu   upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta   kepada dewa mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini adalah tradisi &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kupas-tuntas-macam-macam-perbuatan.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;syirik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;   tak ubahnya bagaikan ritual orang-orang Arab penyembah berhala   mengungkapkan cinta berhala yang berada di sekeliling Ka'bah dengan cara   mengelilinginya dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai  benangpun  sambil bertepuk tangan dan bersiul, sebagaimana yang Allah  jelaskan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt; وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِنْدَ البَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوْقُوْا العَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;"Sembahyang  mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan  dan tepukan  tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(Q.S. Al Anfaal: 35).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu  tradisi ini dihapus Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam  setelah  menaklukkan kota Mekkah dan membersihkannya dari kesyirikan,  dan Allah  mengancam orang-orang yang melakukannya dengan siksaan yang  pedih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian   umat kristen Romawi mengadopsi tradisi ini dengan merayakan kematian   Valentine sebagai lambang penebar cinta dan damai, akan tetapi itu cuma   slogan karena prosesi perayaannya tak lebih dari kesempatan mencari   pasangan haram untuk setahun kedepan bagaikan kucing yang mencari   pasangannya untuk musim kawin di bulan Februari. Dan ini bertentangan   dengan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya. Wahai umat   islam sadarlah! perayaan valentine adalah &lt;b&gt;bid'ah&lt;/b&gt; dalam  agama  Kristen dan dilarang untuk dirayakan pada awal masanya oleh para   pendeta. Kenapa anda mau menghidupkannya kembali? Sungguh para pendeta   tersebut lebih berakal daripada orang yang mengaku islam akan tetapi   ikut merayakannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebagain   besar umat islam yang ikut merayakan valentine dengan saling berkirim   kartu ucapan valentine atau menghadiahkan bunga mawar atau saling   berkirim surat cinta atau ikut mengadakan atau hanya sekedar menghadiri   acaranya. Umumnya mereka mengajukan alasan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Para pemuda-pemudi beralasan bahwa mereka hanya memanfaatkan kesempatan valentine untuk mencari pasangan hidup yang setia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Para   pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa hari   valentine adalah kesempatan untuk melanggengkan rumah tangga dengan   saling mengungkapkan rasa cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Orang-orang   yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi yang beragama Kristen   beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk mempererat   hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang mereka ajukan laksana menegakkan benang basah, sadar ataupun tidak mereka termasuk dalam ancaman sabda Nabi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;(( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ))&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia dia adalah bagian dari kaum tersebut&lt;/i&gt;. H.R. Ahmad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Maka  orang islam yang ikut memeriahkan hari valentine sesungguhnya dia   adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi  kuno  &lt;i&gt;–na'uzubillah-.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk para pemuda dan pemudi islam yang kehilangan jati diri!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perayaan valentine bukanlah hari baik untuk mencari jodoh, karena ia  merupakan perayaan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kasih-sayang-islam-teruntuk-kaum-wanita.html" target="_blank"&gt;syirik&lt;/a&gt;,  walaupun anda mendapatkan pasangan setia saat  itu di dunia sungguh dia  bukan pasangan anda sejati, apalagi nanti di  akhirat (mungkin juga di  dunia) anda dan dia akan saling bermusuhan,  karena pasangan yang sejati  adalah pasangan yang bertakwa dan orang  –orang bertakwa tidak akan mau  menghadiri perayaan syirik semacam itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Allah taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;}&lt;/span&gt; الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ المُتَّقِيْنَ &lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa&lt;/i&gt;". (Q.S. Az Zukhruf :67)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pasutri muslim yang lentera cintanya mulai redup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;!   Memanfaatkan kesempatan syirik hanya akan memadamkan lentera cinta  anda  yang mulai redup dan akan menyulut api yang akan membakar  rumahtangga  anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;Untuk muslim dan muslimat yang tidak kenal lawan dan kawan&lt;/b&gt;!  Allah  tidak melarang anda untuk berteman dengan orang diluar islam,  akan  tetapi Allah melarang anda menaruh rasa cinta terhadap mereka dan  lebih  parah lagi jika anda mengungkapkannya dalam bentuk berkirim kartu  atau  hadiah di kesempatan syirik itu. Allah taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;   لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ   يُوَآدُّوْنَ مَنْ حَآدَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانُوْا آبَاءَهُمْ   أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيْرَتَهُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Kamu  tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari  akhirat,  saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah  dan  Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak  atau  saudara-saudara ataupun keluarga mereka&lt;/i&gt;. (Q.S. Al Mujadilah : 22 ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Realita   banyaknya umat islam yang ikut merayakan hari kasih- sayang ini sangat   mengherankan padahal dalam agama islam telah menjelaskan secara  lengkap  tentang cara memelihara dan menuai cinta kepada Allah dan  Rasul-Nya,  cinta kepada sesama muslim dan muslimat. Mereka bagaikan  'Bani Israel'  yang menukar makanan dari langit dengan ketimun, bawang  putih, kacang  adas, dan bawang merah, sungguh barter yang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ungkapan cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mengikuti ajaran Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu `alaihi wasallam&lt;/i&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;}&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/kasih-sayang-islam-teruntuk-kaum-wanita.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Allah, ikutilah aku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;. (Q.S. Ali Imran: 31 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;((   وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا   افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ   بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ : فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ   الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ   الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ   سَأَلَنِيْ أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ ))&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih &lt;b&gt;&lt;u&gt;Kucintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;   daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa   mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah   hingga Aku &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, maka apabila Aku telah &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;   Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran   tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan   tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja &amp;nbsp;dengan tangan  tersebut,  dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki  tersebut. Andai ia  minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta  perlindungan-Ku,  akan Kuberi”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;HR. Bukhari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sering membaca Al quran, dalam sebuah hadist Nabi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallahu `alaihi wasallam mengutus seorang lelaki  memimpin sebuah  ekspedisi, dia selalu membaca sebuah (surat) ketika  shalat mengimami  para pasukannya dan menutup bacaannya dengan&amp;nbsp;[&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;قُل هو اللَّه أحد&lt;/span&gt; ] , tatkala mereka kembali, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu `alaihi wasallam&lt;/i&gt;, Ia bersabda,&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal tersebut&lt;/i&gt;? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: “Karena surat tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat &lt;i&gt;Ar Rahman,&lt;/i&gt; maka saya sangat &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;cinta&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: &lt;i&gt;“Beritahu dia bahwa Allah ta`ala &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;.”&lt;/i&gt; Muttafaq ’alaih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mengucapkan &lt;i&gt;assalamu'alaikum&lt;/i&gt; saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi shallallahu alaihi wassallam. :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;“Demi  yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga  hingga  kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian  saling &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya, kalian akan saling &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, tebarkan salam di antara kalian”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; HR. Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Saling mengunjungi, sabda Nabi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;“Seorang  lelaki menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah  mengutus  seorang malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di  kampung  tersebut, malaikat berkata : “Mau kemanakah engkau?”, ia  berkata : “Aku  ingin mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat  berkata : “Apakah  engkau mengunjunginya karena ingin mendapatkan  manfaat duniawi?”, ia  berkata : “Tidak, hanya karena aku &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; karena Allah”, malaikat berkata : “Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; seperti engkau &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; si fulan karena-Nya”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; HR. Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ungkapkan   rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu karena   Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah   mencintaimu". Sabda Nabi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;“Ada seorang lelaki di sisi Nabi &lt;i&gt;shallallahu `alaihi wasallam&lt;/i&gt;, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; orang ini”, Nabi &lt;i&gt;shallallahu `alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda kepadanya: “&lt;i&gt;Apakah engkau telah memberitahukannya?”&lt;/i&gt;, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : &lt;i&gt;“Beritahu dia&lt;/i&gt;”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata : &lt;i&gt;“Sesungguhnya aku &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; karena Allah”&lt;/i&gt;, lalu ia menjawab : &lt;i&gt;“Semoga Zat yang engkau &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintaiku&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; karena-Nya &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;”&lt;/i&gt;. HR Abu Daud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Bilamana tips di atas anda ikuti dan laksanakan dengan seksama niscaya anda akan terlepas dari belenggu cinta terhadap yang &lt;i&gt;fana &lt;/i&gt;(binasa) berganti dengan cinta kepada Dzat yang &lt;i&gt;Baqa'&lt;/i&gt; (kekal) yang menentramkan jiwa dan raga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita orang- orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan &lt;i&gt;'Arsy &lt;/i&gt;di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa  sya'ir  cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallahu `alaihim wasallam :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black;"&gt;اَللَّهُمَّ   إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ   يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ  إِلَيَّ  مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; direction: ltr; line-height: 150%; margin: 0px 0px 6px; text-indent: 28px; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;-Mu dan &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; orang yang &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada &lt;b&gt;&lt;u&gt;cinta&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;-Mu, ya Allah, jadikanlah &lt;b&gt;&lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;-Mu lebih &lt;b&gt;&lt;u&gt;kucintai&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; HR. Tarmizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: islamhouse.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-1921019542116111005?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1921019542116111005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1921019542116111005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/valentine-dan-perasaan-cinta-seorang.html' title='Valentine dan Perasaan Cinta Seorang Muslim'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dsCOm1tTsHQ/TzeOyGrIa3I/AAAAAAAAAq0/G4hEM8qpqHs/s72-c/valentine_cinta.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-1383950501496710062</id><published>2012-02-11T18:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T18:31:54.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khazanah'/><title type='text'>Perbedaan Antara Al Quran dan Hadits Qudsi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Dl-MpE7DBAQ/TzckKP6ChMI/AAAAAAAAAqg/GYp1slR43t4/s1600/quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dl-MpE7DBAQ/TzckKP6ChMI/AAAAAAAAAqg/GYp1slR43t4/s1600/quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan Antara Al Quran dan Hadits Qudsi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hadits qudsi adalah hadits yang disnisbatkan kepada Zat yang quds  (suci), yaitu Allah Ta’ala. Yang mana hadits qudsi ini disampaikan  kepada kita oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun perbedaan antara dia dengan Al-Qur’an, maka ada beberapa perkara yang disebutkan oleh para ulama. Di antaranya:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lafazh dan makna Al-Qur’an berasal dari Allah, sementara lafazh  hadis Qudsi berasal dari Rasulullah–Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi  Wa Sallam walaupun tentunya maknanya dari Allah.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sanad periwayatan Al-Qur’an secara umum adalah mutawatir, yakni  bisa dipastikan keabsahannya dari Nabi -alaihishshalatu wassalam-.  Berbeda halnya dengan hadits qudsi, karena di antaranya ada yang  merupakan hadits shahih, ada yang hasan, ada yang lemah, bahkan ada yang  palsu. Jadi keabsahannya dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- belum  bisa dipastikan kecuali setelah memeriksa semua sanadnya.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kita berta’abbud (beribadah) kepada Allah dengan membaca  Al-Qur’an, dalam artian satu huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.  Sedangkan membaca hadits qudsi tidak mendapatkan pahala huruf perhuruf  seperti itu.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Tidak diperbolehkan membaca hadits qudsi di dalam shalat, bahkan  shalatnya batal kalau dia membacanya. Berbeda halnya dengan membaca  Al-Qur`an yang merupakan inti dari shalat.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ayat Al-Qur`an jumlahnya kurang lebih 6666 ayat (menurut hitungan  sebagian ulama dan sebagian lainnya berpendapat jumlahnya 6.236),  sementara jumlah hadits qudsi yang shahih tidak sebanyak itu. Abdur Rauf  Al-Munawi sendiri dalam kitabnya Al-Ittihafat As-Saniyah bi Al-Ahaditsi  Al-Qudsiyah hanya menyebutkan 272 hadits.&lt;br /&gt;Demikian beberapa perbedaan antara keduanya, wallahu Ta’ala a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating: &lt;span itemprop="rating"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-1383950501496710062?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1383950501496710062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/1383950501496710062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/perbedaan-antara-al-quran-dan-hadits.html' title='Perbedaan Antara Al Quran dan Hadits Qudsi'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Dl-MpE7DBAQ/TzckKP6ChMI/AAAAAAAAAqg/GYp1slR43t4/s72-c/quran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-4684924912862623958</id><published>2012-02-11T16:24:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T16:24:01.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Penjelasan Empat Rukun Kekufuran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KkBfy7OJGe4/TzcF3rcqCxI/AAAAAAAAAqU/4UlG8UMfMR8/s1600/kafir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-KkBfy7OJGe4/TzcF3rcqCxI/AAAAAAAAAqU/4UlG8UMfMR8/s1600/kafir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Empat Rukun Kekufuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rukun kekufuran ada empat yaitu  sombong, hasad, marah, dan syahwat. Sifat sombong akan mencegah  seseorang untuk tunduk, hasad menghalangi untuk menerima nasihat, marah  akan menghalangi untuk berbuat adil, dan syahwat akan menghalangi untuk  konsentrasi dalam beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila hancur pondasi  kesombongan akan mudah baginya untuk tunduk; apabila pondasi hasad  runtuh maka akan mudah baginya menerima &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;nasihat&lt;/a&gt; dan melaksanakannya&lt;span class="fullpost"&gt;   Bila pondasi marah runtuh maka akan mudah baginya untuk berbuat adil  dan tawadhu’; dan bila pondasi syahwat itu hancur maka akan mudah  baginya untuk bersabar, menahan diri dari maksiat serta istiqamah dalam  beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memindahkan sebuah gunung dari tempatnya lebih ringan, gampang dan mudah  dibanding menghilangkan keempat perkara ini bagi orang yang telah  terkena. Terlebih bila semua telah menjadi perilaku dan tabiat yang  mendarah daging. Bersamaan dengan itu, tidak akan lurus &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;amalan&lt;/a&gt; apapun  yang dibangun di atasnya dan amalan-amalan tersebut tidak akan dapat  membersihkan dirinya. Setiap kali dia membangun sebuah amalan, maka akan  diruntuhkan oleh keempat perkara tersebut, dan segala macam penyakit  bermuara darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keempat perkara tersebut menancap di dalam hati maka akan  menampilkan kebatilan sebagai kebenaran, kebenaran sebagai kebatilan,  ma’ruf dalam bentuk mungkar dan mungkar dalam bentuk ma’ruf, dan dunia  akan mendekatinya sedangkan akhirat akan menjauh darinya. Bila kamu  meneliti kekufuran umat terdahulu (kamu akan menjumpai, pen.) semuanya  bermuara dari keempat perkara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan besar kecilnya sebuah adzab tergantung dari besar dan kecilnya  keempat sifat tersebut. Barangsiapa membiarkan keempat rukun kekufuran  tersebut pada dirinya, maka dia telah membuka pintu kejahatan pada  dirinya. Dan barangsiapa menutupnya maka akan tertutup pintu-pintu  kejahatan pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat perkara di atas akan menyebabkan seseorang terhalang untuk  tunduk, ikhlas, bertaubat, menerima kebenaran, menerima nasihat dari  saudaranya, dan tawadhu’ di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla dan di hadapan  makhluk. Keempat sifat tersebut disebabkan kejahilan tentang Rabbnya dan  kejahilan tentang dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia mengetahui Allah ‘Azza wa Jalla dengan sifat-sifat-Nya yang  Maha Sempurna dan Agung, serta dia mengetahui tentang dirinya yang penuh  kelemahan dan serba kekurangan, niscaya dia tidak akan menyombongkan  diri, tidak akan marah, dan tidak akan iri hati kepada siapapun yang  telah mendapatkan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;anugerah &lt;/a&gt;dari Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Fawaid, hal. 174-175] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://sunniy.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5732755335188937008-4684924912862623958?l=elhijrah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4684924912862623958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5732755335188937008/posts/default/4684924912862623958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://elhijrah.blogspot.com/2012/02/penjelasan-empat-rukun-kekufuran.html' title='Penjelasan Empat Rukun Kekufuran'/><author><name>Elhijrah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06314370617908471403</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KkBfy7OJGe4/TzcF3rcqCxI/AAAAAAAAAqU/4UlG8UMfMR8/s72-c/kafir.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5732755335188937008.post-1546262230007792494</id><published>2012-02-11T14:31:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T14:31:02.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Kupas Tuntas Macam Macam Perbuatan Syirik</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SphKDLe6J_g/TzbquLaWKAI/AAAAAAAAAqM/mOtAzDUN_B4/s1600/Perbuatan_syirik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-SphKDLe6J_g/TzbquLaWKAI/AAAAAAAAAqM/mOtAzDUN_B4/s1600/Perbuatan_syirik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kupas Tuntas Macam Macam Perbuatan Syirik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Syirik&lt;/a&gt;”  satu kata yang sering sekali mampir di telinga kita, walaupun terkadang  bagi seseorang kata syirik bermakna berbeda dengan apa yang dipahami  orang lain. Sebagian orang menggunakan kata “syirik” sebagai pengganti  kata dengki atau &lt;i&gt;hasad&lt;/i&gt;, sebagamana ucapan seseorang yang sering  sekali kita dengar : ” Dasar dianya saja yang syirik kepada saya ”  yakni maknanya ” dengki atau hasad”. Dan ini adalah penggunaan kata yang  tidak pada tempatnya dan harus dihindari untuk mencegah salah sangka  dari orang yang mendengarnya..Adapun dalam Istilah Syar’i , Syirik  maknanya Menyekutukan sesuatu bersama Allah di dalam kekhususanNya dalam  &lt;i&gt;KeuluhiyahanNya, KerububiyahanNya serta&lt;/i&gt; Nama dan sifat-sifatNya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Syirik&lt;/a&gt; berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua jenis : Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; (Syirik Besar) dan &amp;nbsp;Syirik &lt;i&gt;Ashgor&lt;/i&gt; (Syirik Kecil)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;JENIS PERTAMA : Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; (Syirik Besar)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  yaitu &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Syirik&lt;/a&gt; yang pelakunya tidak akan diampuni Allah selama dia belum  bertaubat dari kesyirikannya sebelum maut menjemput serta tidak akan  menerima seluruh amalan sholih yang telah dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah &lt;i&gt;azza wa jalla&lt;/i&gt; : &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ  اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ  لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;i&gt;  “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu  dengan Dia (Syirik) , dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi  siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu)  dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. An Nisa’: 116)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berfirman Allah &lt;i&gt;subhana wa ta’ala&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لَقَدْ  كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ  وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي  وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ  عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ  أَنْصَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;i&gt;  “Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya  Allah ialah Al masih putera Maryam”, padahal Al masih (sendiri) berkata:  “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya  orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah  mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada  bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. Al Maidah : 72)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;i&gt; “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan.lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Furqon : 23)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan firmanNya :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;i&gt; ” Sesungguhnya , Jika engkau berbuat syirik, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Az-Zumar : 65)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;i&gt;” Seandainya mereka berbuat syirik , niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-An’am : 88)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun apabila dia bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya sebelum maut menjemput, Allah akan mengampuninya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah &lt;i&gt;azza wa jalla&lt;/i&gt; :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;قُلْ  يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا  مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ  هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah  “ Wahai hamba-hambaku yang melampaui&amp;nbsp; batas terhadap diri&amp;nbsp; mereka  sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah  mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Sesungguhnya dia maha pengampun dan  maha penyayang”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;b&gt;(QS. Az- zumar : 53)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan bentuk perbuatan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;syirik&lt;/a&gt; akbar terbagi dalam 4 bentuk perbuatan, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Syirik dalam doa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya harus diketahui, doa terbagi dua. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  Doa Ibadah, seperti Sholat, Puasa, Zakat, Haji dan ibadah-ibadah  lainnya. Ibadah-ibadah ini teranggap sebagai doa, dikarenakan di  dalamnya terkandung doa, yaitu agar dimasukkan surga dan dijauhkan dari  Neraka dengan sebab mengerjakan amalan tersebut. Dan doa Ibadah ini  tidak boleh ditujukan kecuali hanya kepada Allah semata, apabila  ditujukan kepada selainnya maka pelakunya telah terjatuh dalam perbuatan  syirik akbar. Seperti perbuatan seseorang yang bersujud kepada selain  Allah atau berpuasa dengan tidak mengharap pahala Allah tapi dengan niat  memperoleh ilmu kekebalan dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Doa Masalah, seperti meminta Rejeki, meminta keturunan atau meminta dilepaskan dari suatu kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doa  masalah boleh ditujukan kepada selain Allah dengan dipenuhinya seluruh  dari 3 syarat tanpa ada satupun yang tidak terpenuhi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hidup,  yakni maknanya tidak boleh meminta tolong kepada orang yang sudah mati  atau meminta tolong kepada batu, pohon dan semisalnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadir,  Yakni maknanya yang dimintai tolong dapat berhubungan langsung dengan  yang meminta tolong baik secara bertatap muka ataupun melalui alat  perantara seperti Telepon, surat dan sebagainya. Sehingga tidak boleh  diperbolehkan bagi seseorang meminta tolong kepada orang lain yang  terpisah dalam jarak yang jauh tanpa adanya perantara yang zhohir.  Seperti memanggil-manggil sang guru ketika terancam bahaya dalam keadaan  sang guru terpisah jarak yang sangat jauh, dan dia berkeyakinan bahwa  sang guru saat itu mampu mendengar permintaan tolongnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mampu,  yakni maknanya yang dimintai bantuan memiliki kemampuan untuk  memberikan pertolongan, sehingga tidak diperbolehkan bagi seseorang  meminta kepada orang lain untuk diberi keturunan, diturunkan hujan atau  dipanjangkan umur, karena semua kemampuan ini tidak dimilki oleh mahluk  dan hanya Allah yang memilkinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/01/sebab-sebab-terjadinya-kesyirikan.html" target="_blank"&gt;Perbuatan  syirik&lt;/a&gt; dalam doa masalah ini sebagaimana perbuatan sebagian orang yang  berdoa kepada selain Allah dengan memohon perkara-perkara yang kemampuan  tersebut tidak dimiliki kecuali oleh Allah, seperti berdoa kepada Jin,  batu atau dukun untuk diberi keturunan atau rejeki atau dipanjangkan  umur. Sebagian lagi berdoa dan memohon kepada jin-jin penunggu laut dan  gunung meminta agar hasil tangkapan laut atau hasil pertaniannya  melimpah. Maka semua perbuatan ini dan sejenisnya adalah tergolong  &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/01/sebab-sebab-terjadinya-kesyirikan.html" target="_blank"&gt;perbuatan syirik&lt;/a&gt; akbar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;ta’ala &lt;/i&gt;berfirman&lt;i&gt; &lt;/i&gt;:&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَإِذَا  رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ  فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “&lt;i&gt;Maka  apabila mereka menaiki kapal mereka berdoa kepada Allah dengan  memurnikan ketaatan kepada-Nya, Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka  sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. Al-Ankabut : 65)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;ta’ala &lt;/i&gt;juga telah&lt;i&gt; &lt;/i&gt;berfirman :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="a0" dir="rtl" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0pt 0pt 3pt; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;span class="a" style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: windowtext;"&gt;وَلا  تَدْعُ مِنْ دُونِ اللهِ مَا لا يَنْفَعُكَ وَلا يَضُرُّكَ فَإِنْ  فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ  بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا  رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ  الْغَفُورُ الرَّحِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText3" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan  janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat  memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika  kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk  orang-orang yang dzolim (musyrik).Dan jika Allah menimpakan kepadamu  suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.  Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat  menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang  dikehendakiNya di antara hamba hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun  lagi Maha penyayang”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;b&gt;(QS. Yunus : 107)&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Syirik niat, maksud dan Tujuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Dalilnya firman Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَنْ  كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ  أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ  الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا  صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;i&gt;“Barangsiapa  yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan  kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan  mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak  memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa  yang Telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang Telah mereka  kerjakan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Huud : 15-16)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Syirik ketaatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;Dalilnya firman Allah &lt;i&gt;ta’ala &lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;اتَّخَذُوا  أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ  وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا  وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;i&gt;“Mereka  menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain  Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam. Dan  tidaklah mereka diperintah kecuali agar menyembah sesembahan yang Esa,  tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah  dari apa yang mereka persekutukan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. At-Taubah : 31)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/01/sebab-sebab-terjadinya-kesyirikan.html" target="_blank"&gt; tafsir &lt;/a&gt;ayat ini yang maknanya sudah jelas yaitu ketaatan kepada Ulama  dan ahli Ibadah dalam perkara maksiat, dan bukanlah yang dimaksud mereka  berdoa (beribadah) kepada mereka. Sebagaimana Nabi &lt;i&gt;shalallahu alaihi wassallam&lt;/i&gt; menafsirkan ayat ini kepada Adi bin Hatim &lt;i&gt;Radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika beliau bertanya kepada Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu alaihi wassallam&lt;/i&gt; , beliau &lt;i&gt;Radhiyallahu anhu&lt;/i&gt; berkata :&lt;i&gt;“Tidaklah kami beribadah kepada mereka”&lt;/i&gt; maka Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu alaihi wassallam&lt;/i&gt; mengatakan kepadanya :&lt;i&gt;“Yang dimaksud dengan beribadah kepada mereka yaitu menaati mereka dalam kemaksiatan”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Hadits dari Adi bin Hatim &lt;i&gt;Radiyallahu’ anhu&lt;/i&gt;. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/378) Tirmidzi (2954) Ibnu Hibban (7206). Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam&amp;nbsp; &lt;i&gt;“Shohih Sunan Tirmidzi” &lt;/i&gt;(31/56)).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan  pada kenyataannya hal ini sering kia temui di sekitar kita, suatu  perkara yang sudah jelas dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang  keharaman atau kehalalannya dengan enteng bisa dibantah seseorang dengan  kalimat “tapi kata kyai saya gak haram kok” atau dengan kata-kata yang  lebih halus “maknanya bukan seperti itu, kata ustadz saya …..”&amp;nbsp; Dalil  dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dikalahkan dengan ucapan ustadz, kyai, guru  atau syaikhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Syirik Kecintaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya adalah firman Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;i&gt;  “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah  tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka  mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman kecintaan mereka yang  terbesar hanya untuk Allah semata.&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. Al Baqarah : 165)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;JENIS KEDUA&amp;nbsp; : Syirik &lt;i&gt;Ashgor&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; yaitu yaitu &lt;i&gt;:”Segala  sesuatu yang syariat melarangnya dari apa-apa yang merupakan perantara  menuju syirik akbar dan jalan-jalan dalam menyampaikan kepadanya (syirik  Akbar) serta datang dalil-dalil penamaan bahwa perkara tersebut adalah  syirik&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(Lajnah Daimah, nukilan) :&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan syirik &lt;i&gt;Ashgor&lt;/i&gt; terbagi dua : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertama : &lt;i&gt;Syirik Dzhohir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; (tampak) atas lisan dan anggota badan, yaitu perkataan dan perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh &lt;a href="http://elhijrah.blogspot.com/2012/01/sebab-sebab-terjadinya-kesyirikan.html" target="_blank"&gt;perbuatan syirik&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Ashgor&lt;/i&gt;  dalam ucapan adalah seseorang yang bersumpah dengan selain nama Allah,  seperti ucapan “Demi ayah dan ibuku” maka ini tergolong syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt;,  dengan catatan dia tidak sampai berkeyakinan dan bahwa bersumpah dengan  nama ayah dan ibunya setara atau lebih dia agungkan dibanding bersumpah  dengan nama Allah. Apabila sampai dia berkeyakinan seperti itu, maka  dia telah terjatuh dalam syirik &lt;i&gt;akbar&lt;/i&gt; bukan lagi syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh  perbuatan Syirik Ashgor dalam perbuatan adalah seperti seseorang yang  terhindar dari sebuah musibah marabahaya dan pada saat itu dia sedang  mengenakan jimat, kemudian dia dia berkeyakinan bahwa yang menyelamatkan  dia adalah Allah, akan tetapi dia meyakini bahwa Allah menghindarkannya  dari musibah tersebut dikarenakan jimat-jimat yang dia pakai dan dia  berkeyakinan seandainya dia tidak memakainya belum tentu Allah  menolongnya, maka dalam keadaan seperti ini dia telah terjatuh dalam  kafir Ashgor karena menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagi sebab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun  apabila dia berkeyakinan bahwa selamatnya dia dari musibah tersebut  disebabkan&amp;nbsp; jimat-jimat yang dia kenakan, dan dia meyakini bahwasanya  Jimat-jimat itu dengan sendirinya memiliki kemampuan untuk menghindarkan  dia dari musibah, maka dalam keadaan seperti ini dia telah terjatuh  dalam Syirik Akbar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kedua : &lt;i&gt;Syirik Khofiy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (tersembunyi) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;yaitu&lt;i&gt; &lt;/i&gt;syirik tujuan dan niat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Contoh dari perbuatan syirik &lt;i&gt;Ashgor&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;khofiy&lt;/i&gt;  seperti seseorang yang melakukan amalan shalat dengan niat mengharapkan  wajah Allah akan tetapi dia membaguskannya ketika dia merasa ada orang  lain yang memperhatikannya. Atau amalan seseorang berinfaq untuk  mendekatkan diri kepada Allah tetapi bersamaan dengan itu dia juga dia  menginginkan pujian manusia. Dalilnya adalah firman Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; :&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;i&gt;“Barangsiapa  mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal  yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah  kepada Rabbnya”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Kahfi : 110)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PERBEDAAN-PERBEDAAN ANTARA SYIRIK &lt;i&gt;AKBAR&lt;/i&gt; DAN SYIRIK &lt;i&gt;ASHGOR :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; mengeluarkan pelakunya dari agama (murtad) sedangkan syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt; tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; pelakunya kekal diadzab dalam neraka, sedangkan pelaku syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt; tidak kekal apabila diadzab di dalam neraka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; membatalkan seluruh amalan sholih, sedangkan syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt; seperti &lt;i&gt;riya’&lt;/i&gt; atau amalan yang mengharapkan bagian dari dunia hanya membatalkan amalan yang bercampur dengannya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syirik &lt;i&gt;Akbar&lt;/i&gt; menyebabkan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan syirik &lt;i&gt;ashgor&lt;/i&gt; tidak menyebabkan halal darah dan harta pelakunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0pt 0pt 3pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber catatan : &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: V
